Sisa makanan mencapai 1,4 juta ton per tahun dinilai mencerminkan lemahnya tata kelola dan pengawasan program pangan nasional

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 16:17 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, — Garuda KPP-RI Kota Bogor menyoroti besarnya potensi pemborosan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berjalan efektif. Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional, sisa makanan dari program tersebut mencapai sekitar *1,4 juta ton per tahun*, dengan nilai ekonomi setara *Rp14 triliun*.

Angka tersebut dinilai bukan sekadar kerugian negara, melainkan mencerminkan *hak masyarakat yang tidak tersalurkan secara optimal.* Di tengah masih adanya kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses pangan, pemborosan dalam skala besar ini dinilai menjadi ironi dalam kebijakan sosial pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Umum Garuda KPP-RI Kota Bogor, Fathan Kamal Maulana, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai hal teknis semata.

“Rp14 triliun itu adalah anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat. Ketika angka sebesar itu tidak termanfaatkan dengan baik, maka yang hilang bukan hanya efisiensi anggaran, tetapi juga hak publik untuk mendapatkan manfaat dari program tersebut,” ujarnya.

Menurut Fathan, tingginya angka sisa makanan mengindikasikan adanya kelemahan dalam perencanaan kebutuhan, distribusi, serta pengawasan di lapangan. Ia menilai perlunya evaluasi menyeluruh agar program dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Garuda KPP-RI Kota Bogor juga mendorong pemerintah untuk membuka data pelaksanaan program secara transparan kepada publik. Langkah ini dinilai penting guna memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

“Transparansi bukan hanya soal keterbukaan data, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Program sebesar ini harus bisa dipastikan tepat guna dan tepat sasaran,” kata Fathan.

Selain itu, organisasi ini menekankan pentingnya perbaikan sistem distribusi serta peningkatan edukasi kepada penerima manfaat. Namun demikian, mereka menilai bahwa tanggung jawab utama tetap berada pada pengelolaan program secara menyeluruh.

Dengan potensi pemborosan yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun, Garuda KPP-RI Kota Bogor menilai bahwa persoalan ini harus segera menjadi perhatian serius pemerintah. Evaluasi dan perbaikan sistem dinilai mendesak agar tujuan program dalam meningkatkan gizi masyarakat dapat benar-benar tercapai.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Darurat Pangan Tanjungsari! Bendungan Lewi Gablok Jebol, Bupati Bogor Tidur Nyenyak di Atas Penderitaan Petani
Jaecoo GCP sunter gathering “Gass Poll IIMS 2026”
Jasinga Darurat Obat Keras: Warung Berkedok Sembako Nekat Jual Tramadol, APH Sempat di Pertanyakan
Bogor Perkuat Peran Strategis Dukung FOLU Net Sink 2030
Menjelang Nataru, Muhammad Yusuf Kiat Ajak Kabomania Jaga Solidaritas dan Tolak Anarkisme
SKANDAL TANAH ILEGAL CEMARI PROYEK SBSN RP86,7 M: INTEGRITAS PROYEK KETAHANAN PANGAN CIPAMINGKIS DIBEDAH
Tender Diduga Cacat Administrasi, Kuasa Hukum PT KAW Desak Pembatalan
TANGKAP MAFIA OLI OKNUM KADES DAN ISTRINYA PEMAKAI SABU MELAPORKAN JURNALIS di Bogor

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 00:08 WIB

Bupati Karo Hadiri Kegiatan KKI dan PI GBKP RG Batang Serangan di GBKP Desa Mburidi, Kecamatan Kutabuluh

Minggu, 19 April 2026 - 00:04 WIB

Pemkab Karo Turut Hadir Dalam Perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun

Sabtu, 18 April 2026 - 22:22 WIB

Unik dan Humanis, Polsek Munte Persilakan Warga Gunakan Halaman Mapolsek untuk Resepsi Pernikahan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:17 WIB

Satlantas Polres Karo Amankan Pawai Arak Cita Gemilang Yayasan Ad Dakwah Kabanjahe

Sabtu, 18 April 2026 - 22:11 WIB

Polsek Simpang Empat Amankan Pembukaan Jambore Cabang Karo XII Tahun 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 22:05 WIB

Empat Pria Diciduk Unit 1 Satnarkoba Polres Karo, 75 Batang Ganja Ditemukan di Perladangan Karo

Sabtu, 18 April 2026 - 00:06 WIB

Bupati Karo Jadi Teladan dalam Gerakan Car Free Day, Dorong ASN dan Masyarakat Hemat Bahan Bakar

Jumat, 17 April 2026 - 23:59 WIB

Pemkab Karo Terapkan Car Free Day Menuju Kantor Bupati sebagai Upaya Penghematan Energi dan Tindak Lanjut Arahan Pemerintah Pusat

Berita Terbaru