Nasional detik.com Bandar Lampung — Komitmen menghadirkan lingkungan pesantren yang sehat, bersih, dan layak terus diwujudkan melalui peningkatan sarana dan prasarana sanitasi. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Assahil menjadi salah satu penerima manfaat dukungan pembangunan sanitasi melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi Tahun Anggaran 2026.
Dukungan tersebut turut mendapat perhatian dari Hanan A. Rozak, Anggota DPR RI Komisi V, sebagai bagian dari ikhtiar mendorong pembangunan infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan dan pesantren.
Bagi PPTQ Assahil, pembangunan sanitasi bukan sekadar penyediaan fasilitas fisik. Lebih dari itu, keberadaan sarana sanitasi yang layak merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung proses pendidikan para santri.
Rangkaian program tersebut ditandai dengan kegiatan Penandatanganan Kontrak Swakelola dan Sosialisasi Tingkat Provinsi Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi Tahap 1 dan Tahap 2 Tahun Anggaran 2026, yang diselenggarakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Lampung, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.
Kegiatan berlangsung pada Jumat–Sabtu, 7–8 Agustus 2026, bertempat di Hotel Golden Tulip Springhill Bandar Lampung. Agenda tersebut meliputi penandatanganan kontrak swakelola kegiatan IBM Sanitasi serta sosialisasi pelaksanaan program tingkat Provinsi Lampung.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah unsur penting dari PPTQ Assahil dan Kementerian Agama, di antaranya Ketua Yayasan PPTQ Assahil, Ning Zulfa, M.Ag, Bendara Yayasan Ning Fika Uana, M.E dan Ketua POKMAS PPTQ Assahil, Dr. H. Abdurrochman, M.Ed.;
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan bersama terhadap upaya peningkatan kualitas lingkungan dan fasilitas dasar di pesantren. Sinergi antara pemerintah, legislatif, pesantren, dan masyarakat diharapkan mampu memastikan pembangunan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang.
Melalui pendekatan berbasis masyarakat, program IBM Sanitasi diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan memanfaatkan sarana sanitasi secara bertanggung jawab.
Bagi PPTQ Assahil, dukungan ini menjadi langkah berarti dalam melengkapi ekosistem pendidikan pesantren. Pendidikan yang baik tidak hanya membutuhkan ruang belajar dan pembinaan yang berkualitas, tetapi juga lingkungan yang sehat serta fasilitas dasar yang mendukung kehidupan para santri.
Dengan hadirnya pembangunan sanitasi, PPTQ Assahil diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dan sehat, sekaligus menanamkan kesadaran kepada para santri tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dari pembangunan sanitasi, tumbuh kesadaran. Dari lingkungan yang sehat, lahir generasi yang kuat. Dan dari pesantren yang peduli terhadap lingkungan, diharapkan lahir generasi yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat.
Dukungan Hanan A. Rozak terhadap pembangunan sanitasi di PPTQ Assahil menjadi bagian dari langkah bersama untuk menghadirkan pesantren yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan pembinaan keislaman, tetapi juga sehat, nyaman, dan berkelanjutan.




























