Unesa dan BRIDA Desain Teknologi GIS Bantu Petani Komoditas Unggulan Jatim Hadapi Perubahan Iklim

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 1 November 2025 - 09:02 WIB

5099 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur melakukan kajian strategi mitigasi perubahan iklim berbasis data spasial. Program riset ini menyasar sejumlah komoditas strategis Jawa Timur seperti padi, jagung, tebu dan kopi yang menjadi penopang utama ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Tim peneliti FKP Unesa terdiri dari Dr. Umiyati Sabang (Prodi Agribisnis Digital), Riska Muizzu (Prodi Biosains Hewan) dan Amirusolihin (Agribisnis Digital).

Kepala BRIDA Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H. M.Kes., mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat riset terapan di daerah untuk menghadapi dampak perubahan iklim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perubahan iklim sudah kita rasakan dampaknya, mulai dari pola hujan yang bergeser hingga potensi gagal panen. Melalui riset berbasis data spasial, kami ingin memastikan kebijakan pembangunan pangan di Jawa Timur benar-benar berbasis bukti ilmiah,” ujarnya di Surabaya, 30 Oktober 2025.

Menurutnya, data spasial memungkinkan pemetaan yang lebih akurat terhadap wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan, banjir, maupun perubahan pola musim yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Himawan Estu Bagijo, S.H., M.H., peneliti di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur Sekaligus Koordinator Inovasi dan Invensi BRIDA Jatim mengatakan bahwa mitigasi perubahan iklim perlu didukung data spasial yang akurat sehingga hasilnya dapat dijadikan rekomendasi pemerintah provinsi dalam pencapaian program ketahanan pangan sekaligus memperkuat posisi Jatim sebagai gerbang nusantara baru.

“Riset mitigasi perubahan iklim pada komoditas strategis perlu didukung oleh data spasial yang akurat agar kebijakan yang diambil benar-benar efektif dan adaptif terhadap kondisi lokal, tentu ini sangat membantu pemerintah provinsi Jatim dalam pencapaian program ketahanan pangan dan memperkuat posisi Jatim sebagai gerbang nusantara baru.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ketahanan Pangan, Prof. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Applc.Sc, menjelaskan bahwa penelitian ini mengintegrasikan teknologi Geographic Information System (GIS), dan analisis geoinformatika untuk mengidentifikasi potensi dampak iklim di berbagai kawasan pertanian Jawa Timur.

“Kami berupaya memberikan gambaran berbasis data tentang tingkat kerentanan wilayah terhadap perubahan iklim. Dari situ, kebijakan adaptasi pangan dapat disusun dengan lebih presisi,” tutur Prof. Nining.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Umiyati Sabang, menambahkan bahwa riset ini akan menghasilkan dashboard interaktif berbasis GIS yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, akademisi, dan petani.

“Dashboard ini akan menampilkan peta kerentanan iklim dan potensi perubahan produktivitas lahan. Kami berharap hasilnya bisa menjadi panduan dalam menyusun strategi mitigasi dan adaptasi iklim di tingkat kabupaten/kota,” jelasnya.

Selain mitigasi, penelitian juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi pertanian adaptif dan peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem.

“Kami ingin menghadirkan riset yang langsung bisa diterapkan di lapangan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa riset akademik bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kerja sama ini, BRIDA Jatim menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik guna menjaga ketahanan pangan berkelanjutan di tengah tantangan iklim global.

Tim Redaksi

Berita Terkait

SPPG Nurul Haromain Kertagena Laok Perkuat Solidaritas Lewat Buka Puasa Bersam
Marak OTT Kepala Daerah, PNIB : Hasil Korupsi Adalah Uang Rakyat Bukan Kerugian Negara, Korupsi Memicu Suburnya Intoleransi Anarkisme Khilafah Terorisme
LBHAM Mengutuk Keras Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus. APH Harus mengusut Tuntas Hingga Aktor Intelektualnya Terkuak
Bupati Tulungagung Lakukan Sidak, Pantau Pelaksanaan Program Bantuan Makanan Bergizi Di Sekolah
Dugaan Pelanggaran SOP: Kasi Intel Kejari Merangin Diperingatkan LSM Sapurata.
Transparansi yang Terbelenggu: Rakyat Kudu Tagih Akuntabilitas di Nganjuk
Finalisasi Berkas: Polres Merangin Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Dana BOS SMAN 6 Merangin.
Aksi Nyata Kepedulian! GEMPITA Salurkan Sembako Bagi Warga Kurang Mampu di Tulungagung

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:18 WIB

Rokok MADHANI, Produk Asli Gunungkidul berani bersaing dipasaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:11 WIB

Arus Mudik H-7 Lebaran 2026, Penumpang Jawa–Sumatera Tembus 72 Ribu Orang

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:16 WIB

Lampu Hijau” Bangunan Liar : Dugaan Skandal ’86’ Oknum Satpol PP Tangsel di Lahan Pasif

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:06 WIB

Polrestabes Makassar Bantah Isu “Tangkap-Lepas” Kasus Narkotika Liquid, Disebut Hoaks & Tidak Berdasar

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:13 WIB

Arus Penyeberangan Merak–Bakauheni H-8 Lebaran 2026 Menurun Dibanding Tahun Lalu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:34 WIB

Kades Terentang Hilir Salurkan 42 Paket Sembako, MAUNG Kubu Raya: Contoh Pelayanan yang Baik untuk Warga

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:53 WIB

“Satria & Bidun Tak Tersentuh: Gurita Oli Palsu Tangerang Diduga ‘Peliharaan’ Oknum Aparat lintas Level”

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:43 WIB

Oknum Mengaku Buser Polres Serang Kota Diduga Tipu Ibu Paruh Baya Rp25 Juta: Janji Kebebasan Berujung Blokir

Berita Terbaru