Wali Kota HRB, Mungkin Butuh “Abu Nawas” yang Tak Pernah Diundang

NASIONAL DETIK

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 14:25 WIB

50452 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

@jejakjikmah

Kisah Abu Nawas dan Hutang Khalifah Hikmah dari Kisah Abu Nawas dan Hutang Khalifah : 1. Hati manusia lebih mudah digerakkan dengan keteladanan 2. Kebaikan yang lahir dari keikhlasan lebih berkah 3. Kepemimpinan sejati bukan menekan, tapi mengajak Kisah Abu Nawas bukan sekadar cerita lucu, tetapi sarat pesan moral dan nilai-nilai Islami. Dalam video ini, kita belajar bahwa kecerdikan harus disertai kejujuran, kesabaran, dan tawakal kepada Allah. Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap ujian hidup, selalu ada hikmah yang bisa dipetik. 📌 Subscribe untuk kisah Islami, motivasi, dan hikmah kehidupan lainnya. #kisahislami #abunawas

♬ suara asli – Jejak Hikmah – Jejak Hikmah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Subulussalam, detiknasional.com. Di ruang-ruang pemerintahan Kota Subulussalam, persoalan tak pernah datang satu-satu. Ia hadir berombongan: janji kampanye yang belum tertunaikan, harapan tim sukses yang menunggu giliran, hingga tarik-menarik kepentingan dalam penempatan jabatan strategis.

Bagi Wali Kota H.Rasid Bancin (HRB), yang lahir dari dukungan multi partai dan latar belakang ulama muda, situasi ini bukan sekadar rumit—melainkan berlapis. Setiap keputusan seperti berdiri di persimpangan: antara profesionalitas dan balas budi, antara visi besar dan tekanan realitas.

Di sisi lain, hubungan antar unsur Forkopimda menuntut keharmonisan, Sementara di internal birokrasi, fenomena mundurnya sejumlah pejabat eselon II dan III menambah daftar pekerjaan rumah yang tak sederhana,
Sebagian program memang telah berjalan.

Bantuan lahan perkebunan untuk dayah dan masyarakat miskin ekstrem menjadi salah satu langkah konkret, Meski demikian, istilah “miskin ekstrem” sendiri masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya memahami batas dan kriterianya.

Namun, satu hal yang paling diingat publik adalah janji besar itu: menuntaskan defisit anggaran dan beban utang daerah,
“Jika saya tidak mampu menyelesaikan defisit, selama tiga tahun, saya siap mundur,” demikian komitmen yang berulangkali disampaikan HRB dalam forum resmi,
Sebuah pernyataan yang bukan sekadar administratif, tetapi bernuansa moral—bahkan spiritual.

Di tengah situasi yang kian padat itu, muncul usulan yang terdengar ganjil sekaligus jenaka. Pimpinan LSM Suara Putra Aceh, Anton Steven Tin, menyebut pemerintahan HRB mungkin membutuhkan sosok “Abu Nawas”.

Bukan untuk menghibur, melainkan untuk memberi cara pandang.
Dalam khazanah cerita Islam, Abu Nawas dikenal bukan hanya sebagai pelawak istana, tetapi juga pemikir yang cerdik, Ia kerap menyelesaikan persoalan rumit dengan cara sederhana—kadang nyaris tak masuk akal, tetapi selalu tepat sasaran.

Konon, suatu hari seorang raja mengeluh kepadanya. Istana terasa sesak oleh persoalan: pejabat saling berebut pengaruh, rakyat datang silih berganti membawa tuntutan, dan keputusan-keputusan terasa makin sulit diambil,
Alih-alih memberi nasihat panjang, Abu Nawas justru membawa seekor kambing ke dalam ruang sidang.

Ia memasukkan kambing itu bersama para pejabat ke dalam ruangan sempit,Tak butuh waktu lama, ruangan itu berubah ricuh—bau, gaduh, dan penuh keluhan,
Beberapa saat kemudian, kambing itu dikeluarkan.

Ajaibnya, ruangan yang sama tiba-tiba terasa lapang, Para pejabat menghela napas lega, seolah masalah telah berkurang setengahnya,
Raja bingung.

Abu Nawas hanya tersenyum,
“Paduka, masalah sering kali terasa berat bukan karena besarnya, tetapi karena terlalu banyak yang dimasukkan dalam satu ruang tanpa diatur, Keluarkan yang tak perlu, maka yang tersisa akan terasa ringan.”
Kisah itu terdengar sederhana, bahkan lucu, Namun di balik kelucuannya, tersimpan pelajaran yang dalam: kepemimpinan bukan tentang menampung semua keinginan, melainkan tentang keberanian memilih.

Dalam perspektif Islam, amanah kepemimpinan adalah tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Allah.
Kejujuran dalam mengakui keterbatasan, serta kesungguhan dalam menepati janji, menjadi fondasi utama.

Di Subulussalam, publik tidak menuntut kesempurnaan,Mereka menunggu kejelasan—tentang arah kebijakan, tentang prioritas pembangunan, dan tentang realisasi janji yang telah diucapkan,
Mungkin benar, pemerintahan tidak benar-benar membutuhkan Abu Nawas sebagai sosok, Tapi nilai-nilai yang ia bawa—kecerdikan, kesederhanaan, dan kebijaksanaan—barangkali menjadi hal yang justru paling dibutuhkan saat ini.

Sebab pada akhirnya, persoalan pemerintahan bukan sekadar soal angka defisit atau posisi jabatan. Ia adalah soal bagaimana seorang pemimpin menjaga hati tetap jernih di tengah keruhnya kepentingan.//Salman**

Berita Terkait

Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Kunker”Kapolda Aceh Disambut Tarian Dampeng di Polres Subulussalam
Kepala SMAN 1 Simpang Kiri Apresiasi Prestasi Khaisya Arasi Solin, Motivasi Siswa Terus Ukir Prestasi untuk Subulussalam
Saksi Fakta ” Desak Ketua Apkasindo Aceh Dicopot, Sengketa Lahan Transmigrasi Longkib Kian Memanas
Program Peremajaan Sawit di Subulussalam Disorot, Warga Nilai Pekerjaan “Asal Jadi”
Maladministrasi di Ujung Barat: Dugaan Pelanggaran HAM Berkedok Peraturan Desa di Subulussalam*
Warga Lae Saga Bantah Jual Lahan Transmigrasi, Skandal Longkib Kian Melebar
Dua Kasus Lahan Transmigrasi Mengemuka, Dugaan Mafia Tanah Longkib Kian Terang namun Sulit Terurai

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:21 WIB

OBJEK PBB P2 DIDUGA KUAT MASUK KAWASAN HUTAN, BAPENDA LAMBAR : “KAMI TIDAK TAHU!”

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:14 WIB

JIKA INDONESIA INGIN MAJU, BELAJARLAH DARI NEGARA YANG SUDAH MAJU, PESAN KIAI IMAM JAZULI MELEPAS 300 SANTRI KE CHINA

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:10 WIB

Pemuda dan Mahasiswa Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Program MBG Melalui Diskusi Publik di Banten

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:06 WIB

Kemenduk Bangga/BKKBN Banten Peringati Satu Tahun Program TAMASYA

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:51 WIB

Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:46 WIB

Kodim 0206/Dairi Rampungkan Rehabilitasi Jembatan Gantung di Pakpak Bharat

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Bantu Pascapanen Jagung Milik Petani di Pakpak Bharat

Berita Terbaru