DAIRI, Nasional detik.com
— Suasana khidmat mewarnai Lapangan Sirongit SMP Negeri 1 Tigalingga, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Senin (17/8/2026) sore. Danramil 04/Tigalingga Kodim 0206/Dairi, Kapten Inf J. Maibang, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara penurunan Bendera Merah Putih untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara dimulai pukul 16.30 WIB dan berlangsung tertib hingga selesai.
Upacara tersebut diikuti Sekcam Tigalingga Pandapotan Sianturi, jajaran ASN se-Kecamatan Tigalingga, para kepala sekolah, Ketua Persit Ranting Koramil 04/Tigalingga, ibu-ibu PKK, serta seluruh perangkat desa se-Kecamatan Tigalingga. Peserta upacara terdiri atas satu regu TNI, tiga pleton ASN, satu pleton perangkat desa, serta satu pleton paduan suara SMP Negeri 1 Tigalingga.
Dalam pelaksanaannya, Serma Imanuel Ginting selaku Babinsa Koramil 04/Tigalingga dipercaya sebagai Perwira Upacara, sedangkan Serda Viky Ahmad Arifin bertugas sebagai Komandan Upacara. Prosesi penurunan Sang Merah Putih dilakukan oleh Paskibra SMP Negeri 1 Tigalingga dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut berlangsung penuh penghormatan, mencerminkan penghargaan terhadap simbol negara dan perjuangan para pahlawan.
Kapten Inf J. Maibang mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui pengabdian sesuai bidang masing-masing. Kebersamaan antara TNI, pemerintah kecamatan, tenaga pendidik, perangkat desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat gotong royong serta cinta Tanah Air.
Seluruh rangkaian upacara penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 selesai sekitar pukul 16.50 WIB dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Dari Lapangan Sirongit, penurunan Sang Merah Putih menjadi penutup rangkaian peringatan kemerdekaan di Tigalingga, sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat merah putih tidak berhenti ketika bendera diturunkan, tetapi terus hidup dalam pengabdian dan kebersamaan masyarakat.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena



































