Jambi , nasional detikcom ,. PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya insiden kekerasan di lingkungan SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dan menandakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan karakter di sekolah.
Ketua PC IPNU–IPPNU Tanjab Timur Rekan Rafi Zuhri dan Indah Wahyu Ningsih menegaskan,”bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman untuk tumbuhnya ilmu, adab, dan akhlak, bukan tempat terjadinya tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun. Kekerasan, baik fisik maupun verbal, tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan serta ajaran Islam.
Dalam Islam, akhlak ditempatkan pada posisi yang sangat tinggi. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)
Selain itu, Islam secara tegas melarang segala bentuk kekerasan dan kezaliman. Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan nilai-nilai tersebut, PC IPNU–IPPNU Tanjab Timur mendesak Dinas Pendidikan, pihak sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada pola komunikasi, pembinaan mental, dan pendidikan karakter peserta didik.
Kami mengajak seluruh elemen—guru, siswa, orang tua, dan masyarakat—untuk bersama-sama mengembalikan marwah pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia, dengan menjunjung tinggi adab, saling menghormati, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, bukan kekerasan.
PC IPNU–IPPNU Tanjab Timur siap menjadi mitra strategis dalam penguatan pendidikan karakter pelajar berbasis nilai keislaman, kebangsaan, dan akhlakul karimah, demi terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, beradab, dan bermartabat.







































