Investigasi Temukan. Hantu Anggaran dan Monumen Kegagalan di Lelangmatamilang! ​ADD Amblas Tanpa Jejak, Proyek Mangkrak Jadi Saksi Bisu Kegagalan Pengawasan Total

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 12:48 WIB

50168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Nasionaldetik.com,— 15/11/2025 Desa Lelangmatamilang, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, kini bukan lagi sekedar desa, melainkan laboratorium kegagalan tata kelola anggaran. Serangkaian proyek infrastruktur dan pengadaan yang didanai miliaran rupiah dari Dana Desa (DD) periode 2017 hingga 2021 dilaporkan mangkrak, fiktif, dan diselimuti kabut ketiadaan transparansi, memicu tuntutan keras warga agar aparat penegak hukum segera turun tangan.

*​Polindes dan BLK. Simbol Kegagalan yang “Anti-Audit”?*

​Hasil investigasi di lapangan menegaskan adanya dugaan “permainan” anggaran skala besar. Dua fasilitas vital, Polindes (Pondok Bersalin Desa) dan BLK (Balai Latihan Kerja), dibiarkan menjadi monumen kegagalan yang menyayat hati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bangunan kesehatan yang sangat dibutuhkan ini dibiarkan belum rampung. Lebih mencengangkan lagi, beredar klaim proyek ini “bebas pemeriksaan inspektorat”, sebuah ‘tamparan’ telak bagi fungsi pengawasan di Banggai Kepulauan.

​BLK Terbengkalai ini Sama memprihatinkan, BLK hanya tinggal kerangka dengan atap baja ringan terekspos dan halaman ditelan semak belukar di lokasi, tak satu pun proyek, termasuk tanggul, jalan rabat, posyandu (2018), dan balai kegiatan, dilengkapi dengan Papan Informasi Proyek.

Ketiadaan informasi ini bukan hanya melanggar UU Keterbukaan Publik, tetapi juga menjadi bukti awal ketiadaan itikad baik dan transparansi dari penyelenggara dana desa.

​Dugaan penyelewengan juga merambah ke sektor kelautan dan air.
​Tanggul Pemecah Ombak/Raksasa tahun 2021 ini tidak jelas Penyelesaiannya,Proyek skala besar ini hanya berupa tumpukan batu yang memanjang di perairan dangkal, tidak selesai dan tanpa papan informasi. Masyarakat tidak tahu berapa anggaran yang ‘dimakan’ oleh proyek raksasa yang tidak jelas fungsionalitasnya ini.

​Terdapat juga Pembangunan deker disebut hanya berupa kotak beton tanpa plat penutup, kini hanya meninggalkan pertanyaan besar soal kualitas dan dugaan pemborosan anggaran.

*​Data Terbaru.Skandal Pengadaan Fiktif dan Hilangnya Aset Desa*

​Data temuan terbaru mengungkap kerugian negara yang lebih jauh dan terstruktur di bawah kepemimpinan Kades Agus Yunus:

Fakta Temuan ditahun
202, Pengadaan Bola-bola Kepiting Rp 90 Juta Lebih Fiktif! Barang sudah dianggarkan dan dicairkan, namun sampai hari ini barangnya belum ada.

Pada tahun 2021 juga ada terdapat Pengadaan Perahu Fiber 10 Unit Realisasi Tertunda dan Dicicil anggarannya Ditahun 2021 terealisasi 1 bertahap ke tahun 2022 4 unit,kemudian bertahap lagi ke tahun 2023 3 unit,barang tersebut tidak ada.

Sehingga ada Indikasi manipulasi laporan realisasi tahunan,dari tahun
2018-2019 terkait Pengadaan Sapi 11 EkorvHanya 10 ekor yang didatangkan. Satu ekor sapi tidak jelas rimbanya.

Pada tahun 2018 juga ada Pengadaan Pipa Air,Pipa sempat diadakan, namun kemudian hilang tanpa jejak.

Pada tahun 2021 ada anggaran turun untuk Tanggul Pemecah Ombak,ini Mangkrak! Anggaran sudah cair,entah uangnya dikemanakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

Temuan ini diperkuat fakta bahwa bangunan-bangunan lain, seperti Posyandu, Tanggul, Jalan Rabat, dan Balai Kegiatan, sudah dicairkan anggarannya, namun hingga kini dibiarkan terbengkalai.

Sehingga ada dugaan​Sistem Pengawasan yang Bobrok ditujukan Ketiga Pilar Yaitu,Didesa BPD,Camat dikecamatan,Inspektorat Di Kabupaten yang Tumpul dan Mandul

​Kondisi ini bukan hanya cerminan tanggung jawab Kepala Desa, tetapi juga menelanjangi kegagalan sistem pengawasan secara berjenjang di Kabupaten Banggai Kepulauan.

​ *BPD Lelangmatamilang diduga hanya dijadikan Stempel Kebijakan saja?*
Fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai representasi masyarakat dipertanyakan keras. Mengapa proyek-proyek vital ini dibiarkan berjalan tanpa transparansi dan mangkrak tanpa ada intervensi?

