Diduga Proyek Strategis Presiden di Kecamatan Limau Tanggamus, Berpotensi Merugikan Masyarakat

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 08:08 WIB

5090 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus Limau –NasionalDetik.Com

Proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)di Pekon Tegi Neneng, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, yang digadang-gadang sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kini menuai sorotan dari Lembaga Pemantau Aset dan Keuangan Negara Republik Indonesia (LPAKN RI) bersama Forum Media Limau.

Program KNMP sendiri bertujuan mendorong transformasi desa pesisir menjadi kawasan perikanan yang modern, produktif, dan terintegrasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sarana prasarana serta penguatan sumber daya manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, LPAKN RI mengungkap adanya dugaan ketidaksesuaian dalam proses pembangunan.

Ketua LPAKN RI, Helmi, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan, khususnya pada konstruksi dasar tanggul. Ia menyebut terdapat indikasi pemasangan batu pondasi yang tidak diawali dengan lapisan **lean concrete (LC)** atau beton dasar sebagaimana lazim dalam standar konstruksi.

> “Kami melihat adanya indikasi pemasangan batu pondasi yang tidak didukung perekat dan struktur dasar yang memadai. Hal ini berpotensi memengaruhi kekuatan bangunan,” ujar Helmi.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan, mengingat lokasi proyek berada di area rawan tekanan air, baik dari luapan sungai saat banjir maupun pasang air laut.

> “Jika tidak sesuai spesifikasi teknis, ini berpotensi menjadi persoalan serius di kemudian hari,” tambahnya.

Selain aspek konstruksi, LPAKN RI juga menyoroti dampak aktivitas proyek terhadap lingkungan sekitar. Mobilisasi kendaraan berat pengangkut material disebut telah menyebabkan kerusakan pada akses jalan utama warga, bahkan dilaporkan berdampak pada kondisi jembatan di lokasi tersebut.

> “Akses masyarakat terganggu. Jalan menjadi rusak dan licin, serta ada laporan kerusakan pada jembatan. Ini tentu perlu menjadi perhatian,” jelas Helmi.

Atas temuan tersebut, LPAKN RI meminta pihak kontraktor pelaksana, **PT. Nara Tunas Karya**, untuk memberikan klarifikasi serta bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan, termasuk perbaikan infrastruktur yang terdampak.

Sorotan serupa juga disampaikan oleh Forum Media Limau. Ketua Forum, Ihsan, menyatakan pihaknya mendukung penuh langkah pengawasan yang dilakukan LPAKN RI.

> “Kami juga menemukan indikasi yang serupa di lapangan. Forum Media Limau akan turut mengawal agar proyek ini berjalan sesuai spesifikasi dan memperhatikan dampak terhadap masyarakat,” tegas Ihsan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap adanya transparansi serta evaluasi menyeluruh agar proyek yang bernilai besar ini benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru.(*)

Berita Terkait

Organda Lampung Selatan Gelar Halalbihalal, Dorong Angkot Kembali Beroperasi di Pelabuhan Bakauheni
Prabowo Kepincut Pengelolaan Sampah Banyumas, Jateng Kebut Wujudkan Zero Sampah 2028
DPP KPAI-RI Ancam Besarkan Gelombang Aksi Jilid II, Soroti Bungkamnya Pemkot Bandar Lampung dan Pemprov Lampung Serta BBWS Banjir
Baznas Kota Depok Ucapkan Selamat HUT Kota Depok ke-2
Insiden Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: Gerbong Wanita Ringsek Dihantam Lokomotif
POLRI UKIR PRESTASI DUNIA: TIM TAEKWONDO GARBHA PRESISI JUARA UMUM DI JEPANG
Pesan Damai Hari Buruh dari Kerukunan Masyarakat Batak Lampung
Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja, Polisi Sosialisasi di SMPN 2 Patebon

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 18:50 WIB

Dari Gotong Royong untuk Kehidupan Lebih Sehat, TMMD Bangun Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 16:59 WIB

Percepat Pembangunan Desa, TMMD Abdya Bangun Fasilitas MCK

Selasa, 28 April 2026 - 16:16 WIB

Dari Dialog Santai, Satgas TMMD Perkuat Hubungan dengan Masyarakat

Selasa, 28 April 2026 - 15:30 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Rehab RTLH di Gunung Cut Terus Berjalan

Senin, 27 April 2026 - 20:44 WIB

Pembangunan Rumah Nurhabibah Terus Dikebut, Kini Capai 13,3 Persen

Senin, 27 April 2026 - 19:59 WIB

Letkol Rana Ajak Prajurit Bersungguh-sungguh Sukseskan TMMD

Senin, 27 April 2026 - 19:18 WIB

TMMD Abdya Kebut Jalan 8 Km, Alat Berat Diturunkan ke Gunung

Senin, 27 April 2026 - 19:17 WIB

RTLH Nurhabibah Dikebut, Satgas TMMD Libatkan Gotong Royong Warga

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Dari Gotong Royong untuk Kehidupan Lebih Sehat, TMMD Bangun Air Bersih

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:50 WIB