“Skandal Begal Administrasi LP2B Jombang: Hak Milik Warga Dirampas Senyap Dari Balik Meja Pejabat!”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 07:35 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com— 17 September 2026 Penetapan Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jombang disinyalir telah melenceng jauh dari semangat perlindungan ketahanan pangan nasional dan bergeser menjadi bentuk “Begal Administrasi” terhadap hak atas tanah milik masyarakat.

Pimpinan Redaksi, Ir. Edi Supriadi, M.T., menyampaikan kecaman keras dan pernyataan sikap terbuka atas kezaliman administratif yang diduga kuat dilakukan secara tertutup, sepihak, dan ugal-ugalan oleh oknum pejabat instansi teknis di lingkungan Pemkab Jombang.

“Pemerintah dan pejabat dibayar dari keringat dan pajak rakyat, bukan untuk menindas rakyat! Menetapkan status lahan secara sepihak tanpa sosialisasi, tanpa persetujuan, dan tanpa ground check yang jujur adalah bentuk tindakan otoriter berbasis dokumen. Ini tidak adil, tidak bermoral, dan sangat keterlaluan!” tegas Ir. Edi Supriadi, M.T.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan pengusulan dan penetapan sepihak lahan-lahan milik warga—termasuk area pemukiman, pekarangan, dan tanah bersertifikat hak milik (SHM)—ke dalam peta zonasi LP2B/LBS. Akibatnya, nilai keperdataan tanah warga terpasung, hak guna lahan terbelenggu, dan masyarakat kehilangan kedaulatan atas tanahnya sendiri tanpa pernah ada ganti rugi maupun kompensasi.

Pengkritik & Pembela Rakyat: Ir. Edi Supriadi, M.T. bersama jajaran LSM KPK-N Jatim serta jaringan warga pemilik tanah yang dirugikan.

Pihak Bertanggung Jawab: Oknum Pejabat Dinas Pertanian, Dinas PUPR, serta Bappeda Kabupaten Jombang yang memproduksi data mentah LBS/LP2B secara desk-bound (hanya dari balik meja) tanpa validasi lapangan yang sahih.

Menyeluruh di wilayah hukum Kabupaten Jombang, Jawa Timur—khususnya pada kawasan-kawasan perbatasan pemukiman dan zona berkembang yang dipatok secara asal-asalan.

Saat warga mulai menyadari sertifikat tanah milik mereka tidak dapat dijaminkan, dipindahnamakan, atau dimanfaatkan sesuai kebutuhan akibat terkunci status LP2B/LBS yang ditetapkan secara siluman dalam produk regulasi daerah beberapa waktu terakhir.

Melanggar Asas Keterbukaan: Proses pemetaan dilakukan secara ‘senyap’ tanpa melibatkankelompok tani maupun pemilik tanah secara personal.

Manipulasi Data Spasial: Lahan yang secara riil sudah menjadi bangunan, pemukiman, atau sarana umum tetap dipaksa masuk ke dalam peta LBS demi mengejar target administratif pejabat.

Penyalahgunaan Wewenang (Abuse of Power): Aparat memanfaatkan otoritas regulasi untuk mengontrol aset privat masyarakat tanpa menghormati UUD 1945 Pasal 28H ayat (4) yang menjamin hak milik pribadi tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang.

Audit Total & Verifikasi Ulang (Ground Check): Menuntut Pemkab Jombang membatalkan peta LP2B/LBS yang bermasalah dan melakukan validasi ulang secara faktual dengan melibatkan pemilik tanah secara langsung.

Copot Oknum Pejabat Terkait: Mendesak Pj/Bupati Jombang untuk mengevaluasi dan mencopot oknum Kepala Dinas maupun teknisi pemetaan yang tidak profesional dan bersikap arogan kepada rakyat.

Garuda Perkasa Nusantara Jatim membuka Posko Pengaduan Korban LBS/LP2B Jombang dan siap memfasilitasi Gugatan PTUN serta pelaporan pidana atas dugaan pemalsuan dokumen/keterangan palsu dalam peta ruang publik.

Bikinkan foto banner sesuai draft ini yang lebih kritis dan tajam dan lebih cantik lagi. PERNYATAAN SIKAP TEGAS IR. EDI SUPRIADI, M.T.

Jombong Bukan Lahan Tanpa Pemilik: Pejabat jangan bertindak seolah-olah seluruh tanah di Jombang adalah milik nenek moyangnya. Setiap jengkal tanah bersertifikat milik rakyat wajib dihormati kedudukan hukumnya.

Stop Perlindungan Kepatuhan Palsu: Ketahanan pangan tidak akan pernah tercapai jika dibangun di atas penderitaan dan perampasan hak-hak dasar petani dan pemilik tanah.

Peringatan Keras Bagi Aparat: Jika tuntutan evaluasi total ini diabaikan, kami akan mengkonsolidasikan kekuatan masyarakat sipil untuk melakukan aksi massa dan membawa persoalan ini ke tingkat Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, serta Ombudsman RI.

Tim Investigasi Redaksi

Berita Terkait

Edi Supriadi Mengutuk Keras Penyerobotan Lahan Hj. Siti Khusnul: “Jangan Biarkan Hukum Tunduk pada Uang!”
Warga Muratara Keluhkan Mobil Tangki BBM Industri Lewati Jalan Kelas III
Tudingan Penghilangan CCTV Memanas: PERIMA dan IWO Indonesia Desak Kapolda Aceh Ambil Alih Kasus Pengeroyokan Jurnalis di PT SSM
Menakhodai Abad Kedua NU: Menakar Kompas Moral dan Visi Transformatif Gus Kikin
Kemarau Melanda, Warga Kamuning Sumberjaya Diserbu Bantuan Air Bersih, Babinsa Turun Langsung
Kodim 0206/Dairi Bangun Jembatan Garuda untuk Buka Akses Petani di Lau Pakpak
Jembatan Beton Garuda Mulai Dibangun, Akses Petani Kuta Tinggi Pakpak Bharat Perlahan Dibuka
Babinsa Koramil 07/Salak Dekat dengan Warga, Ngopi Bareng Jadi Ruang Bertukar Informasi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 07:46 WIB

Edi Supriadi Mengutuk Keras Penyerobotan Lahan Hj. Siti Khusnul: “Jangan Biarkan Hukum Tunduk pada Uang!”

Kamis, 17 September 2026 - 07:35 WIB

“Skandal Begal Administrasi LP2B Jombang: Hak Milik Warga Dirampas Senyap Dari Balik Meja Pejabat!”

Kamis, 17 September 2026 - 07:20 WIB

Warga Muratara Keluhkan Mobil Tangki BBM Industri Lewati Jalan Kelas III

Kamis, 17 September 2026 - 06:58 WIB

Menakhodai Abad Kedua NU: Menakar Kompas Moral dan Visi Transformatif Gus Kikin

Kamis, 17 September 2026 - 06:35 WIB

Kemarau Melanda, Warga Kamuning Sumberjaya Diserbu Bantuan Air Bersih, Babinsa Turun Langsung

Rabu, 16 September 2026 - 22:30 WIB

Kodim 0206/Dairi Bangun Jembatan Garuda untuk Buka Akses Petani di Lau Pakpak

Rabu, 16 September 2026 - 22:22 WIB

Jembatan Beton Garuda Mulai Dibangun, Akses Petani Kuta Tinggi Pakpak Bharat Perlahan Dibuka

Rabu, 16 September 2026 - 22:06 WIB

Babinsa Koramil 07/Salak Dekat dengan Warga, Ngopi Bareng Jadi Ruang Bertukar Informasi

Berita Terbaru