Suami Pergi Menjalankan Tugas, Keluarga Minta Negara Harus Bertanggung Jawab

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 22:33 WIB

50462 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Sudah lebih dari delapan bulan lamanya jeritan pilu seorang ibu menggema. Ibu kandung Iptu Tomi Samuel Marbun, terus menanti kepulangan anaknya yang hingga kini belum juga kembali setelah menjalankan tugas negara di Papua Barat.,” Rabu:(22/10/2025).

“Di mana anakku? Mengapa setelah menjalankan tugas negara, ia tidak pernah pulang lagi?” ratap sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fredi Marbun, keluarga dari Iptu Tomi, menyampaikan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto turun langsung memperhatikan kasus hilangnya Iptu Tomi Samuel Marbun.

“Pak Presiden Prabowo, lihatlah ibu kandung Iptu Tomi Marbun ini. Setiap hari, siang dan malam, beliau menangis dan menunggu kepulangan anaknya. Sudah delapan bulan berlalu, tapi belum juga ada kejelasan,” ungkap Fredi Marbun.

Pertanyaan Besar: Di Mana Iptu Tomi Marbun?
Kasus hilangnya Iptu Tomi Marbun meninggalkan banyak tanda tanya di tengah keluarga dan masyarakat. Menurut keluarga, hingga kini belum ada penjelasan pasti dari pihak Kepolisian Daerah Papua Barat terkait keberadaan Iptu Tomi.

“Apakah pantas Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Jhonny Edison Isir disebut sebagai komandan yang punya nurani dan etika kepemimpinan? Bagaimana mungkin seorang anak buah hilang dalam tugas, tapi tak ada upaya nyata untuk menelusuri kebenarannya?” ucap keluarga dengan nada kecewa.

Desakan kepada Presiden dan Pemerintah
Keluarga juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi terhadap pimpinan Polri dan Menteri Hukum dan HAM.

“Seorang Kapolri harus bertanggung jawab atas keselamatan anggotanya. Ia seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengusut dan mengungkap kasus ini,” tegas Fredi Marbun.

Keluarga juga menyoroti sikap Menteri HAM Natalius Pigai, yang dinilai diam terhadap peristiwa kemanusiaan ini.

“Apakah pantas seorang Menteri HAM membisu terhadap hilangnya seorang aparat negara dalam tugas?” tambahnya.

Harapan Keluarga: Keadilan Harus Ditegakkan
Meski telah menunggu lebih dari delapan bulan, keluarga tetap teguh memperjuangkan keadilan bagi Iptu Tomi Samuel Marbun.

“Kami yakin, seberapa besar pun upaya untuk menutup fakta, kebenaran akan terungkap. Tuhan tidak tidur. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan, dan siapa pun dalang di balik peristiwa ini harus bertanggung jawab,” ujar Fredi Marbun.

“Presiden Prabowo, Datanglah Lihat Jeritan Seorang Ibu”
Jeritan pilu ibu kandung Iptu Tomi Marbun menjadi simbol penderitaan seorang orang tua yang kehilangan anaknya tanpa kepastian.
“Pak Presiden Prabowo, datanglah. Lihatlah betapa pedih dan pahitnya perlakuan terhadap anak bangsa yang mengabdi untuk negara, tapi kini hanya disebut hilang tanpa kejelasan,” seru keluarga.

Keluarga juga menilai adanya upaya untuk menggiring opini publik terkait hilangnya Iptu Tomi dengan berbagai versi yang membingungkan — mulai dari “jatuh”, “tergelincir”, hingga “terlibat baku tembak dengan KKB”.

“Kami percaya, fakta sebenarnya akan muncul. Kami hanya ingin kebenaran dan keadilan ditegakkan bagi putra terbaik bangsa ini,” tutup keluarga dengan nada tegas.

(Red/Tim).

Berita Terkait

DPP LIPPI: Stop Framing Menyesatkan Terhadap Zulkifli Hasan, Narasi Negatif Itu adalah Hoaks
Dukung Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal dan Kota Satelit, Menteri Nusron: Siapkan Penyediaan Lahan di Berbagai Wilayah
Ingin Mengembangkan Usaha? Pahami Proses Pengurusan KKPR Berikut Ini
BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Menjaga Kerukunan Umat
Tim Penyidik Tetapkan Tersangka AW Perkara TPPU Berkaitan dengan Terpidana Zarof Ricar
Rapim Akhir Kuartal I 2026, Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan
Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah
Antisipasi Penumpukan Berkas, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Pengukuran Terjadwal di 38 Kantor Pertanahan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:19 WIB

Kembali Exsis Aktivitas PETI di Entabuk Sekadau,Kapolsek Setempat Diduga Ternak PETI

Selasa, 21 April 2026 - 12:03 WIB

Wamendagri Membuka Acara Rapat Pimpinan Nasional Asosiasi Keluarga Pers Indonesia ( AKPERSI)

Selasa, 21 April 2026 - 08:05 WIB

Potret Buram MBG di Kampar: Nasi Goreng Berbelatung ‘Dihidangkan’ ke Siswa SDN 016 Kusau Makmur

Selasa, 21 April 2026 - 07:30 WIB

PT Barapala Acuhkan Negara, Panen Sawit Di Lahan Status Quo

Senin, 20 April 2026 - 23:12 WIB

DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin

Senin, 20 April 2026 - 12:05 WIB

DPW dan DPD IWO-I Banten Kompak Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ketua Umum, Tegaskan Kepemimpinan Inspiratif

Senin, 20 April 2026 - 08:39 WIB

Borok Proyek Jalan Muara Enim Terbongkar; Spesifikasi “Disulap”, Kas Daerah Bocor Miliaran!

Senin, 20 April 2026 - 00:12 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Berita Terbaru