Subulussalam Detik Nasional com– Dugaan menurunnya kualitas program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SMP di Kota Subulussalam menjadi sorotan. Saat dikonfirmasi mengenai kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa, seorang pengelola MBG justru diduga bersikap arogan terhadap wartawan.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (13/3/2026) ketika wartawan detiknasional.com mencoba mengonfirmasi terkait kualitas dan kuantitas paket MBG yang dibagikan kepada siswa di sekolah tersebut.
Awalnya, awak media menemukan paket MBG di lingkungan sekolah dan sempat mengambil foto isi paket makanan tersebut. Wartawan kemudian mengonfirmasi salah seorang petugas dapur bernama Mahmudin terkait kualitas makanan yang disajikan.
Mahmudin selanjutnya mengarahkan wartawan untuk langsung bertanya pihak pengelola dapur dan mengirimkan no pihak pengolah, yang disebut berinisial Zuliaden.
Namun, ketika wartawan menanyakan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa, Zuliaden justru bereaksi keras. Alih-alih memberikan penjelasan, ia malah menuding wartawan mencoba menekan atau menakut-nakuti pihak pengelola MBG.

“Jadi mau apa kau?” ujar Zuliaden dengan nada tinggi saat dimintai keterangan.
Padahal, menurut wartawan detiknasional.com, pertanyaan yang diajukan merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk menggali informasi terkait kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.
Sorotan terhadap program MBG tersebut muncul setelah beredar sejumlah foto yang memperlihatkan penyajian makanan yang dinilai tidak layak dan diduga tidak sebanding dengan anggaran program. Kondisi itu memunculkan kecurigaan adanya persoalan dalam pengelolaan program, termasuk dugaan terjadinya mark up.
Sikap pengelola MBG yang diduga membentak wartawan dinilai sebagai bentuk menghalang-halangi tugas jurnalistik.
Padahal, aktivitas pers dalam mengumpulkan fakta, data, serta menyampaikan informasi kepada publik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sejumlah pihak pun mendesak agar persoalan ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Masyarakat meminta Satgas MBG serta pihak kejaksaan melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan program MBG di Kota Subulussalam.
Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan kualitas makanan yang diterima para siswa benar-benar sesuai dengan standar gizi dan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kalau memang ada masalah, sebaiknya segera diusut agar program yang tujuannya baik ini tidak disalahgunakan,” ujar seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG di SMPN 1 tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan menurunnya kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa. (*)







































