Subulussalam, detiknasional.com.
Aksi pengrusakan portal jalan kebun milik warga Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam kembali terjadi. Total, portal yang dibangun secara swadaya itu sudah dirusak hingga empat kali.(4/4).
Peristiwa ini memicu keresahan di tengah petani sawit. Portal tersebut merupakan akses utama menuju kebun sekaligus pengaman untuk mencegah pencurian hasil panen.
Akibat pengrusakan berulang, warga terpaksa kembali bergotong royong memperbaiki portal yang rusak. Namun, mereka menilai tindakan itu sudah melampaui batas.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Subulussalam, segera menangkap pelaku.
“Kami minta pelaku segera ditangkap. Portal ini kami bangun dengan susah payah. Kalau terus dirusak, kami khawatir kebun kami jadi sasaran pencurian,” ujar warga di lokasi, Sabtu (4/4/2026).
Bagi warga Lae Saga, kebun sawit merupakan sumber utama penghidupan. Hasil panen digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga hingga membiayai pendidikan anak-anak.
Situasi di kawasan tersebut juga disebut masih diliputi ketegangan. Sebelumnya, sempat terjadi keributan antara warga dengan oknum yang diduga terkait pimpinan asosiasi sawit, menyusul dugaan salah panen oleh oknum Ketua Apkasindo Aceh bersama rekan-rekannya.
Insiden itu bahkan dilaporkan menyebabkan warga mengalami cedera dan dugaan penganiayaan.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Warga berharap aparat tidak hanya menindaklanjuti laporan, tetapi juga segera mengungkap pelaku pengrusakan portal yang dinilai berpotensi memicu konflik lebih luas.
“Kalau ini dibiarkan, bisa memicu konflik besar. Kami hanya ingin berkebun dengan aman,” tegas warga.*@).







































