PLN Kalbar Digugat: Jaringan Listrik Ketungau Mangkrak, Pelayanan Buruk, dan Janji Keadilan di Perbatasan Belum Menyala

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 10:19 WIB

50222 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com,— Sintang, Kalimantan Barat  30 Oktober 2025 Di tengah isu pemerataan energi nasional, masyarakat di empat desa perbatasan di Ketungau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menyuarakan kekecewaan mendalam atas kegagalan PLN Kalbar dalam menuntaskan proyek jaringan listrik yang telah mangkrak sejak dianggarkan tahun 2023. Jaringan tiang dan kabel yang hampir rampung 100% dibiarkan tanpa daya listrik karena alasan klasik: tidak adanya mesin penunjang arus listrik.

Kegagalan dan kemangkrakan proyek jaringan listrik di empat desa perbatasan Ketungau. Proyek fisik (tiang dan kabel) hampir rampung 100% namun listrik tidak menyala karena keterlambatan pengadaan mesin penunjang arus listrik.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalbar dan unit terkait (UP3 Sanggau, UP2K Kapuas Raya) dikritik karena perencanaan yang lemah dan pelayanan buruk. Warga di empat desa (Sebetung Paluk, Idai, Nanga Bayan, Semareh) di Ketungau Hulu dan Tengah menjadi pihak yang terdampak langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian berlokasi di empat desa di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia). Tuntutan disuarakan di kantor PLN UP3 Sanggau hingga PLN UID Kalbar di Pontianak

Kapan proyek dianggarkan dan kapan masalah ini terungkap? | Proyek dianggarkan sejak Tahun 2023, namun hingga 2025 proyek masih terbengkalai. Masalah dan keluhan ini disorot di tengah momen Hari Pelanggan Nasional sebagai kontras ironis.

Mengapa proyek ini mangkrak dan pelayanan dinilai buruk? | Lemahnya perencanaan PLN karena tidak menyiapkan mesin utama secara bersamaan dengan pembangunan jaringan fisik. Pelayanan dinilai buruk karena warga “dipimpong” antar unit, diabaikan, dan diminta membuat surat audiensi yang memakan waktu lama. |
|

Masyarakat merespons dengan mendatangi kantor PLN di Sanggau dan Pontianak menggunakan biaya sendiri. Tuntutannya adalah kejelasan resmi, transparansi jadwal penyelesaian, dan tanggung jawab PLN untuk segera menyalakan listrik sebagai bentuk kehadiran negara di perbatasan. |
Panggilan Mendesak untuk Keadilan
Perwakilan masyarakat Ketungau menyatakan rasa kecewa atas sikap PLN yang dianggap tidak profesional dan tidak memiliki empati. “Di kota, PLN merayakan pelanggan dengan senyum. Di Ketungau, kami menyalakan pelita dengan air mata,” ujar salah satu perwakilan.

Masalah ini diperparah dengan fakta bahwa desa-desa tersebut berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, yang seharusnya menjadi prioritas strategis nasional. Keadaan ini menimbulkan keraguan bahwa slogan ‘Pemerataan Listrik untuk Seluruh Indonesia’ hanya tinggal retorika.
Tuntutan Publik:

* Klarifikasi Resmi dan Transparan: PLN wajib menyampaikan jadwal pasti penyelesaian proyek dan pengadaan mesin, bukan lagi jawaban “masih dalam proses”.

* Audit Kinerja: Pemerintah pusat (Kementerian BUMN dan DPR RI Komisi VI) didesak untuk segera turun tangan dan mengaudit perencanaan serta pelaksanaan proyek jaringan listrik di Ketungau.

* Prioritas Perbatasan: Meminta PLN untuk segera memprioritaskan penyelesaian jaringan yang hampir rampung di empat desa tersebut dan wilayah perbatasan lainnya seperti Sungai Kelik.

> “Kini, yang tersisa hanyalah kabel yang menggantung — dan harapan yang terus menunggu nyala. Di Ketungau, gelap bukan sekadar ketiadaan cahaya — tapi bukti bahwa janji pelayanan publik belum benar-benar menyala.”

Apakah Anda ingin saya membuatkan surat resmi berdasarkan rilis ini yang ditujukan kepada General Manager PLN UID Kalbar atau DPR RI Komisi VI?

Tim Redaksi

Berita Terkait

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi
SAR Danau Toba Resmi Tutup Operasi Pencarian Korban Objek Wisata Air Terjun Situmurun
Aroma Perjudian Menyengat di Pasar 4 Kutalimbaru: Arena Sabung Ayam Diduga Milik ‘Edy’ Beroperasi Bebas, Kapolsek Membisu
Pastikan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pupuk bagi Petani
Tangkap Debt Collector (DC) : Diteror Akan Dibunuh, Wartawan Sekaligus Ketua PERWAST Melaporkan Kepolisi
Duka Mendalam Atas Wafatnya Sekertaris Jendral PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.
LSM PKPB Resmi Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Dana Desa di Puluhan Desa ke BPK Banten dan Pusat
Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos.,M.Si.,M.Han Ziarah ke Makam Tokoh pembangunan Riau dan Tokoh Pengibar Bendera Pertama

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 02:12 WIB

Respon Cepat Laporan Masyarakat, Polsek Kedungkandang Bubarkan Aksi Balap Liar di Kawasan Buring

Sabtu, 18 April 2026 - 17:40 WIB

Semangat Tak Terbendung! Konstruksi Besi Jembatan Gantung Garuda di Cerme Kian Menguat

Sabtu, 18 April 2026 - 17:35 WIB

Hadir di KPPD, Prabowo Bicara Dari Hati ke Hati untuk Bangsa

Sabtu, 18 April 2026 - 09:19 WIB

Kejar Pertumbuhan dan Investasi di Jateng, Ahmad Luthfi Andalkan Kepastian Hukum

Jumat, 17 April 2026 - 20:52 WIB

KPK Dalami Dugaan Jaringan di Balik OTT Bupati Tulungagung

Jumat, 17 April 2026 - 20:40 WIB

Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan

Jumat, 17 April 2026 - 19:02 WIB

Penuh Semangat, Jembatan Beton Garuda di Sambeng Segera Jadi Akses Andalan Warga

Jumat, 17 April 2026 - 18:38 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

Berita Terbaru