Nama Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung keamanan Siber Global. Avan (Danang Avan Maulana), seorang peneliti keamanan asal Tegal Jawa Tengah, berhasil tampil di ajang konferensi hacker internasional DEF CON. Forum legendaris yang dikenal sebagai salah satu pertemuan paling bergengsi di dunia dan identik dengan gelarannya di Las Vegas, Amerika Serikat.

Partisipasi ini berlangsung dalam salah satu rangkaian kegiatan DEF CON yang digelar di kawasan Asia, yang dihadiri beberapa hacker kelas dunia, ada yang dari benua Asia, Amerika, Afrika, Bahkan Eropa serta dihadiri lebih dari ratusan hacker dunia yang dilaksanakan di Singapura, dengan tetap menghadirkan atmosfer tingkat tinggi, standar seleksi, dan komunitas global yang menjadi ciri khas dalam konferensi tersebut.

DEF CON sendiri dikenal sebagai tempat berkumpulnya para peneliti, pegiat IT, hacker, dan profesional keamanan dari berbagai negara untuk mempresentasikan riset, teknik eksploitasi, serta inovasi terbaru di bidang keamanan siber. Tidak semua individu dapat tampil di panggung ini, mengingat proses seleksi yang ketat dan standar kualitas yang sangat tinggi.
Dalam sesi Demo Labs, Avan mempresentasikan proyek inovatif bernama Pretexta, sebuah platform yang dirancang untuk mensimulasikan skenario social engineering—jenis serangan yang menargetkan manusia sebagai titik lemah utama dalam sistem keamanan.







































