Nasionaldetik com, — Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Senin (31/8/2026), mendadak jadi sorotan hangat publik.
Di balik meriahnya sambutan alunan musik rebana para santri, terselip gesture politik yang dinilai sangat menohok: pengabaian terhadap Bupati Jombang yang berdiri di barisan penyambut.
Momen dingin dan pengabaian (di-cuek-in) secara terbuka oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap Bupati Jombang saat kunjungan kerja di Jombang. Gesture tersebut tertangkap kamera dari berbagai sudut pandang awak media lokal dan mendadak viral di platform digital.
Presiden RI Prabowo Subianto, Bupati Jombang, jajaran pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, serta ribuan santri dan warga Jombang.
Senin, 31 Agustus 2026.
Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Pengabaian ini memicu spekulasi politik tajam. Meskipun secara struktural politik keduanya berada dalam naungan partai yang sama, gesture dingin sang Kepala Negara diduga kuat menjadi sinyal teguran terbuka atas efektivitas kepemimpinan daerah, isu tata kelola pemerintahan di Jombang, hingga penyelarasan kebijakan pusat-daerah yang tidak berjalan optimal
Meskipun prosesi penyambutan di area GSG berlangsung meriah dengan lantunan shalawat dan alunan musik rebana khas pesantren, Presiden tampak melewati dan meminimalisir interaksi dengan Bupati Jombang.
Rekaman video dari berbagai jurnalis media lokal Jombang memperlihatkan kontras yang jelas antara keramahan Presiden kepada para kiai/pengasuh pondok dengan sikap dinginnya terhadap orang nomor satu di Pemkab Jombang tersebut.
Tim Redaksi



























