Jembatan Rumambe 2: Monumen Korupsi atau Keadilan? Menagih Nyali Kejati Jabar Membongkar “Arisan” Pejabat Karawang

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 19:16 WIB

5080 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 16 Februari 2026 Penyidikan dugaan korupsi Jembatan Rumambe 2 dan Jalan Anggadita TA 2024 kini memasuki babak krusial. Namun, di tengah pemanggilan deretan pejabat elit Dinas PUPR Karawang, publik justru merasakan “kesenyapan” yang mencurigakan.

Siapa sebenarnya “sutradara” di balik layar? Pemanggilan Mantan Kepala Dinas, Kasubag Keuangan, hingga Ketua Pokja Lelang menunjukkan bahwa ini bukan sekadar kelalaian administrasi oleh staf bawah. Ini adalah indikasi kuat adanya korupsi struktural. Rakyat bertanya: Apakah mereka hanya pelaksana teknis, atau ada “tangan tak terlihat” yang lebih tinggi yang menginstruksikan pembagian upeti ini?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan hanya uang negara bernilai miliaran rupiah yang diduga “diseruput” seperti es teh manis, tapi hak masyarakat atas keamanan. Jembatan dan jalan adalah urat nadi ekonomi. Jika spesifikasi dikurangi demi fee proyek, maka yang dibangun bukan infrastruktur, melainkan potensi bencana bagi warga yang melintasinya. Ini adalah kejahatan kemanusiaan berbalut proyek konstruksi.

Ali Sopyan sebagai ketua Rambo terus akan mempertanyakan hal ini kena dingin tak bernyawa apakah sudah tidak bernyali kembali untuk menangkap para tikus tikus yang mengatasnamakan pemerintah ini, Kejati segera tangkap para koruptor bangsat ini tegasnya

Kebocoran diduga terjadi sejak di Meja Lelang (Pokja) hingga Pengawasan Lapangan (Konsultan). Bagaimana mungkin proyek dengan anggaran jumbo bisa lolos dari pengawasan jika tidak ada “main mata”? Karawang seolah menjadi ladang bancakan di mana integritas digadaikan demi persentase keuntungan.

Kasus ini sudah bergulir sejak awal 2024, namun hingga Februari 2026, status tersangka masih menjadi teka-teki. Mengapa senyap? Apakah hukum sedang menunggu momentum politik, atau sedang terjadi tawar-menawar di balik pintu tertutup? Penundaan keadilan adalah bentuk ketidakadilan itu sendiri (Justice delayed is justice denied).

Karena jika kasus Jembatan Rumambe 2 ini menguap, maka akan menjadi yurisprudensi buruk bagi pejabat lain: bahwa korupsi di Karawang itu “aman” asal rapi. Publik tidak butuh seremoni pemanggilan saksi; publik butuh pengembalian kerugian negara dan penahanan aktor intelektualnya.

Kejati Jabar tidak boleh hanya sekadar “memarkir” kasus ini.

Umumkan hasil audit kerugian negara secara terbuka.

Lakukan penyitaan aset jika bukti aliran dana sudah terang benderang.

Jangan biarkan jabatan mentereng menjadi tameng hukum

Rakyat Karawang tidak butuh klarifikasi normatif. Kami butuh melihat mereka yang memakan uang rakyat mengenakan rompi oranye. Jangan biarkan Jembatan Rumambe 2 menjadi monumen kegagalan penegakan hukum di Jawa Barat.

Tim Investigasi Redaksi Prima

Berita Terkait

Tragedi Anggaran Karawang, Administrasi atau “Geregetan” Oknum?
Dukung Kolaborasi Lintas Pemangku Kepentingan, Dirut Jasa Tirta II Tegaskan Komitmen Penanggulangan Banjir Karangligar
Pesawat Cessna terjatuh diarea persawahan, beruntung tidak ada korban jiwa
Kontras Anggaran vs. Realitas Gedung Pemkab Karawang Karawang
Keselamatan Ratusan Murid MI Nurulhuda Terancam, Pemkab Karawang dan Kemenag Mandul Tanggapi Jeritan Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:41 WIB

Panen Raya Melimpah , Pemkab Tulungagung Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Kamis, 23 April 2026 - 10:17 WIB

Antisipasi Hari Buruh, Polsek Pageruyung Beri Pembinaan Siswa SMK N 05 Kendal

Kamis, 23 April 2026 - 00:34 WIB

Dukung Sensus Ekonomi, LAMR Kepulauan Meranti Sambut Hangat Kunjungan Kepala BPS

Rabu, 22 April 2026 - 21:07 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Gaungkan Kolaborasi dan Aglomerasi Jateng di Banda Aceh

Rabu, 22 April 2026 - 15:00 WIB

Sidang ke 2 Praperadilan Wartawan Mojokerto Pembacaan Replik dan Duplik

Rabu, 22 April 2026 - 13:56 WIB

Polwan Polda Lampung Wujudkan Semangat Kartini melalui Pengabdian dan Prestasi

Rabu, 22 April 2026 - 13:36 WIB

Inilah Penampakan Jalan Yang Akan Digarap Pada Program TMMD Reg 128 Kodim 0725/Sragen

Rabu, 22 April 2026 - 08:30 WIB

Tani Merdeka Jateng Siapkan 10.000 Hektar Lahan Tebu di Blora, Dorong Percepatan Swasembada Nasional

Berita Terbaru