BATANGHARI , NASIONAL DETIKCOM,. Ketua PCNU Kabupaten Batang Hari pada Konpercap IPNU dan IPPNU
Sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Batang Hari, propinsi Jambi.
Ketua PCNU batanghari ANDRI ,SP. menegaskan,” bahwa Konpercap IPNU dan IPPNU bukanlah sekadar agenda seremonial tahunan. Ia adalah forum strategis yang menentukan masa depan kader muda NU di daerah kita. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar dijadikan momentum untuk memperkuat organisasi, mengokohkan kaderisasi, dan menata arah gerak perjuangan generasi penerus ulama.,” tegasnya
“Pertama, saya berharap Konpercap ini mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas tinggi. Kita membutuhkan pemimpin muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga amanah; tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak; tidak hanya banyak gagasan, tetapi mampu bekerja dan mengeksekusi program secara nyata. Kepemimpinan IPNU dan IPPNU harus menjadi teladan—dalam disiplin, dalam ketegasan, dalam komitmen, serta dalam akhlakul karimah.
“Kedua, saya menuntut agar forum ini melahirkan program kerja yang benar-benar relevan dan berdampak. Tidak boleh ada program yang hanya sebatas wacana atau tertulis indah di atas kertas. IPNU dan IPPNU harus mampu menjalankan program yang menyentuh kebutuhan kader: penguatan ideologi Aswaja, peningkatan kapasitas intelektual, pembinaan karakter, hingga kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat.
” NU membutuhkan generasi yang siap tampil sebagai problem solver, bukan sekadar penggembira organisasi.
Ketiga, saya menekankan pentingnya kedewasaan peserta dalam bermusyawarah. Perbedaan pilihan itu biasa, namun kesetiaan pada organisasi adalah prinsip yang tidak boleh ditawar.
“Konpercap harus menjadi panggung demokrasi yang santun, bermartabat, dan bebas dari intrik yang merusak persatuan. Saya tidak ingin melihat IPNU–IPPNU terpecah hanya karena kepentingan sesaat. Ingatlah bahwa kita berada di bawah satu panji besar: panji Nahdlatul Ulama.
Keempat, saya berharap IPNU dan IPPNU Batang Hari semakin solid, semakin militan, dan semakin siap menghadapi tantangan zaman. Kader muda NU harus menjawab dinamika era digital, perubahan sosial, hingga tantangan pemikiran yang berkembang begitu cepat.
” IPNU–IPPNU harus menjadi benteng moral, benteng intelektual, sekaligus benteng akidah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Kelima, saya berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara IPNU–IPPNU dengan PCNU, baik dalam program kaderisasi, kegiatan keagamaan, maupun penguatan organisasi di tingkat kecamatan dan desa. Anak muda adalah energi perubahan, dan energi itu harus diarahkan dalam jalur yang benar, teratur, dan sesuai khittah NU.
Akhirnya, saya berharap Konpercap tahun ini menjadi titik awal kebangkitan baru. Melahirkan kepengurusan yang solid, tegas, bekerja nyata, dan mampu membawa IPNU–IPPNU Batang Hari ke level yang lebih maju, lebih progresif, dan lebih berdaya guna bagi jam’iyyah, masyarakat, dan bangsa.
Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, ketenangan, dan keberkahan dalam setiap proses Konpercap ini., “pungkasnya