EKSKLUSIF Proyek Irigasi “Titipan Presiden” di Tilep: Mega-Anggaran Diselimuti Tanda Tanya, Konsultan Ikut Bungkam, Mandor Tak Tahu Spek

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 09:36 WIB

50176 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com, – Proyek vital peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor, Kebumen, yang diklaim sebagai “anggaran dari Presiden” dan dijaga ketat Koramil, kini menjadi sorotan tajam. Meskipun bertujuan mulia untuk ketahanan pangan, pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh SATKER OP SDA SERAYU OPAK (BBWS Serayu Opak) ini diselimuti kabut misteri, khususnya terkait besaran anggaran dan spesifikasi teknis (spek) yang seharusnya transparan.

Misteri di Bawah Pengecoran Lantai
Dari pantauan di lokasi, yang merupakan hamparan sawah hijau di Sidoharum, ditemukan pola kerja sebelum pengecoran lantai saluran irigasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Media mendapati lantai dasar ditata menggunakan batu dan split, yang kemudian dicor. Sementara itu, di bagian pinggir, batu-batu juga ditumpuk, disinyalir sebagai persiapan untuk pengecoran dinding saluran.

Proyek ini tertera jelas pada papan informasi, mencantumkan:

* SATKER/PPK: SATKER OP SDA SERAYU OPAK
* Pekerjaan: Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi
* Sumber Dana: APBN
* Lokasi: Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor
* Waktu Pelaksanaan: 30 (tiga Puluh) Hari Kerja
* Tahun Anggaran: 2025

Transparansi Kandas di Tingkat Desa dan Pelaksana Lapangan
Upaya media untuk menguak tirai misteri ini berbenturan dengan minimnya informasi di berbagai tingkatan:

* Pemerintah Desa “Angkat Tangan”: Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Sidoharum mengaku tidak mengetahui detail krusial proyek tersebut. “Kami hanya tahu menerima jadi. Masalah anggaran dan CV atau PT yang mengerjakan, terus terang saya tidak paham,” ujarnya, menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan lokal.

* Mandor Mengaku “Buta Spek”: Mandor proyek di lokasi, yang mengklaim proyek ini “anggaran dari Presiden” dan “sesuai spek,” justru tidak mampu memberikan detail spesifikasi teknis (spek) pekerjaan dan besaran anggaran kontrak. “Kalau anggaran saya tidak paham. Saya hanya melaksanakan saja.

Silakan tanya ke konsultan terkait anggaran dan speknya, atau datang ke kantor,” kilahnya.

Konsultan Proyek ‘Menghilang’: Jalur Konfirmasi Terputus
Mencoba menindaklanjuti arahan Mandor, media berupaya menghubungi pihak Konsultan pelaksana proyek melalui nomor kontak (WhatsApp) yang diberikan. Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi konsultan tidak membuahkan hasil.

Panggilan telepon dan pesan WhatsApp yang dilayangkan media tidak direspons.
Kegagalan konfirmasi dari pihak Konsultan ini semakin mempertebal keraguan publik tentang akuntabilitas proyek. Ketika tiga pilar informasi (Pemerintah Desa, Mandor Lapangan, dan Konsultan) tidak mampu atau tidak mau memberikan rincian dasar mengenai anggaran APBN dan spek teknis, maka klaim “pelaksanaan sesuai spek” menjadi klaim kosong yang patut dipertanyakan.

Tuntutan Akuntabilitas Publik untuk BBWS Serayu Opak
Sesuai Kode Etik Jurnalistik, berita ini menuntut akuntabilitas publik. Sikap bungkam dari seluruh pihak terkait ini hanya akan menciptakan celah bagi dugaan praktik yang tidak transparan dalam penggunaan uang negara.

Proyek yang sumber dananya dari APBN ini mendesak BBWS Serayu Opak selaku penanggung jawab utama untuk segera membuka data:

* Nilai Kontrak Total: Berapa angka pasti APBN yang digelontorkan untuk proyek ini?
* Nama Resmi Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas: Siapa CV/PT pemenang tender

* Dokumen Spesifikasi Teknis (Spek) Resmi: Apa standar campuran material dan dimensi konstruksi yang digunakan sebagai pedoman kerja di lapangan

Publik berhak mengetahui setiap rupiah uang negara yang digunakan, terutama untuk infrastruktur pertanian yang vital.

Jangan sampai proyek “titipan Presiden” ini justru menjadi monumen minimnya transparansi.

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Ironi Anggaran DPRD Kota Tangerang: Perjalanan Dinas Rp51 Miliar di Tengah Bayang-Bayang Kasus Korupsi
PNIB Soroti OTT Bupati Tulungagung dan Kepala Daerah lainya : Miskinkan Koruptor Tanpa Syarat
Dugaan Korupsi laptop Rp5 Miliar di Disdikbud Pesawaran Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan
Dugaan Fiktif Anggaran Pemeliharaan MTsN 2 Pesawaran Rp 535 Juta Mencuat, Kondisi Gedung Jadi Sorotan
SKANDAL “JASA KONSULTAN FIKTIF”: Rp1 Miliar Uang Rakyat Muratara Mengalir ke Personel “Siluman”
“Skandal Pupuk Sriwijaya: Menguap Bak Ditelan Bumi, KPK RI Tumpul di Hadapan Mafia?”
Proyek RS Rp36 Miliar Terhenti – MAUNG Dorong KPK Periksa Tindakan KKN yang Diduga Ada
Geledah 5 Lokasi PT LM oleh Kejati Kalbar – DPP RAJAWALI: Pastikan Tidak Ada Lembaga yang Terlibat, Termasuk PT Canka

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pastikan Layak Huni, Dansatgas TMMD Abdya Pantau Rehab Rumah Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:37 WIB

Dari Sungai ke Puncak Gunung, Komitmen Dansatgas TMMD Abdya Kawal Pembangunan Jalan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:53 WIB

Kolaborasi TNI dan Masyarakat Percepat Pembangunan MCK di Abdya

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:13 WIB

Kompak! TNI-Warga Bersihkan Masjid Demi Khusyuknya Salat Jumat

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:08 WIB

Aksi Nyata TMMD ke-128, Jalan dan Pengairan di Gunung Cut Dibersihkan Bersama

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:47 WIB

Satgas TMMD Kebut Pekerjaan, Jalan Pegunungan Gunung Cut Mulai Terbentuk

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:06 WIB

Tingkatkan Sanitasi Desa, Satgas TMMD Mulai Semenisasi Balok MCK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:38 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga, Rumah Tak Layak Huni di Gunung Cut Direhab

Berita Terbaru