Sentil Julukan ‘Agus Beres’, Baret Mega Preteli Bobroknya Koordinasi Birokrasi Jombang

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 18:03 WIB

5085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasiondetik.com — 07 September 2026 Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi mendapat sorotan dan kritik tajam. Tokoh masyarakat Jombang, Baret Mega, menilai jalannya roda pemerintahan saat ini perlu dievaluasi secara serius karena dinilai minim terobosan dan hanya berjalan secara normatif.

Baret Mega menegaskan bahwa visi dan misi yang dijanjikan sejak awal sebagai arah perubahan tidak boleh berhenti sekadar menjadi slogan politik. Menurutnya, publik hingga kini belum merasakan daya dobrak maupun lompatan kebijakan yang sebanding dengan ekspektasi besar masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melihat pemerintah saat ini lebih banyak menjalankan rutinitas daripada menghadirkan lompatan. Sektor pertanian dan peternakan belum menunjukkan terobosan yang kuat, sektor sosial justru menimbulkan persoalan dalam penerapan data desil, dan pelayanan kesehatan berjalan seperti biasa,” ujar Baret Mega kepada redaksi, Senin (7/9/2026).

Ia juga menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor ketenagakerjaan yang dinilai membutuhkan keberanian nyata dari Pemkab Jombang untuk mengambil tindakan konkret.

“Ini bukan persoalan kecil, ini menyangkut kehidupan dasar masyarakat Jombang,” tegasnya.

Pertanyakan Kinerja BUMD dan Peran Sekda

Tak berhenti di situ, pengelolaan pajak daerah serta peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga tak luput dari sasarannya. Baret Mega menilai BUMD di Jombang belum optimal dalam menyumbang pendapatan daerah maupun menjadi penggerak ekonomi, melainkan hanya berdiri secara kelembagaan tanpa target kontribusi yang jelas.

Dalam konteks tersebut, ia secara khusus mempertanyakan peran Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, sebagai Panglima ASN di lingkungan Pemkab Jombang.

“Di sinilah saya mempertanyakan peran Sekda Agus Purnomo. Sekda bukan hanya pejabat yang memastikan administrasi selesai, tetapi harus menjadi motor koordinasi dan akselerasi birokrasi. Kalau semua sektor hanya berjalan normatif, lalu di mana terobosan dan formulasi kebijakan yang benar-benar berdampak?” cetusnya.

Ia bahkan menyinggung julukan “Agus Beres” yang melekat pada sosok Sekda agar dibuktikan melalui capaian kerja yang terukur, bukan sekadar opini.

“Julukan itu bukan ukuran kinerja. Ukuran kinerja adalah berapa banyak persoalan masyarakat yang bisa diselesaikan. Kalau sektor vital masih menghadapi banyak pertanyaan, publik berhak menguji apakah benar ‘Agus Beres’, atau jangan-jangan sekarang lebih tepat disebut ‘Agus Insyaallah’,” sentilnya pedas.

Soroti Maraknya Baliho Bupati

Selain masalah birokrasi dan ekonomi, Baret Mega mengkritisi maraknya reklame dan baliho bergambar Bupati Warsubi yang bertebaran di berbagai sudut wilayah Jombang. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terjebak pada pencitraan visual semata.

“Jangan sampai yang paling cepat terlihat oleh masyarakat justru foto Bupati di reklame, sementara hasil pembangunan belum terasa kuat. Pemerintah seharusnya memperbanyak hasil kerja, bukan memperbanyak wajah di ruang publik,” sindirnya.

Menutup pernyataannya, Baret Mega mendesak Pemkab Jombang untuk segera melakukan koreksi total dan membuktikan janji perubahan dengan aksi nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

“Jombang tidak membutuhkan pemerintahan yang sekadar berjalan, melainkan pemerintahan yang bergerak, berani melakukan koreksi, dan hasilnya bisa diukur. Masyarakat tidak makan slogan, tidak hidup dari julukan, dan tidak sejahtera hanya karena melihat baliho. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata,” pungkasnya.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara
*Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla*
Babinsa Koramil 02/Sidikalang Pantau Aksi Pedagang Pasar, Tuntutan Kenaikan ILP Berujung Musyawarah
Babinsa Koramil 07/Salak Ajak Linmas dan Perangkat Desa Perkuat Deteksi Dini, Keamanan Desa Jadi Perhatian Bersama
Babinsa Koramil 04/Tigalingga Pantau Penyaluran BLT-DD Tahap III di Desa Palding
Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Parongil Sisir Ladang dan Ingatkan Petani Tak Bakar Lahan
Sinergi Lintas Institusi Percepat Penanganan Karhutla di Desa Penusupan, Pangkah
Marsya Kayla Dwi Asih, Siswi SDN Talok 02, Tampil di Festival Tunas Bahasa Ibu 2026

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:14 WIB

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara

Selasa, 8 September 2026 - 20:46 WIB

*Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla*

Selasa, 8 September 2026 - 20:40 WIB

Babinsa Koramil 02/Sidikalang Pantau Aksi Pedagang Pasar, Tuntutan Kenaikan ILP Berujung Musyawarah

Selasa, 8 September 2026 - 20:30 WIB

Babinsa Koramil 07/Salak Ajak Linmas dan Perangkat Desa Perkuat Deteksi Dini, Keamanan Desa Jadi Perhatian Bersama

Selasa, 8 September 2026 - 20:17 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Parongil Sisir Ladang dan Ingatkan Petani Tak Bakar Lahan

Selasa, 8 September 2026 - 10:48 WIB

Sinergi Lintas Institusi Percepat Penanganan Karhutla di Desa Penusupan, Pangkah

Selasa, 8 September 2026 - 10:38 WIB

Marsya Kayla Dwi Asih, Siswi SDN Talok 02, Tampil di Festival Tunas Bahasa Ibu 2026

Selasa, 8 September 2026 - 10:15 WIB

Baru 2 Tahun, Tribun Rp179 Juta di Sungai Sahut Sudah Retak dan Amblas

Berita Terbaru

NASIONAL

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:14 WIB