BAU BOROK PUBLIKASI : “Pencitraan” UHC Pemkab Banggai Laut,Di Balik Penghargaan, Hak Nakes Diduga Raib dan Ditambal Anggaran Siluman

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:16 WIB

50162 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

​Nasionaldetik.com,–– Gelombang kritik tajam kini menghantam Pemerintah Kabupaten Banggai Laut (Balut). Di tengah upaya Pemkab memamerkan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kategori Utama, publik justru mencium aroma busuk tata kelola keuangan daerah yang dianggap sebagai “skandal sistemik”. Masyarakat menilai penghargaan tersebut hanyalah kosmetik untuk menutupi borok anggaran yang merugikan para tenaga kesehatan (nakes).

Publik mempertanyakan dengan sangat keras mengapa hak jasa medik nakes tahun 2022 baru direncanakan pembayarannya melalui APBD Perubahan (APBDP) 2025. Logika anggaran ini dianggap tidak masuk akal oleh para pengamat dan aktivis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Uang jasa medik itu adalah dana yang sudah cair dari pusat atau BPJS pada tahun berjalan. Jika sekarang baru dianggarkan kembali di APBDP 2025, maka pertanyaannya sangat sederhana, Kemana fisik uang yang lama? Publik menduga kuat dana itu telah ‘menguap’ atau dipinjam pakai secara ilegal untuk kepentingan pribadi oknum pejabat,” tegas perwakilan Forum Masyarakat Banggai Laut.

Muncul kecurigaan besar di tengah masyarakat bahwa penggunaan APBDP 2025 hanyalah taktik untuk mencuci dosa administratif. Diduga kuat, pemerintah daerah menggunakan anggaran baru untuk menutupi dana lama yang raib. Jika ini benar, maka ini bukan sekedar keterlambatan administrasi, melainkan dugaan kejahatan anggaran.

​”Jangan gunakan uang rakyat di tahun 2025 untuk menutupi lubang yang diciptakan oleh keserakahan oknum di tahun 2022. Ini adalah pembodohan publik yang sangat kasar,” tambahnya.

Tidak hanya sektor kesehatan, sektor pendapatan daerah pun tak luput dari kecaman. Praktik pungutan pajak Galian C yang dibebankan kepada kontraktor,bukan pemilik tambang,selama belasan tahun dinilai sebagai bentuk pemerasan birokrasi yang dipelihara. Publik mendesak agar alur dana dari “pungutan paksa” ini diaudit secara forensik, karena diduga kuat mengalir ke kantong-kantong taktis di luar kas resmi daerah.

Atas dasar rentetan ketimpangan realita lapangan ini, publik Banggai Laut mendesak

Kejagung dan KPK untuk tidak terkecoh oleh “pencitraan penghargaan” dan segera turun tangan mengaudit arus kas BLUD RSUD serta Bapenda.

​DPRD Banggai Laut untuk berhenti menjadi “stempel” pemerintah dan segera menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBDP yang diduga digunakan untuk menutupi penggelapan dana.

​Transparansi Penuh kepada seluruh tenaga medis mengenai kepastian hak mereka tanpa ada potongan atau manipulasi data.

​Pencapaian UHC 95% tidak akan berarti apa-apa jika di balik angka tersebut, para pejuang kesehatan yang melayani warga justru haknya dizalimi. Publik tidak butuh piagam penghargaan, publik butuh kejujuran dan keberanian pemerintah untuk mengakui kemana larinya uang rakyat.

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Dikabarkan Truk Diamankan, Alat Berat Tak Diamankan, Disinyalir Oknum APH Diduga Beking Galian C Ilegal di Deli Serdang.
Jalan Tani Tertutup Semak, Babinsa dan Kades Turun Tangan Ajak Warga Gotong Royong di Lau Mulgap
Babinsa Bantu Petani Jemur Biji Kakao, Bangun Semangat dan Dongkrak Ekonomi Warga
BLT-DD Tahap I Cair di Sukaramai, Babinsa Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kopi Arabika Usia 1 Tahun Mulai Berbuah, Babinsa Ikut Dampingi Panen Perdana Petani
Sosok Hisar Rumapea, Dinilai Memiliki Kapabilitas dan Integritas Tinggi Sebagai Kasi Penegakan Hukum UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Sumut
Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.
Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Aktivitas Mencurigakan di SPBU 14.202.113 Tanjung Mulia Terpantau Bebas Beroperasi

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:00 WIB

Miris..!! Hendak Pulang Kerja Pengendara Motor Dibegal di Cikarang Selatan, Motor Raib Dibawa Pelaku

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:32 WIB

IWO Indonesia Somasi DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Terkait Dugaan Menghalangi Tugas Wartawan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:55 WIB

Panitia Pelaksana Pemilihan Calon BPD Desa Karangbahagia Disinyalir Pungli

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:24 WIB

Soroti Anggaran Rp 66 Miliar, IWO Indonesia Desak Audit Diskominfosantik Bekasi Terkait Pertemuan Mewah Influencer

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:16 WIB

Gimmick Komunikasi Plt Bupati Bekasi: Influencer Dimanja di Hotel Mewah, Pers Formal ‘Dianaktirikan’

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:28 WIB

Kawasan SGC Amburadul, Nyali Plt. Bupati Bekasi Dipertanyakan : Menata Pusat Kota Saja Gagal, Apalagi Pelosok

Kamis, 30 April 2026 - 09:47 WIB

Reaksi Anti Transparansi: Kades Sindangjaya Kecamatan Cabangbungin Tantang UU Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 28 April 2026 - 07:50 WIB

Insiden Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: Gerbong Wanita Ringsek Dihantam Lokomotif

Berita Terbaru