BPD dicurigai hanya menjadi ‘stempel’ bagi kebijakan kepala desa, alih-alih menjadi mata dan telinga warga.

​Camat Buko Selatan patut diduga selalu Absen dalam melakukan dan fungsi Pembinaan dan Pengawasan,diduga kuat Camat Buko Selatan tidak pernah mengontrol setiap kinerja Para kepala desa,sehingga Dikecamatan itu Camat Selaku perpanjangan tangan pemerintah kabupaten,itu tidak berfungsi,diduga Camat Buko Selatan seolah tutup mata terhadap karut-marut pembangunan di wilayahnya.

Minimnya pembinaan dan pengawasan di tingkat kecamatan menjadi indikasi lemahnya kontrol administratif yang berujung pada kerugian negara.

​Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan. Mandul dan Tumpul! Jika didesa Lelangmatamaling itu di
Klaim bahwa tidak ada temuan,sehingga ada dugaan kuat Khusus desa Lelangmatamaling “bebas dari pemeriksaan”jika ini benar terjadi, tamparan paling keras bagi Inspektorat.

Menurut Keterangan warga Desa Lelangmatamaling pada Berantastipikor menunjukan dan Fakta di lapangan Inspektorat terakhir turun ke desa pada tahun 2022,

Menurut wargwa banyak proyek di bawah kepemimpinan Kades Agus Yunus mangkrak dan bermasalah (termasuk kasus sapi hilang, pipa hilang, dan bola kepiting fiktif 2021), menunjukkan bahwa fungsi pengawasan internal tidak berjalan efektif, bahkan mengarah pada dugaan ‘pembiaran’ terstruktur.

​Tuntutan Masyarakat agar APH bisa mengambil alih untuk memeriksa terkait pengelolaan anggaran dana desa di desa Lelangmatamaling,jika tidak Potensi Kerugian Negara pasti akan Berlanjut?

​Masyarakat Desa Lelangmatamaling menuntut tindakan hukum segera,sebelum inspektorat turun
​Audit agar, Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan tidak bisa main mata lagi,diminta APH segera melakukan pemeriksaan Menyeluruh terhadap seluruh proyek fiktif dan mangkrak di Desa Lelangmatamilang di bawah kepemimpinan Kades Agus Yunus.

​”Kami curiga ada permainan dengan anggaran dana desa. Kami butuh Puskesmas dan Balai Latihan yang berfungsi, bukan monumen korupsi. Tolong usut tuntas, karena ini menyangkut hak kami,” tegas seorang perwakilan warga.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota
Kendaraan Dinas Harus Prima! Kodim Boyolali Jalani Pemeriksaan Ketat dari Paldam Diponegoro
Cara Jurnalistik TMMD Reg 128 Kodim Sragen Dapat Berita di Lokasi TMMD Reg Kodim Sragen. 
Atasi Krisis Air Bersih di Bengkalis, Satgas TMMD Berjibaku Bikin Sumur Bor
Pengadilan Tinggi Diminta Tegas Usut Hakim Subai,Putusan Prapid 41 Melanggar Aturan
*Talud Sepanjang 150 M Telah Rampung Dikerjakan*
Hangat Dan Penuh Kebersamaan, Babinsa Pracimantoro Perkuat Sinergi Dengan Warga Desa Glinggang
Diduga ada setoran ke Oknum APH,PETI di sungai Landak desa pak manyam Beroperasi tanpa Hambatan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:01 WIB

Cegah Kriminalitas, Polisi Intensifkan Patroli Dialogis di Sejumlah Titik di Kendal

Kamis, 30 April 2026 - 17:09 WIB

SD N Pamulihan & SMK Nurul Huda Gugat LSM Trinusa ke PN Kalianda, Ferdy Saputra : Itu Intimidasi, Kami Siap Hadapi

Kamis, 30 April 2026 - 16:32 WIB

Sumber Air Dekat Mempermudah Satgas TMMD Reg ke-128 Kodim 0725/Sragen

Kamis, 30 April 2026 - 13:57 WIB

DPC LSM Trinusa Laporkan Dua Sekolah di Lampung Selatan ke Kejaksaan Negeri Atas Dugaan Korupsi Dana BOS 2021-2025

Kamis, 30 April 2026 - 12:43 WIB

Pemkab Kediri Intensifkan Sosialisasi Perda KTR, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Nyaman Bebas Asap Rokok

Rabu, 29 April 2026 - 23:25 WIB

DPC Projamin Kabupaten Melawi Merasa Prihatin Atas Kejadian di Kecamatan Sayan.

Rabu, 29 April 2026 - 19:52 WIB

Simulasi Sispamkota Digelar di Kendal, Polisi Siap Amankan Aksi May Day 2026

Rabu, 29 April 2026 - 19:33 WIB

Isi Kekosongan Struktur Organisasi, M. Fatkhul Arafat Resmi Dilantik sebagai Kaur Perencanaan Desa Kepuh  

Berita Terbaru

NASIONAL

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:11 WIB