Sejarah Lahirnya Nahdlatul Ulama dan Perspektif Indonesia di Masa Depan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:38 WIB

50112 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Gilang Ferdian

Atas Nama Redaksi, mengucapkan Selamat Hari Lahirnya Nahdatul Ulama 2026

NasionalDetik. com,— Sejarah Lahirnya
Nahdlatul Ulama (NU) didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur, dengan tokoh utama pendirinya KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri, serta nama organisasi diberikan oleh Kiai Mas Alwi Abdul Aziz Al Zamad Ghon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahirnya NU merupakan rangkaian panjang dari perjuangan sebagai respons terhadap berbagai masalah keagamaan, peneguhan mazhab, serta keprihatinan kebangsaan dan sosial masyarakat. Awalnya, sekitar pertengahan tahun 1924, KH Wahab Chasbullah telah menggagas pendirian organisasi ini dan menyampaikannya kepada KH Hasyim Asy’ari untuk meminta petunjuk, namun saat itu belum disetujui sebelum mendapatkan petunjuk melalui sholat istikharah.

Cikal bakal NU juga terkait dengan Komite Hijaz, yang dibentuk sebagai tanggapan atas kebijakan pemerintah Arab Saudi saat itu yang ingin membongkar makam Nabi Muhammad SAW dan memberlakukan mazhab Wahabi secara resmi, menolak mazhab lain. Para ulama pesantren, terutama KH Wahab Chasbullah, berusaha menyampaikan kekhawatiran ini melalui forum Centraal Comite Chila Fat (CCC) tahun 1921, namun tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.

Proses pendiriannya juga melibatkan serangkaian amanah spiritual, seperti pengiriman tasbih dan bacaan Asmaul Husna oleh santri As’ad dari KH Cholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asy’ari pada akhir tahun 1925, setelah sebelumnya juga pernah diutus untuk memberikan tongkat dengan ayat Al-Qur’an Surat Thaha ayat 17-23 pada akhir tahun 1924. Setelah menerima petunjuk tersebut, akhirnya NU resmi berdiri, bukan melalui perangkat formal semata, melainkan melalui proses lahir dan batin yang penuh dengan pertimbangan spiritual dan keprihatinan terhadap umat serta bangsa.

Perspektif Indonesia di Masa Depan dari Sudut Pandang NU

– Islam Moderat sebagai Fondasi: NU selalu mengusung Islam yang berlandaskan prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat, yang diyakini menjadi kunci untuk menjaga persatuan bangsa dan menangkal radikalisme serta terorisme. Melalui pendidikan di pesantren, lembaga pendidikan NU, dan organisasi sayap seperti GP Ansor serta Banser, NU berperan dalam membangun ideologi kebangsaan dan menjaga stabilitas nasional.
– Peran dalam Pembangunan Nasional: NU berperan aktif dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi. Melalui lembaga seperti Laziz NU dan koperasi pesantren, NU berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang dianggap sebagai bagian penting dari pertahanan nasional berbasis human security.
– Menjadi Pusat Peradaban Baru Islam: NU berperan besar dalam memposisikan Indonesia sebagai pusat peradaban baru Islam, mengingat nilai-nilai moderasi dan toleransi yang diamalkan oleh umat Islam di Indonesia mampu meredam gejolak yang dipicu oleh persoalan ikhtilaf. Model dakwah Wali Songo yang dikembangkan oleh NU juga mendapatkan apresiasi dari kalangan ilmuwan dan tokoh dunia Islam, serta didukung oleh aktivitas para aktivis NU di luar negeri melalui PCI-NU yang tersebar di penjuru dunia.
– Penguatan Kader dan Inklusivitas: Dalam menghadapi tantangan masa depan yang lebih kompleks dan mondial, NU terus berupaya memperluas basis kader yang lebih heterogen, dengan memasukkan unsur tokoh perempuan, tokoh pondok pesantren utama, dan unsur pemangku kewilayahan di Nusantara, serta menghilangkan sekat latar belakang politik agar dapat saling mengontrol dan bekerja sama untuk kemajuan bangsa.

Penulis : Gilang
Editor : Pemimpin Redaksi

Berita Terkait

Mengenal BSSN: Sejarah, Transformasi, dan Pentingnya Literasi Keamanan Siber
Sejukkan Suasana Ramadan, Kapolda Jabar Sambangi Ponpes Cipasung Singaparna
Kantah Kabupaten Tasikmalaya Terima Kunjungan Tim Pembina Kanwil BPN Jabar Terkait Monitoring PDDM
Tim Pembina Kanwil BPN Jawa Barat Laksanakan Pembinaan PTSL TA 2026 di Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya
Himbauan Kepada Masyarakat: Persiapkan Berkas PTSL, Pastikan Hakmu dan Amankan Tanahmu
Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya Laksanakan Evaluasi PDDM
Pembina Tekankan Percepatan Pemberkasan PTSL Tahun 2026
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat atas Diraihnya Gelar Doktor Dr. H. Cecep Nurul Yakin

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 00:08 WIB

Bupati Karo Hadiri Kegiatan KKI dan PI GBKP RG Batang Serangan di GBKP Desa Mburidi, Kecamatan Kutabuluh

Minggu, 19 April 2026 - 00:04 WIB

Pemkab Karo Turut Hadir Dalam Perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun

Sabtu, 18 April 2026 - 22:22 WIB

Unik dan Humanis, Polsek Munte Persilakan Warga Gunakan Halaman Mapolsek untuk Resepsi Pernikahan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:17 WIB

Satlantas Polres Karo Amankan Pawai Arak Cita Gemilang Yayasan Ad Dakwah Kabanjahe

Sabtu, 18 April 2026 - 22:11 WIB

Polsek Simpang Empat Amankan Pembukaan Jambore Cabang Karo XII Tahun 2026

Sabtu, 18 April 2026 - 22:05 WIB

Empat Pria Diciduk Unit 1 Satnarkoba Polres Karo, 75 Batang Ganja Ditemukan di Perladangan Karo

Sabtu, 18 April 2026 - 00:06 WIB

Bupati Karo Jadi Teladan dalam Gerakan Car Free Day, Dorong ASN dan Masyarakat Hemat Bahan Bakar

Jumat, 17 April 2026 - 23:59 WIB

Pemkab Karo Terapkan Car Free Day Menuju Kantor Bupati sebagai Upaya Penghematan Energi dan Tindak Lanjut Arahan Pemerintah Pusat

Berita Terbaru