Dari Kantor Keuangan ke Ruang Politik: Gaya Tegas Purbaya Jadi Pusat Perhatian dan Kekhawatiran Pejabat Lain

NASIONAL DETIK

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 06:28 WIB

5019,362 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kian mencuri perhatian publik seiring langkah-langkah tegas dan sikap bersahajanya dalam memimpin pengelolaan fiskal negara. Tak hanya sebagai teknokrat, Purbaya kini dinilai sebagai figur politik baru yang mulai diperhitungkan dalam dinamika politik nasional.

Pengamat politik Jerry Massie mengungkapkan bahwa kehadiran Purbaya di jajaran elit pemerintahan memberikan warna baru di tengah riuhnya panggung politik yang selama ini didominasi gaya pencitraan. Ia menyebut gaya “koboi” Purbaya memantik decak kagum masyarakat.

“Gaya koboinya bukan hanya soal penampilan. Tapi tentang keberanian bertindak, bersikap apa adanya, dan tidak bermain citra. Ini pemimpin asli, bukan tiruan,” ujar Jerry di Jakarta, Selasa (21/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jerry yang juga menjabat Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) itu menilai, dalam diam dan kesederhanaannya, Purbaya tetap menciptakan gebrakan yang membuat publik menaruh harapan besar padanya. Di tengah maraknya pejabat “viral” seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dikenal dengan gaya kontennya, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sering mencitrakan diri melalui media sosial, nama Purbaya tetap melesat dengan pendekatan kerja nyata tanpa panggung retorik.

“Aksi dan kebijakan Purbaya bahkan dilakukan tanpa tim media yang mengikuti ke mana pun ia pergi. Tapi publik tetap menaruh perhatian. Beda dengan tokoh-tokoh lain yang kebijakannya kerap dikaitkan dengan drama atau settingan panggung digital,” tambah Jerry.

Purbaya dikenal sebagai ekonom beraliran Keynesian. Ia mulai menonjol setelah membongkar sederet persoalan akut keuangan negara, termasuk praktik penyimpanan dana besar di perbankan yang dianggap tidak produktif. Di antaranya, terdapat dana mengendap dalam bentuk deposito pemerintah daerah yang mencapai Rp265,6 triliun. Selain itu, ia juga turut mengawal pengembalian dana sitaan kasus korupsi minyak sawit dari Kejaksaan Agung sebesar Rp13 triliun ke kas negara, dengan sisa Rp4 triliun yang masih dalam proses.

Tidak berhenti di situ, Purbaya bahkan mendorong kebijakan berani dengan menarik dana Rp200 triliun yang selama ini hanya tertahan di Bank Indonesia untuk dialihkan ke bank-bank BUMN. Menurutnya, dana tersebut lebih baik disalurkan melalui bank pemerintah untuk mendukung pembiayaan pembangunan riil, termasuk melalui bank pemerintah daerah seperti Danantara.

Di tengah upaya pembenahan sistem fiskal, relasi Purbaya dengan beberapa tokoh kunci pemerintahan dikabarkan merenggang. Jerry melihat bahwa ketegangan mulai terasa antara Purbaya dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Salah satu titik panas adalah penolakan Purbaya terhadap rencana penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menutup utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, proyek andalan era Presiden Joko Widodo.

Menurut Jerry, Purbaya menunjukkan konsistensinya dalam menjaga disiplin anggaran dan tidak ingin membebani keuangan negara untuk proyek-proyek yang tidak memiliki urgensi fiskal dan manfaat jangka panjang yang terukur.

Di sisi lain, Menteri Keuangan itu juga menyoroti praktik penempatan dana daerah di bank yang nilainya sangat signifikan. Provinsi DKI Jakarta tercatat menyimpan dana APBD sebesar Rp16,68 triliun di bank, disusul Jawa Timur Rp6,84 triliun, Kalimantan Timur Rp4,7 triliun, serta sejumlah kabupaten seperti Kutai Barat Rp5,2 triliun dan Bojonegoro Rp3,6 triliun.

“Pertanyaannya sekarang, ke mana bunga dari dana-dana itu mengalir selama mengendap di bank? Ini harus segera diusut tuntas, mungkin juga perlu keterlibatan PPATK,” tegas Jerry.

Lebih lanjut, Jerry menilai sejumlah menteri mulai terganggu dengan gaya blak-blakan dan keberanian Purbaya dalam membongkar praktik usang di sektor keuangan. Ia menyebut dalam beberapa kali rapat terbatas, keberadaan Purbaya diabaikan oleh rekan sesama pembantu presiden.

“Banyak yang geram terhadap kebijakan Purbaya karena terlalu berani dan pro-rakyat. Bahkan dalam rapat terbatas dengan Presiden, tak ada satu pun menteri yang menyapanya. Tapi Purbaya tetap tenang dan melanjutkan tugasnya,” tutup Jerry.

Di tengah situasi politik yang sering kali diwarnai pencitraan, gaya kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa membawa alternatif segar bagi publik, menunjukkan bahwa kerja nyata, ketegasan sikap, dan integritas pribadi masih memiliki nilai tinggi di mata rakyat Indonesia. (RED)

Berita Terkait

RAMBO BONGKAR SKANDAL PARKIR PALEMBANG, RP511 JUTA “MENGUAP” DI TANGAN TIKUS KANTOR!
DPW IWO -I Banten Bangun Konsolidasi bersama DPD IWO-I Pandeglang Perkuat Solidaritas Antar Pengurus
Kanit Peminal Polresta Serang Dampingi,Laporan Korban (NR) Tipu Gelap yang dikukan Anggota Gadungan.
Diduga Mafia Solar Subsidi Lakukan Penimbunan di Desa tanjung medan, Warga Resah
Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Maksimal ke Pemudik
Jejak Spiritual Ki Edan Sabdo: Menjemput “Sempurna dan Legowo” Melalui Wisata Religi Nusantara
Suara dari Hong Kong: Putri Agazi dan Harapan Besar Pejuang Devisa
Orang Tua Korban Pelecehan Seksual Di Merbau Mataram Kecewa Tidak Adanya Pendampingan Dinas PPPA, KLA Lampung Selatan Kategori Nindya Menjadi Pertanyaan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 22:36 WIB

Firma Hukum Rifan Hanum Resmi Somasi Pria Inisial MRM Terkait Penipuan Terhadap Puluhan Wanita

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:31 WIB

IRONIS KISAH INI: Ketika Cinta, Pekerjaan, dan Masa Lalu Beririsan — Kisah Retaknya Bahtera Rumah Tangga IN

Rabu, 26 November 2025 - 00:02 WIB

Tambang Galian C Srigading Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto,Diduga Pakai Bahan Bakar Solar BBM Bersubsidi

Berita Terbaru