Sajak Korupsi di Balik Reruntuhan: Proyek “Siluman” Pasar Ploso Ambruk, Rakyat Jadi Tumbal

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:39 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – 18 Maret 2026 Slogan pembangunan yang digadang-gadang demi kesejahteraan rakyat hancur berkeping-keping bersama material bangunan Pasar Ploso yang ambruk pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 01:00 WIB.

Suasana mencekam menyelimuti ratusan pedagang dan pengunjung saat bangunan yang “baru seumur jagung” itu rata dengan tanah, meninggalkan tanda tanya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apakah ini bencana alam atau bencana moral akibat praktik korupsi?
Konstruksi Rapuh Berbiaya Miliaran
Proyek revitalisasi yang menelan anggaran miliaran rupiah dari APBD Provinsi Jawa Timur ini terbukti hanya menjadi monumen kegagalan.

Bangunan ini baru saja dinyatakan selesai pada bulan , namun hanya dalam hitungan bulan, struktur tersebut gagal menahan bebannya sendiri. Publik kini bertanya-tanya, kemana larinya aliran dana miliaran tersebut jika kualitas material yang dihasilkan justru membahayakan nyawa?

Pelanggaran UU Bangunan Gedung dan Perppu Cipta Kerja Lembaga Bantuan Hukum (LBHAM) langsung melayangkan kritik pedas terhadap penyelenggaraan bangunan ini. Berdasarkan Pasal 24 angka 38 Perppu Cipta Kerja (perubahan Pasal 40 ayat 2 UU Bangunan Gedung), setiap pemilik bangunan wajib memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Jika bangunan ini beroperasi tanpa PBG yang sah, maka ini adalah pelanggaran hukum telanjang. Kami menduga ada proses yang dipaksakan atau sengaja dilompati demi kepentingan tertentu,” tegas pihak LBHAM. Sesuai Pasal 24 angka 43 Perppu Cipta Kerja, sanksi administratif hingga pidana harus membayangi pihak-pihak terkait.
Analisis Investigasi: Tiga Dosa Besar Proyek Ploso

Kajian awal di lapangan menunjukkan adanya tiga indikasi kuat penyebab tragedi ini:

Adanya malapraktik dalam perhitungan struktur dan pengawasan lapangan yang “tidur” saat pengerjaan berlangsung.

Celah lebar dalam proses tender yang diduga dikondisikan, berujung pada pengurangan spesifikasi kualitas material demi meraup keuntungan pribadi (korupsi).

Mandulnya fungsi pengawasan DPRD Jombang. Legislatif dituding hanya menjadi “tukang stempel” kebijakan eksekutif tanpa melakukan check and balances yang nyata di lapangan.
Bupati Harus Bertanggung Jawab, APH Jangan “Tidur”
Rakyat tidak butuh sekadar permintaan maaf.

Kami menuntut pertanggungjawaban penuh dari Bupati Jombang atas kegagalan pengawasan ini. Aparat Penegak Hukum (APH), mulai dari Jaksa hingga Kepolisian, didesak segera turun gunung melakukan penyelidikan menyeluruh. Jangan biarkan “tikus-tikus kantor” bersembunyi di balik reruntuhan gedung yang mereka bangun dengan keserakahan.

Tim Investigasi Redaksi

Berita Terkait

LBHAM : Menunda Gaji Guru Berbulan-bulan Adalah Bentuk Eksploitasi dan Ketidakadilan Serta Pelanggaran HAM.
LBHAM Mengapresiasi Nalar Kritis Komisi C DPRD Jombang Dalam RDP, Tapi Tidak Mempunyai Keberanian
Inspektorat Jombang Diduga “Pasang Badan”, Upaya Mengaburkan Fakta Ambruknya Pasar Ploso Mengarah ke Obstruction of Justice?
Bangunan Pasar Ploso Untuk Kali Kedua Ambruk, LBHAM Minta bertanggungjawaban Bupati Jombang
Bangunan Pasar Ploso Untuk Kali Kedua Ambruk, LBHAM Minta bertanggungjawaban Bupati Jombang
Rakyat Berhak Mengaudit APBD, Fasilitas Umum dan Pelayanan Publik Jauh Lebih Penting Daripada Sekadar Seragam Dinas.
Penyiraman Air Keras Terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, Diduga Akibat Efek Domino Pernyataan Presiden Akan Menertibkan Penggritik
PNIB : Idul Fitri Momentum Menyatukan Perbedaan, Intoleransi, Terorisme dan Intimidasi Bukan Budaya Kita

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:59 WIB

Aroma Perjudian Menyengat di Pasar 4 Kutalimbaru: Arena Sabung Ayam Diduga Milik ‘Edy’ Beroperasi Bebas, Kapolsek Membisu

Sabtu, 18 April 2026 - 19:15 WIB

Pastikan Tepat Sasaran, TNI Dampingi Penyaluran Pupuk bagi Petani

Sabtu, 18 April 2026 - 19:01 WIB

Tangkap Debt Collector (DC) : Diteror Akan Dibunuh, Wartawan Sekaligus Ketua PERWAST Melaporkan Kepolisi

Sabtu, 18 April 2026 - 18:13 WIB

Duka Mendalam Atas Wafatnya Sekertaris Jendral PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.

Sabtu, 18 April 2026 - 17:59 WIB

LSM PKPB Resmi Laporkan Dugaan Ketidaktransparanan Dana Desa di Puluhan Desa ke BPK Banten dan Pusat

Jumat, 17 April 2026 - 23:27 WIB

Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos.,M.Si.,M.Han Ziarah ke Makam Tokoh pembangunan Riau dan Tokoh Pengibar Bendera Pertama

Jumat, 17 April 2026 - 21:57 WIB

JMI Meminta APH Untuk segera Mengambil Langkah Hukum Terhadap Laporan Dugaan Pelanggaran di BGN

Jumat, 17 April 2026 - 19:40 WIB

PEMDES TOLISETUBONO DIDUGA LAKUKAN PEMBENARAN SEPIHAK: HAK JAWAB DIMUAT, TAPI TOLAK TUNJUKKAN BUKTI DOKUMEN SAAT DIKONFIRMASI

Berita Terbaru