Cukuh Balak ,Tanggamus- NasionalDetik .Com
Pembangunan bendungan irigasi adalah proses pembangunan infrastruktur yang bertujuan untuk menampung dan mengatur aliran air sungai atau sumber air lainnya untuk keperluan irigasi pertanian ,pengendalian banjir dan penyediaan air baku.
Proyek pembangunan bendungan irigasi di Wai Luok Pekon gedung diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil investigasi, lembaga pemantau aset dan keuangan negara Republik Indonesia (LPAKN RI)terdapat beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini, termasuk penggunaan bahan material yang tidak memenuhi standar dan desain yang tidak sesuai dengan rencana awal.
Helmi selaku ketua LPAKN RI PROJAMIN Tanggamus ketika di konfirmasi awak media menegaskan , pemerintah sudah benar , mengharapkan pembangun harus sesuai kualitas dan pengerjaan harus sesuai spek ,karna ini menganggarkan uang dari negara ,kalo pengerjaan nya asal asalan ,ya pemborong nyalah yang mau untung besar ,pungkas Helmi
Berdasarkan hasil kroscek di lapangan ,papan proyek tidak terpasang dan matreal pasir yang digunakan diduga asal asalan ,terlihat jelas bercampur dengan matrial tanah .
Dan peletakan batu pondasi cuma di permukaan tanah ,yang seharus nya di gali terlebih dahulu,dan Bronjong pun perlu dipasang dengan penggalian ,untuk memastikan kesetabilan struktur dan mencegah erosi
Menurut keterangan salah satu warga yang berinisial (IA ) 40 tahun ,ketika di konfirmasi awak media ,warga tersebut mengatakan kekecewaannya dengan pekerjaan tersebut ,baik dari matrial pasir yang diduga mengambil dari sungai tersebut ,kalo kami bang tidak pernah menggunakan pasir dari kali tersebut ,karna kualitas nya tidak bagus ,kami warga sini mengguna pasir Banjar negeri ,dan pemasangan Bronjong ,itu cuma di letakkan di permukaan tanah ,semesti nya di gali terlebih dahulu ,biar tidak bolong ,dan tergerus air ketika banjir,dan saya pernah ngomong sama yang punya sawah ,yang punya sawah nyuruh saya untuk menegor pekerjaan yang diduga di kerjakan dengan asal asalan, “ungkap “warga tersebut.
Di tempat terpisah kami awak media mengkonfirmasi warga lain nya ,berinisial (MI) 38 tahun ,warga tersebut menyebutkan ke kecewaan nya dengan pekerjaan tersebut , kami merasa heran bang,papan proyek tidak terpasang dari mana asal usul proyek tersebut ,wajar kalo kami katakan. proyek siluman ,tutup warga tersebut.(Hm)







































