Nasionaldetik.com,— 18 Januari 2026 Proyek peningkatan trotoar di Kabupaten Merangin, Jambi, dengan nilai anggaran lebih dari Rp2 miliar yang dikerjakan pada tahun 2025, kini menjadi sorotan publik. Kekhawatiran muncul terkait penggunaan mutu beton yang dinilai tidak sesuai peruntukannya, yakni Vc 20 atau setara K-250, yang dianggap berlebihan untuk struktur trotoar yang hanya menahan beban pejalan kaki. Selain itu, keterlambatan pengerjaan yang signifikan juga menjadi perhatian serius.
Menurut data yang dihimpun, beberapa ruas jalan menjadi lokasi proyek, termasuk Jalan Syamsudin Uban, Jalan Jenderal Sudirman, area perkantoran, serta Jalan Jenderal Sudirman – Diponegoro, dan Jalan A. Rahman Syukur. Proyek ini memiliki batas waktu pelaksanaan 45 hari kalender, dengan perkiraan selesai pada pertengahan Desember 2025. Namun, berdasarkan laporan, pengerjaan proyek ini mengalami keterlambatan.
Penggunaan mutu beton yang terlalu tinggi diduga menimbulkan potensi pemborosan anggaran dan kualitas yang kurang optimal. Ahli teknik berpendapat bahwa mutu beton yang lebih rendah sudah memadai untuk trotoar, seperti Vc 10 atau Vc 15, yang dinilai sudah memadai, lebih efisien dari segi biaya, dan sesuai. Apalagi struktur trotoar lama masih layak dipakai. Sehingga, penggunaan K-250 untuk trotoar dinilai tidak efisien.
Keterlambatan pengerjaan juga menimbulkan kekhawatiran akan terburu-burunya proses pengecoran menjelang batas waktu, yang berpotensi mengorbankan kekuatan optimal beton yang idealnya membutuhkan 28 hari untuk mencapai umur penuh. K-250 berarti bahwa beton tersebut memiliki kekuatan tekan minimal 250 kg/cm² pada umur 28 hari, tegas ahli teknik.
Menurut Rama Sanjaya dari LSM Sapurata, mutu beton Vc 20 lebih tepat digunakan untuk konstruksi yang menahan beban berat seperti bangunan, jembatan, atau rabat beton yang dilalui kendaraan. Penggunaan mutu beton sekuat itu untuk trotoar pejalan kaki dinilai tidak efisien dan berpotensi memboroskan anggaran. Rama Sanjaya juga menyoroti proses pengerjaan yang terkesan terburu-buru, di mana pekerja terlihat masih bekerja hingga akhir Desember bahkan lembur, dan menyatakan keinginannya untuk melihat hasil tes kekuatan tekan beton Vc 20 yang digunakan pada proyek trotoar tersebut.
Media masih menunggu klarifikasi dari Kabid Cipta Karya dan PPTK, serta telah meminta fasilitasi dari Plt Kadis PU untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai isu-isu krusial ini.
Reporter: Gondo Irawan







































