TOKOH SERIKAT ISLAM DAN PERJUANGAN MENUJU KEMERDEKAAN RI

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:33 WIB

50106 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kilas Sejarah,

Nasionaldetik.com,—-13 Agustus 2026 Serikat Islam adalah organisasi massa modern pertama di Nusantara yang menggabungkan semangat agama, kebangkitan ekonomi, dan pergerakan nasional. Dari bermula Serikat Dagang Islam (1909) hingga berubah menjadi Serikat Islam (1912), tokoh-tokohnya menjadi pelopor menyatukan rakyat melawan penjajahan dan meletakkan pondasi kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

TOKOH PUSAT DAN JEJAK PERJUANGANNYA

1. Haji Samanhudi – Perintis Persatuan Ekonomi

Pedagang batik kelahiran Surakarta yang mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI) di Bandung tahun 1909. Ia sadar kemiskinan pribumi bermula dari lemahnya persatuan dagang di hadapan kongsi dagang Belanda dan pedagang asing. Melalui SDI, ia mendorong pedagang pribumi bermitra, saling bantu, dan tidak bergantung pada sistem eksploitasi kolonial. Langkah ini menjadi cikal bakal berdirinya gerakan massa berskala nasional.

2. H.O.S. Tjokroaminoto – Pemersatu Rakyat

Tahun 1912 mengubah SDI menjadi Serikat Islam dengan visi lebih luas: kemajuan sosial, pendidikan, dan politik berlandaskan nilai Islam. Dijuluki “Raja Tanpa Mahkota”, ia mampu menyatukan lebih dari 2 juta anggota lintas suku, pulau, dan lapisan. Ia mengajarkan: “Islam adalah persaudaraan sejati, dan persaudaraan itulah dasar nasionalisme kita”. Di rumahnya di Surabaya, Soekarno muda tinggal dan belajar berpolitik, yang kemudian mewarisi semangat persatuan itu dalam merumuskan Indonesia merdeka. Meski wafat 1934, ajarannya hidup menggerakkan persiapan proklamasi.

3. Haji Agus Salim – Diplomat dan Pemikir

Penyambung visi antar-elemen bangsa, baik agama, sekuler, maupun beretnis. Ia mengartikulasikan perjuangan Serikat Islam dalam wacana internasional, sekaligus menjaga kesatuan internal pergerakan. Terlibat aktif dalam BPUPKI dan PPKI, gagasannya memastikan kemerdekaan menjadi milik seluruh rakyat tanpa mengorbankan keberagaman dan nilai agama.

4. Abdul Muis – Pelawan Melalui Pers dan Tulisan

Ia menggunakan tulisan dan orasi menyoroti ketidakadilan hukum serta diskriminasi kolonial. Terlibat dalam penyusunan petisi dan pernyataan yang membangun kesadaran bahwa nasib seluruh pribumi sama: terbelenggu sampai negara berdiri sendiri.

5. Tokoh Lain

Mas Mansur, Ahmad Hasan, dan Arifin berperan memperkuat pendidikan rakyat, koperasi, serta mendidik kader muda yang kelak duduk di barisan persiapan kemerdekaan.

TOKOH SERIKAT ISLAM JAWA BARAT: JEJAK DARI TASIKMALAYA DAN SEKITARNYA

Wilayah ini menjadi salah satu benteng pergerakan Serikat Islam yang paling kokoh, berkat tokoh-tokoh akar rumput:

📍 Kabupaten & Kota Tasikmalaya

– KH. Abdurrahman: Memimpin cabang Serikat Islam Tasikmalaya; pesantren dan masjid menjadi markas penyebar berita dan latihan kesadaran nasional. Pasca 17 Agustus 1945, ia segera turun mengumumkan kemerdekaan ke desa-desa dan mengajak menjaga ketertiban.
– KH. Ilyas & H. Sanusi: Menggalang petani lewat pesan keadilan ekonomi—menolak sistem bagi hasil yang merugikan dan membangun kebersamaan bekal perjuangan.
– H. Eman Suryaman: Berjasa mengantar kabar proklamasi ke pelosok pedalaman Tasikmalaya yang sulit terjangkau.

