Kesenian Bantengan Menghiasi Haflah YPI Praja Putra Sentul 2026

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:17 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 18 Juni 2026 Konsep acara Haflah Akhirussanah (perayaan akhir tahun ajaran/kelulusan) Yayasan Pendidikan Islam Praja Putra Sentul Tembelang Jombang kini semakin kreatif dan modern. Berbagai pembaruan menarik kerap diterapkan, baik dari segi konsep, fasilitas pendukung, maupun kreasi yang ditampilkan peserta didik KB, RA dan MI. Pada sesi sungkeman yang dibuat lebih sakral, diawalai khotmil Qur’an setelah sholat Isya di masjid Yayasan Pendidikan Islam Praja Putra, Selasa 16 Juni 2026.

Salah satu kekuatan Yayasan Pendidikan Islam Praja Putra terletak pada kemampuannya menjaga tradisi. Haflah adalah contoh nyata bagaimana tradisi bisa menjadi sarana spiritual, sosial, bahkan kultural. Dalam satu panggung haflah, kita melihat para pendidik, pemerintah, tokoh Masyarakat,wali murid, murid, pedagang kaki lima (PKL) dan masyarakat umum berkumpul. Mereka bersatu dalam dzikir, shalawat, tausiyah, dan kesenian budaya Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penampilan, sholawat, tari daerah, Unit KB, RA dan MI menambahkan pertunjukan kreatif seperti, tarian semapore, hingga drama teaterikal yang dikemas secara edukatif dan modern, Rabo 17 Juni 2026, namun yang sangat menarik perhatian tamu undangan dan wali murid tampilan kreasi Bantengan oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah sesuai dengan tema acara haflah tahun ini “Membangun Peserta Didik Melalui Kearifan Lokal”.
Gus Faiz selaku Ketua Yayasan Pendidikan Islam Praja Putra “Penampilan kesenian Bantengan dalam acara haflah akhirussanah Yayasan Pendidikan Islam Praja Putra adalah cara kami ikut andil melestarikan kearifan lokal. Pertunjukan ini menggabungkan sendratari, musik, dan unsur magis yang menjadi cermin semangat serta jiwa masyarakat Jawa Timur khususnya Kabupaten Jombang”.

“Sajian kesenian Bantengan menjadi Simbol Pelepasan, gerakan lincah Bantengan (sering disebut mberot) sebagai simbol semangat pantang menyerah bagi para siswa siswi yang akan melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya” imbuhnya
.
Kesenian Bantengan adalah seni pertunjukan tradisional khas Jawa Timur yang memadukan unsur tari, pencak silat, musik gamelan, dan mantra. Lebih dari sekadar hiburan, Bantengan merupakan wujud kearifan lokal yang berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, penguat identitas masyarakat agraris, dan ruang olah kanuragan. Kesenian ini kaya akan simbolisme dan nilai-nilai luhur serta nilai filosofis kearifan local yang diturunkan dari generasi ke generas, antara lain Keberanian dan Kekuatan, Gotong Royong dan Koneksi dengan Alam.

Bantengan sempat mengalami pasang surut peminat, namun kini berhasil dibangkitkan kembali sebagai identitas budaya.

Dalam wawancara ketua yayasan Gus Faiz mengatakan “Prinsip kami Yayasan Pendidikan Islam Praja Putra “menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdhu bil jadidil ashlah”. Ini adalah kaidah fiqih yang sangat dipegang teguh, terutama oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Mempertahankan nilai-nilai moral, adab (sopan santun), silaturahmi, dan amalan ibadah serta budaya luhur warisan leluhur yang tidak bertentangan dengan ajaran agama dan Terbuka terhadap perkembangan zaman, mengadopsi teknologi digital untuk produktivitas, serta mengadopsi sistem atau ilmu baru yang membawa maslahat (kebaikan/manfaat) lebih besar bagi umat”.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Sodoran Tangan yang Ditepis: Sinyal Pengafkiran Gerbong Politik Jombang
Anggaran Rp1,7 Miliar Menguap di Proyek GSG Tigaraksa, DTRB Kab. Tangerang Bungkam?
Hukum Cuma Papan Nama? Tambang Diduga Ilegal Bebas Keruk Landskap Ciwandan Cilegon
Monitoring MBG di SPPG Tiga Dara Majalengka, Danramil Pastikan Standar Kebersihan Terpenuhi
SMAN 2 Abung Semuli Kembali Ukir Prestasi, Sejumlah Siswa Diterima di Perguruan Tinggi Negeri
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Penanganan Karhutla, 92 Persen Lahan Terdampak Berhasil Dipadamkan
Mabes TNI dan Unsur Daerah Bersinergi Cegah Karhutla di Rokan Hilir
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Persit, Dari Ketahanan Keluarga hingga Kemandirian UMKM

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 18:17 WIB

Sodoran Tangan yang Ditepis: Sinyal Pengafkiran Gerbong Politik Jombang

Rabu, 2 September 2026 - 18:11 WIB

Anggaran Rp1,7 Miliar Menguap di Proyek GSG Tigaraksa, DTRB Kab. Tangerang Bungkam?

Rabu, 2 September 2026 - 18:07 WIB

Hukum Cuma Papan Nama? Tambang Diduga Ilegal Bebas Keruk Landskap Ciwandan Cilegon

Rabu, 2 September 2026 - 18:01 WIB

Monitoring MBG di SPPG Tiga Dara Majalengka, Danramil Pastikan Standar Kebersihan Terpenuhi

Rabu, 2 September 2026 - 17:55 WIB

SMAN 2 Abung Semuli Kembali Ukir Prestasi, Sejumlah Siswa Diterima di Perguruan Tinggi Negeri

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

Mabes TNI dan Unsur Daerah Bersinergi Cegah Karhutla di Rokan Hilir

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Persit, Dari Ketahanan Keluarga hingga Kemandirian UMKM

Rabu, 2 September 2026 - 14:51 WIB

Babinsa Plupuh Turun ke Sawah, Gulma Dibabat Demi Dongkrak Hasil Panen Padi

Berita Terbaru