PAKPAK BHARAT, Nasionaldetik.com
— Kebahagiaan terpancar dari wajah petani kopi di Desa Salak I, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, saat tanaman kopi Arabika miliknya mulai memasuki masa panen perdana. Momen itu semakin berkesan ketika Babinsa Koramil 07/Salak Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Boangmanalu, turun langsung ke ladang membantu petani memetik biji kopi cherry merah, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial (Binter) yang rutin dilakukan Babinsa untuk mendukung masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Di ladang kopi milik Bija Manik, Babinsa bersama petani melakukan metode “petik merah”, yakni teknik pemanenan selektif dengan hanya memilih buah kopi yang telah matang sempurna berwarna merah ceri. Teknik ini dipercaya mampu menjaga kualitas cita rasa kopi sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen.
Sambil memetik kopi, Bija Manik menceritakan bahwa kebun kopi Arabika miliknya memiliki luas sekitar satu hektare dengan usia tanaman baru satu tahun delapan bulan. Menurutnya, tanaman kopi tersebut masih dalam tahap awal belajar berbuah sehingga belum seluruh pohon menghasilkan secara maksimal. Meski demikian, panen perdana itu tetap disyukuri karena telah menghasilkan sekitar 20 kilogram biji kopi cherry merah pilihan.
Sertu S. Boangmanalu mengatakan kehadiran Babinsa di tengah petani merupakan bentuk dukungan moril sekaligus upaya mendorong masyarakat agar semakin semangat mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, kualitas kopi sangat ditentukan sejak proses panen, sehingga metode petik merah perlu terus diterapkan agar kopi asal Pakpak Bharat mampu memiliki daya saing yang baik di pasaran.
Terpisah, Danramil 07/Salak, Kapten Inf A. F. Sagala, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong para Babinsa aktif mendampingi masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Ia menilai sektor kopi memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. “Kami berharap para petani semakin termotivasi meningkatkan kualitas dan produksi kopi sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga dan kemajuan daerah,” ujarnya.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber; Prajurit Pena







