📍 Ciamis

– KH. Moh. Sholeh: Memanfaatkan majelis taklim mengajarkan cinta tanah air; mengumpulkan pemuda untuk ikut menjaga kemerdekaan.
– H. Zaenal Alimin: Menjadi penghubung informasi antar-daerah saat komunikasi sulit dilakukan.

📍 Garut

– KH. Hasan Basri: Menggelar rapat akbar sesaat setelah proklamasi, menyerukan rakyat tetap bersatu menjaga hasil perjuangan.
– H. Ruhiyat: Menggerakkan usaha rakyat agar pasokan logistik pejuang tetap terjaga.

PERAN PENUH MENJELANG 17 AGUSTUS 1945

Kader Serikat Islam melanjutkan estafet perjuangan pendahulunya:
✅ Di BPUPKI & PPKI: Gagasan keadilan, kedaulatan rakyat, dan nilai ketuhanan menjadi bagian tak terpisahkan dari dasar negara.
✅ Pengamanan & Dukungan: Menjaga tokoh proklamator, menyembunyikan naskah penting, serta mengamankan lokasi perumusan kemerdekaan.
✅ Penyebaran Kabar: Melalui jaringan masjid, pesantren, dan kader, berita kemerdekaan sampai ke desa-desa lebih cepat dari berita resmi kolonial.
✅ Benteng Pertahanan: Segera setelah proklamasi, ribuan simpatisan bergabung dalam BKR/TKR, Barisan Pelopor, dan menjaga aset negara saat Belanda berusaha kembali berkuasa.

PENUTUP
Sejarah membuktikan: Serikat Islam adalah jembatan yang menghubungkan kesalehan pribadi dengan tanggung jawab bernegara. Tokoh-tokohnya mengajarkan—kemerdekaan bukan sekadar lepas dari penjajah asing, melainkan merdeka dari kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan. Warisan persatuan inilah yang menjadi modal terbesar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penulis: Gilang
Sumber : berbagai Pustaka Pribadi

Berita Terkait

*Kapolres Metro Jakut bersama Forkopimko Dukung Gerakan Cinta Lingkungan di Festival CiLung 2026*
*Kapolri Suyudi Siapkan Bedah Rumah Lansia di Bogor, Wujudkan Kepedulian melalui Polisi Bersama Masyarakat*
Dugaan Mark-Up Anggaran Disdikbud Tangsel Disorot, LSM KPK-RI Desak Kejati Banten Bertindak
Bareskrim Polri dan BNN Kerahkan 462 Personel, Periksa Sejumlah Kelab Malam di Jakarta dan Tangerang
Rumah Sakit Dokter Andre (RSDA) Mahakarya Andre Yulius Sebagai Dokter Hebat yang Berpikir Keras Agar Warga Sejahtera
Wujud Nyata Kemanunggalan TNI & Rakyat di Tanah Karo
Perkuat Kamtibmas Wilayah, Babinsa Kodim 0205/TK Sisir Objek Vital dan Tempat Nongkrong Warga di Barusjahe
Demi Keselamatan Bersama, Patroli Zona Merah Sinabung Terus Digencarkan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:25 WIB

*Kapolres Metro Jakut bersama Forkopimko Dukung Gerakan Cinta Lingkungan di Festival CiLung 2026*

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:18 WIB

*Kapolri Suyudi Siapkan Bedah Rumah Lansia di Bogor, Wujudkan Kepedulian melalui Polisi Bersama Masyarakat*

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:58 WIB

Dugaan Mark-Up Anggaran Disdikbud Tangsel Disorot, LSM KPK-RI Desak Kejati Banten Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Bareskrim Polri dan BNN Kerahkan 462 Personel, Periksa Sejumlah Kelab Malam di Jakarta dan Tangerang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Wujud Nyata Kemanunggalan TNI & Rakyat di Tanah Karo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Perkuat Kamtibmas Wilayah, Babinsa Kodim 0205/TK Sisir Objek Vital dan Tempat Nongkrong Warga di Barusjahe

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Demi Keselamatan Bersama, Patroli Zona Merah Sinabung Terus Digencarkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa

Berita Terbaru