Perampok Uang Negara Skandal Besi Bekas di Proyek Miliaran! PPK BPJN Lampung Akui Ada Ketidaksesuaian, Masyarakat Lampung Selatan Desak APH Mengusut Tuntas

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 09:18 WIB

50212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Lampung 24/11/2025. Dugaan penggunaan besi bekas dan berkarat dalam proyek Rehabilitasi Jembatan Way Galih senilai puluhan miliar rupiah menuai reaksi keras dari Masyarakat Lampung Selatan. Temuan lapangan yang menunjukkan pembesian tidak sesuai standar diperparah dengan minimnya keselamatan kerja dan dugaan pengurangan volume.

Masyarakat Lampung Selatan: “Ini Mengancam Keselamatan, Harus Diusut!”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah tokoh dan perwakilan Masyarakat Lampung Selatan menyatakan bahwa mereka tidak dapat membiarkan proyek strategis ini dikerjakan asal-asalan. Mereka menyebut dugaan penggunaan besi bekas sebagai bukti jelas bahwa pekerjaan berjalan tanpa kualitas.

*Pernyataan publik Masyarakat Lampung Selatan*:

“Ini bukan proyek kecil. Ini jembatan yang akan dilalui masyarakat setiap hari. Dugaan penggunaan besi bekas harus diusut tuntas karena mengancam keselamatan.”

Mereka menegaskan bahwa pengerjaan jembatan harus mengutamakan standar kualitas, bukan keuntungan pihak tertentu.

*PPK BPJN Lampung Beri Jawaban Tegas*

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait temuan besi bekas yang digunakan dalam struktur, PPK BPJN Lampung memberikan pernyataan resmi:

“Akan segera kami periksa kembali, jika memang belum sesuai akan diganti. Dan terkait APD, kami sudah memberi teguran.”

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa BPJN Lampung tidak menampik adanya ketidaksesuaian material di lapangan.

Namun masyarakat menilai pernyataan tersebut terlambat, mengingat proyek sudah berjalan dan sejumlah item pekerjaan sudah menunjukkan kerusakan fisik pada tahap awal.

*Pelaksana Perusahaan SBR Pilih Bungkam*

Proyek ini ditangani oleh perusahaan SBR, dengan Dono sebagai pelaksana lapangan. Namun ketika dimintai klarifikasi terkait penggunaan besi bekas, Dono tidak memberikan jawaban apa pun.

Sikap bungkam ini dianggap sebagai bentuk kurangnya transparansi dan semakin memperkuat dugaan adanya praktik kecurangan dalam pelaksanaan proyek.

*K3 Diabaikan: Pekerja Tanpa APD*

Pantauan di lapangan memperlihatkan para pekerja:

Tidak menggunakan APD K3, Bekerja tanpa helm, tanpa rompi, dan tanpa perlindungan standar.
Hal ini menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan BPJN dan konsultan pengawas.

*Ruas Ir. Soetami Juga Bermasalah*

Selain jembatan, pekerjaan pada ruas Ir. Soetami yang juga termasuk dalam paket kegiatan terlihat:

Banyak lobang, Pengerasan tidak merata,
Diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.

*Masyarakat Lampung Selatan Desak APH Turun Tangan*

Melihat berbagai temuan tersebut, Masyarakat Lampung Selatan menuntut aparat penegak hukum (APH) untuk:
_Melakukan penyidikan terhadap dugaan penggunaan besi bekas,
Mengusut dugaan pengurangan volume
Memeriksa pelaksana proyek SBR,
_Menindak tegas oknum yang diduga bermain dalam proses pelaksanaan,
Mengawasi kembali BPJN Lampung sebagai penanggung jawab proyek.

“Kami minta APH segera turun tangan. Jangan sampai proyek jembatan ini menjadi bom waktu bagi keselamatan warga,” tegas masyarakat.

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Ironi Anggaran DPRD Kota Tangerang: Perjalanan Dinas Rp51 Miliar di Tengah Bayang-Bayang Kasus Korupsi
PNIB Soroti OTT Bupati Tulungagung dan Kepala Daerah lainya : Miskinkan Koruptor Tanpa Syarat
Dugaan Korupsi laptop Rp5 Miliar di Disdikbud Pesawaran Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan
Dugaan Fiktif Anggaran Pemeliharaan MTsN 2 Pesawaran Rp 535 Juta Mencuat, Kondisi Gedung Jadi Sorotan
SKANDAL “JASA KONSULTAN FIKTIF”: Rp1 Miliar Uang Rakyat Muratara Mengalir ke Personel “Siluman”
“Skandal Pupuk Sriwijaya: Menguap Bak Ditelan Bumi, KPK RI Tumpul di Hadapan Mafia?”
Proyek RS Rp36 Miliar Terhenti – MAUNG Dorong KPK Periksa Tindakan KKN yang Diduga Ada
Geledah 5 Lokasi PT LM oleh Kejati Kalbar – DPP RAJAWALI: Pastikan Tidak Ada Lembaga yang Terlibat, Termasuk PT Canka

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pastikan Layak Huni, Dansatgas TMMD Abdya Pantau Rehab Rumah Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:37 WIB

Dari Sungai ke Puncak Gunung, Komitmen Dansatgas TMMD Abdya Kawal Pembangunan Jalan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:53 WIB

Kolaborasi TNI dan Masyarakat Percepat Pembangunan MCK di Abdya

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:13 WIB

Kompak! TNI-Warga Bersihkan Masjid Demi Khusyuknya Salat Jumat

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:08 WIB

Aksi Nyata TMMD ke-128, Jalan dan Pengairan di Gunung Cut Dibersihkan Bersama

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:47 WIB

Satgas TMMD Kebut Pekerjaan, Jalan Pegunungan Gunung Cut Mulai Terbentuk

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:06 WIB

Tingkatkan Sanitasi Desa, Satgas TMMD Mulai Semenisasi Balok MCK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:38 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga, Rumah Tak Layak Huni di Gunung Cut Direhab

Berita Terbaru