KARO, Nasionaldetik.com
– Pembangunan Jembatan Beton Tahap VII A dan VII B di Desa Pernantin, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, terus berjalan. Hingga Sabtu (10/10/2026), pekerjaan pembangunan dengan melibatkan Personil Jajaran Kodim 0205/TK dan Masyarakat Desa Pernantin telah mencapai progres 20 persen dengan tahapan pekerjaan berupa pemasangan mal.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung akses transportasi masyarakat, khususnya untuk menuju lahan pertanian di Desa Pernantin. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pemasangan mal sebagai bagian dari tahapan konstruksi beton. Tahap tersebut menjadi salah satu proses penting sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahapan pembangunan berikutnya.
Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat dan mempermudah petani dalam mengakses lahan pertanian. Dengan akses yang semakin baik, aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian, diharapkan dapat berjalan lebih lancar.
Meski progres pembangunan masih berada di angka 20 persen, pelaksanaan pekerjaan terus berlanjut sesuai tahapan konstruksi yang sedang dikerjakan. Pembangunan Jembatan Beton Tahap VII A dan VII B ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Pernantin.
Pembersihan area pembangunan merupakan bagian dari tahapan awal pekerjaan untuk mempersiapkan lokasi agar proses pengerjaan jembatan dapat berjalan dengan baik. Pembangunan jembatan ini juga merupakan bagian dari program pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur serta mengatasi kesulitan akses yang dihadapi masyarakat.
Kapendam I/BB Kol Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan kehadiran jembatan beton di Desa Pernantin, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, sangat penting untuk memperlancar mobilitas warga dan mendongkrak perekonomian lokal. Jembatan tersebut menjadi penghubung vital dari dusun-dusun menuju hamparan lahan pertanian, termasuk kebun jagung milik warga.
Jembatan itu juga akan mempermudah petani mengangkut hasil panen dengan lebih cepat, aman, dan biaya transportasi yang lebih rendah. Selain memperkuat konektivitas antar dusun dan wilayah sekitar, konstruksi beton yang kokoh diharapkan mampu meningkatkan keamanan serta ketahanan transportasi, termasuk saat cuaca buruk.
Sumber : Pendam I/BB
(Nur Kennan Tarigan)



























