INFISA Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Pulangkan 13 ABK Konflik Perang Iran

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 22:40 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—- 27 April 2026 Ramainya penberitaan media Meteor News, 13 Pelaut (ABK) warga negara Indonesia (WNI) Korban konflik Perang Iran yang tertahan Baku, Azerbaijan. Kini akhirnya rampung secara menyeluruh tiba dengan selamat di Tanah Air pada Selasa (21/4/2026).

Kedatangan ke-13 pahlawan devisa tersebut disambut penuh haru oleh pihak keluarga bersama jajaran pengurus Indonesian Fisherman Association (INFISA) di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rombongan diketahui mendarat dan tiba di Jakarta tepat pada pukul 17.40 WIB. Turut hadir secara langsung dalam prosesi penyambutan ini perwakilan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta pihak perusahaan agen awak kapal (manning agency).

Kepulangan para pelaut ini merupakan hasil kerja keras serta pendampingan intensif dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Sejak masa krisis di Iran, proses transit di Baku, hingga penerbangan evakuasi menuju Jakarta, para ABK mendapatkan pengawalan penuh agar dapat kembali ke pangkuan keluarga dengan aman.

Menyikapi keberhasilan ini, INFISA memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada negara yang telah merespons desakan perlindungan warga negaranya dengan sangat baik.

“Kami dari INFISA sangat mengapresiasi tindakan evakuasi yang dilakukan hingga tuntas oleh pemerintah melalui Kemenlu. Ini membuktikan komitmen negara dalam memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam situasi krisis. Hari ini, 13 saudara kita telah tiba dengan selamat,” ujar Sekretaris Jenderal INFISA, Muchlisin, di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, Muchlisin secara khusus mewakili organisasinya menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas gerak cepat dalam memprioritaskan keselamatan WNI di luar negeri.

Apresiasi juga ditujukan langsung kepada ujung tombak diplomasi dan perlindungan WNI yang bekerja keras di lapangan. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Kemenlu, khususnya Direktorat Perlindungan WNI (Dit PWNI), serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baku, Azerbaijan, dan KBRI Tehran, Iran.
Cepat tanggap dan sinergi dari lembaga-lembaga inilah yang membuat para ABK kita bisa terbebas dari ketidakpastian,” tambah Muchlisin.

Dalam kesempatan yang sama, seluruh pemangku kepentingan yang hadir—baik pemerintah, serikat pekerja (INFISA), maupun perusahaan pengirim pelaut—menyatakan pemahaman dan kesepakatan bersama bahwa tertahannya para ABK ini murni karena kondisi darurat (force majeure). Eskalasi perang yang tiba-tiba meluas di wilayah konflik tersebut merupakan situasi yang sepenuhnya berada di luar kendali manusia maupun kewenangan operasional perusahaan.
Dengan mendaratnya 13 ABK ini di Jakarta, maka seluruh rangkaian operasi evakuasi WNI dari wilayah konflik tersebut dinyatakan telah tuntas seratus persen.

“INFISA berharap kepulangan para pelaut ini dapat segera memulihkan kondisi psikologis maupun ekonomi mereka, setelah sebelumnya sempat terkatung-katung akibat imbas situasi geopolitik internasional,” tutup Muchlisin.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Dewi Persik Siap Laporkan Akun Penyebar Fitnah Dirinya Meninggal Dunia
RESPON ITJEN KEMENDAGRI DAN INSTRUMEN PUSAT: SK PEMBERHENTIAN SEKDES LUBUK LAYANG ILIR MASUK RADAR PENGAWASAN NASIONAL, DUGAAN CACAT ADMINISTRASI MENGUAP KE PUBLIK
SPTI DKI Jakarta Gelar Deklarasi Buruh, Soroti Peran Strategis Energi bagi Pekerja
Kick Off Implementation Support Mission ILASPP, Sekjen ATR/BPN Minta Semua Pihak Aktif Berpartisipasi untuk Atasi Kendala
Wamen Ossy: Revisi RTRWN Jadi Kunci Percepatan Pengembangan Jaringan Kereta Nasional
Upaya Percepatan Bantuan Pascabencana dan Validasi Data, Kadis Sosial Aceh Tenggara Temui Pihak Kemensos di Jakarta
Skandal 64 Triliun: Proyek Kopdes Merah Putih Diduga Jadi Bancakan, Anggaran Fisik Disunat 50 Persen!
Skandal Permainan Birokrasi di Lahat: SK Pemberhentian Sekdes Lubuk Layang Ilir Diduga Jadi Alat Pembungkaman Saksi Korupsi Dana Desa

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Sejak Pasca-Lebaran Cuma Masuk 1 Kali, PLT Kepsek SDN 54 Merangin Ditegur dan Akan Dicopot

Selasa, 28 April 2026 - 07:54 WIB

Polres Merangin dan Brimob Jambi Salurkan Bantuan dan Gelar Kerja Bakti Pascabanjir di Desa Pulau Bayur

Minggu, 26 April 2026 - 05:10 WIB

Teguh Ungkap Polemik Kerjasama Media Diskominfo Merangin: Syarat Rumit Jadi Penghalang

Rabu, 22 April 2026 - 06:04 WIB

Kejanggalan “Data”, Angka Kerjasama Media Diskominfo Merangin Beda Antara 2025 dan 2026, Ada Apa?

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29 WIB

Kadisdik Merangin Panggil Kepala Sekolah SD Negeri 54 Terkait Dugaan Minim Absensi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:13 WIB

Bandara Muara Bungo Dikepung PETI: Pemerintah dan APH Dituding “Buta dan Tuli” di Balik Bencana Merkuri

Jumat, 10 April 2026 - 13:13 WIB

MERASA KEBAL HUKUM: Mafia Tambang Emas Ilegal di Gerbang Bandara Bungo Kebal Hukum, Kapolres Baru Ditantang Nyali!

Kamis, 9 April 2026 - 06:57 WIB

“Sabu Bungo: “Tante” Terjaring, Mengapa Sang “Bandar Besar” Masih Melenggang Bebas?

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

TNI-Warga Kompak, Infrastruktur MCK TMMD Abdya Mulai Terlihat Hasilnya

Rabu, 29 Apr 2026 - 14:42 WIB