Air Bersih Macet dan Dugaan Pungli: Warga Suhaid Tuntut Pertanggungjawaban Pengurus PETI Sungai Batang Suhaid

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:26 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Nasionaldetik.com,– 16 Mei 2026 Krisis air bersih yang melanda masyarakat Kecamatan Suhaid kini berada di titik nadir. Di tengah beban finansial akibat tunggakan pembayaran PDAM yang kabarnya telah menumpuk selama tiga bulan, warga kini harus berhadapan dengan dampak langsung kerusakan lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Batang Suhaid.

​Alih-alih mendapatkan penyelesaian, warga kini mulai menyuarakan tuntutan keras terhadap pengurus PETI setempat yang dinilai ingkar janji, sekaligus mengendus adanya praktik pungutan liar (pungli) di balik lingkaran aktivitas ilegal tersebut.

​Janji Manis Solusi Air Bersih yang Kandas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas PETI di sepanjang Sungai Batang Suhaid telah lama dikeluhkan karena mengubah sumber air utama warga menjadi keruh dan tercemar. Guna meredam gejolak dan protes dari masyarakat

Pengurus PETI di Kecamatan Suhaid sebelumnya sempat menjanjikan akan menyediakan solusi konkret untuk menyuplai air bersih layak konsumsi bagi warga terdampak.
​Namun, hingga saat ini janji tersebut dinilai hanya menjadi “angin surga”.

Warga merasa dibiarkan telantar tanpa alternatif sumber air, sementara biaya operasional rumah tangga kian membengkak karena distribusi air dari PDAM pun dilaporkan tersendat dengan status tunggakan yang mencapai tiga bulan.

​”Kami sudah jatuh tertimpa tangga. Air PDAM menunggak tiga bulan, sementara sungai yang biasa kami gunakan rusak total karena PETI.

Pengurus [PETI] yang dulu berjanji mau tanggung jawab dan kasih solusi air bersih, sekarang mana buktinya? Hanya janji manis,” ungkap seorang warga Kecamatan Suhaid yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

​Menurutnya,kekecewanwarga kini sudah memuncak karena dampak lingkungan yang mereka rasakan sehari-hari sama sekali tidak sebanding dengan janji-janji kesejahteraan atau kompensasi yang pernah diumbar oleh para pengurus pertambangan ilegal tersebut.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Ketua Umum APPI Ade Julhaidir, CFLE Prihatin Atas Vonis 18 Tahun Penjara terhadap Nadiem Makarim
Kasat Reskrim Polres Melawi Siap Tindaklanjuti Penambangan Emas Ilegal di Nanga Kayan
Diduga Diculik dan Diintimidasi, Wartawan Dipaksa Buat Video Klarifikasi
PERNYATAAN SIKAP Oleh Ketua Umum HMI Komisariat FAI UIR Mosi Tidak Percaya Kepada Bprm Dan WD lll
*Peduli Lingkungan, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani Bersama Warga Bersihkan Pantai Babo*
*Prajurit Pusdikarhanud Raih 2 Penghargaan Terbaik di SUBJECT 1 SERGEANT COURSE*
Jaga Kondusifitas Wilayah, Warga Merasa Aman dan Tenang, dikunjungi Babinsa
Hangatnya Kebersamaan di Perbatasan Dalam Peletakan Batu Pertama Perayaan Kenaikan Isa Almasih

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:57 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Percepat Pengerjaan Jalan Pegunungan Desa Gunung Cut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:49 WIB

Rumah Warga Prasejahtera Direhab, Satgas TMMD Abdya Libatkan Gotong Royong Masyarakat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:26 WIB

Gotong Royong Bersama Warga, Satgas TMMD Percantik Mushola di Tangan-Tangan

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:49 WIB

Tak Hanya Rehab Rumah, Satgas TMMD Kodim Abdya Bangunkan Kanopi untuk Warga

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satgas TMMD Kodim Abdya Hadirkan Fasilitas MCK Layak untuk Masyarakat

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:08 WIB

Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya di Gunung Cut Capai 85 Persen

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:46 WIB

Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Satgas TMMD Abdya Selesaikan MCK di Gunung Cut

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:23 WIB

Jumat Berkah Kodim Abdya Sasar Pengguna Jalan dan Petugas Kebersihan di Blangpidie

Berita Terbaru