Meneguhkan Kehormatan Ulama: Sikap Tegas BEM PTNU Se-Nusantara dalam Mendukung Supremasi Syuriyah dan Transformasi Pesantren Bersama KH Imam Jazuli.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 23:34 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, nasionaldetik.com

Menyongsong Era Baru Nahdlatul Ulama yang Berakar Kuat dan Berpijak Modern

Dinamika keorganisasian Nahdlatul Ulama (NU) selalu menghadirkan angin segar bagi perjalanan peradaban bangsa Indonesia. Di tengah arus perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, kebutuhan akan arah moral, kedalaman spiritual, serta keteguhan landasan keulamaan menjadi kompas yang mutlak harus dijaga. Masuknya KH Imam Jazuli, Lc., M.A. ke dalam jajaran Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 bukan sekadar pergantian formasi struktural biasa, melainkan sebuah momentum strategis. Penunjukan ini membawa angin optimisme baru bagi masa depan jam’iyyah, khususnya dalam mengawal gagasan besar: Supremasi Syuriyah dan Transformasi Pesantren di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon yang visioner, Kiai Imam Jazuli telah lama dikenal sebagai figur ulama pemikir yang konsisten menjembatani antara tradisi pesantren yang klasik dan kebutuhan modernitas global. Kehadirannya di jajaran elite Syuriyah PBNU mempertegas komitmen kolektif untuk mengembalikan serta memperkuat otoritas keilmuan para ulama sebagai pemegang kendali utama arah kebijakan organisasi.

Substansi dan Urgensi Gagasan “Supremasi Syuriyah”

Banyak kalangan salah mengartikan supremasi Syuriyah sekadar sebagai perebutan pengaruh struktural. Padahal, esensi dari gagasan ini jauh lebih dalam, yakni mengembalikan fungsi Syuriyah sebagai pemegang otoritas tertinggi moral keagamaan, penjaga Khittah 1926, serta pengarah kebijakan strategis jam’iyyah agar senantiasa berpedoman pada Qanun Asasi serta nilai-nilai dasar kepesantrenan.

Menjaga Keseimbangan Otoritas: Dalam struktur organisasi modern, seringkali fungsi eksekutif (Tanfidziyah) berjalan tanpa diimbangi oleh kedalaman pandangan teologis dan moral yang komprehensif. Supremasi Syuriyah memastikan setiap langkah organisasi memiliki legitimasi spiritual dan intelektual yang kuat.

Kolektif-Kolegial yang Dinamis: Kepemimpinan Syuriyah yang dikawal oleh para kiai sepuh, akademisi, dan ulama transformatif seperti Kiai Imam Jazuli bersama tokoh-tokoh besar lainnya menjamin bahwa keputusan yang diambil tidak tergerus oleh pragmatisme politik sesaat, melainkan demi kemaslahatan umat secara jangka panjang.

Dengan menempatkan figur-figur berintegritas tinggi di posisi Syuriyah, PBNU di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar diharapkan semakin kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Transformasi Pesantren: Menjawab Tantangan Zaman Tanpa Kehilangan Akar Identitas

Selain memperjuangkan penguatan marwah Syuriyah, Kiai Imam Jazuli juga dikenal sebagai arsitek perubahan sosial dan pendidikan pesantren. Melalui berbagai program nyata seperti workshop pesantren transformatif yang telah menjangkau ribuan pengasuh pesantren di berbagai penjuru Nusantara, beliau membuktikan bahwa pesantren tidak boleh menjadi menara gading yang tertutup dari kemajuan zaman.

Transformasi pesantren yang didorong mencakup berbagai aspek krusial:

Modernisasi Tata Kelola: Meningkatkan profesionalisme manajemen kelembagaan pesantren agar mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan global.

Penguasaan Teknologi & Literasi Digital: Membekali para santri dan pengasuh pesantren dengan kecakapan teknologi informasi, tanpa meninggalkan tradisi kitab kuning dan sanad keilmuan yang otentik.

Kemandirian Ekonomi: Mendorong pesantren untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Pesantren harus tetap berpijak pada akar tradisi yang kuat (al-muhafadzah ‘ala qadimis salih), namun pada saat yang sama harus memiliki keberanian mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik (al-akhdzu bil jadidil ashlah).

