Subulussalam, detiknasional.com. Aksi pengrusakan portal jalan kebun milik masyarakat Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkip, Kota Subulussalam kembali terjadi. Ironisnya, perusakan tersebut sudah berlangsung hingga empat kali, menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah warga.
Portal yang dibangun secara swadaya oleh petani sawit setempat itu merupakan akses utama menuju kebun mereka. (4/4).
Selain sebagai pintu masuk, portal juga berfungsi sebagai pengamanan untuk mencegah pencurian hasil panen.
Akibat pengrusakan tersebut, masyarakat kembali bergotong royong memperbaiki portal yang rusak. Namun, tindakan berulang ini dinilai sudah tidak bisa lagi ditoleransi.
Warga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Subulussalam, untuk segera turun tangan dan menangkap pelaku.
“Kami minta Polres Subulussalam dan Polsek segera menangkap pelaku. Portal ini kami bangun dengan susah payah. Kalau terus dirusak, kami khawatir akan terjadi pencurian dan gangguan lain di kebun kami,” ujar sejumlah warga saat ditemui di lokasi.
Bagi masyarakat Lae Saga, kebun sawit bukan sekadar lahan usaha, melainkan sumber utama penghidupan keluarga, termasuk untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Situasi ini juga tidak lepas dari ketegangan yang sebelumnya terjadi di kawasan tersebut. Warga mengungkapkan sempat terjadi keributan dengan oknum yang diduga terkait dengan pimpinan asosiasi sawit, menyusul persoalan dugaan salah panen oleh oknum Ketua Apkasindo Aceh bersama rekan-rekannya.
Insiden tersebut bahkan disebut mengakibatkan adanya warga yang mengalami cedera dan dugaan penganiayaan, yang kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Masyarakat berharap aparat tidak hanya menindaklanjuti laporan yang telah masuk, tetapi juga segera mengungkap dan menangkap pelaku pengrusakan portal yang dinilai berpotensi memicu konflik lebih luas.
“Kalau ini dibiarkan, bisa memicu konflik yang lebih besar. Kami hanya ingin berkebun dengan aman,” tegas warga.//Salman







