Pernyataan Dukungan Penuh

“Kami menyatakan dukungan penuh dan konsisten terhadap langkah strategis KH Imam Jazuli dalam mengawal Supremasi Syuriyah dan Agenda Transformasi Pesantren di Indonesia. Kepemimpinan beliau adalah manifestasi nyata dari perpaduan antara keteguhan tradisi keulamaan dan visi progresif masa depan umat.”

Dukungan ini didasari oleh keyakinan bahwa masa depan Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia sangat bergantung pada sejauh mana para ulama mampu merespons perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi dengan bijak. Kiai Imam Jazuli telah membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin yang tidak hanya berbicara tentang gagasan, tetapi juga mendedikasikan kerja nyata bagi kemajuan umat.

Menyongsong Kebangkitan Umat yang Berkelanjutan

Muktamar dan pembentukan struktur kepengurusan baru telah selesai. Kini saatnya seluruh elemen Nahdliyin menyatukan barisan, merapatkan Shaf, dan bekerja bersama-sama dalam satu komando keulamaan.

Dengan hadirnya semangat baru dari para pengurus PBNU periode 2026–2031, supremasi Syuriyah yang berpadu dengan akselerasi transformasi pesantren diyakini akan membawa Nahdlatul Ulama melompat lebih jauh menjadi mercusuar peradaban Islam rahmatan lil ‘alamin yang mencerahkan Indonesia dan dunia.

Red.

Berita Terkait

MENEMBUS KETERBATASAN, TMMD KE-130 HADIRKAN JALAN USAHA TANI DEMI KEMAJUAN PETANI
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang Gelar Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas, Tingkatkan Kesadaran Warga Desa Taji
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang Lanjutkan Pembangunan RTLH Milik Bapak Khodir, Wujudkan Hunian yang Lebih Layak
Hangatkan Kebersamaan, Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818 Makan Bersama Warga Usai Tahlilan di Desa Taji
DI BALIK SETIAP KERINGAT PENGABDIAN, ADA KEBERSAMAAN YANG KUAT
Rapat Di DPRD OKU Selatan Sering Terjadi Molor
Tiga Bulan Laporan Tak Jelas, FOKAL Siapkan Aksi Pendudukan Aset Pemprov di Way Hui yang Diduga Dikuasai PT Sweet Indolampung
Putusan Hakim, Di Nanti , Di Saat sidang Praperadilan Ke Tiga PN Sarolangun, Kuasa Hukum M. Amin Dalil Permohonan Di Akui Termohon .

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:34 WIB

Meneguhkan Kehormatan Ulama: Sikap Tegas BEM PTNU Se-Nusantara dalam Mendukung Supremasi Syuriyah dan Transformasi Pesantren Bersama KH Imam Jazuli.

Rabu, 4 November 2026 - 22:36 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang Gelar Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas, Tingkatkan Kesadaran Warga Desa Taji

Rabu, 4 November 2026 - 22:31 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang Lanjutkan Pembangunan RTLH Milik Bapak Khodir, Wujudkan Hunian yang Lebih Layak

Rabu, 4 November 2026 - 22:27 WIB

Hangatkan Kebersamaan, Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818 Makan Bersama Warga Usai Tahlilan di Desa Taji

Rabu, 4 November 2026 - 22:21 WIB

DI BALIK SETIAP KERINGAT PENGABDIAN, ADA KEBERSAMAAN YANG KUAT

Rabu, 4 November 2026 - 15:52 WIB

Rapat Di DPRD OKU Selatan Sering Terjadi Molor

Rabu, 4 November 2026 - 15:03 WIB

Tiga Bulan Laporan Tak Jelas, FOKAL Siapkan Aksi Pendudukan Aset Pemprov di Way Hui yang Diduga Dikuasai PT Sweet Indolampung

Rabu, 4 November 2026 - 10:49 WIB

Putusan Hakim, Di Nanti , Di Saat sidang Praperadilan Ke Tiga PN Sarolangun, Kuasa Hukum M. Amin Dalil Permohonan Di Akui Termohon .

Berita Terbaru

NASIONAL

Kekerasan terhadap wartawan kembali menjadi sorotan.

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:34 WIB