Penangkapan Terduga Teroris di Lampung dan Ciamis, PNIB : Krisis Ideologi Lebih Berbahaya dari Krisis Ekonomi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:04 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com ,Surabaya, 30 Juli 2026 – Detasemen Khusus Anti-teror (Densus) 88 Polri menangkap dua jaringan  teroris di Ciamis, Jawa Barat dan Lampung. Pelaku jaringan teroris yang di yang ditangkap di Lampung berinisial Hts (36). Sementara di Ciamis berinisial AR (43), keduanya ditangkap pada hari yang sama, Selasa, 21 Juli 2026.

Penyidik menemukan adanya penyebaran berbagai materi yang mengandung narasi radikalisme, khilafah dan terorisme, legitimasi terhadap kekerasan melalui jaringan media sosial milik pelaku.

Menanggapi penangkapan terduga teroris tersebut, Ketua Umum ormas PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menyampaikan apresiasinya kepada Densus 88.

“Di saat kita tidur maupun beraktifitas, Densus 88 terus bekerja 24 jam memburu para pelaku terorisme di berbagai tempat. Bahkan di saat kita lengah dan kurang waspada, mereka tetap bergerak senyap. Ini menandakan gerakan terorisme yang terorganisir masih ada dan terus berupaya menciptakan kekacauan” ungkap Gus Wal.

Fonomena penyebaran propaganda terorisme melalui media sosial mendapat perhatian dari Gus Wal bersama PNIB. Menurutnya media sosial menjadi ruang terbuka yang patut diwapadai para pengguna medsos.

“Perang propaganda sesungguhnya ada di media sosial, bukan lagi sekedar melalui propaganda di mushola, masjid atau mimbar ceramah. Ini yang butuh kolaborasi aktif masyarakat dengan aparat penegak hukum dalam upaya bersama memberantas habis antek-antek khilafah radikalisme terorisme yang terus berkembang menyesuaikan sarana yang ada” lanjutnya.

Penangkapan terduga teroris berdampak terbukanya salah satu simpul jaringan. Dari hasil keterangan dan penyidikan akan terungkap jaringan lainnya. Namun menurut Gus Wal hal tersebut harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat akan bahaya intoleransi dan khilafah radikalisme terorisme.

“Sebelum menjadi teroris mereka sudah memiliki dasar radikal. Dan radikal itu lahir dari paham intoleransi, tidak sepakat perbedaan dan menganggap keyakinannya paling benar. Pelarangan tempat ibadah, penghinaan pada keyakinan lain hingga iming-iming janji surga harus kita waspadai sebagai bibit terorisme” jelas Gus Wal.

PNIB masih meyakini persatuan dan kesatuan bangsa akan tetap terjaga bila kita mengetahui biang perpecahan yang sesungguhnya. Menurut Gus Wal krisis ekonomi masih bisa diatasi dengan kebijakan, namun krisis ideologi hanya bisa ditumpas dengan kembali kepada sejarah perjalanan bangsa beserta peradaban, adat dan tradisi budaya nusantara.

“Krisis ekonomi akan menjadi krisis ideologi saat para pelaku kurang mendapat pemahaman yang benar akan sejarah para pendiri bangsa. NKRI ini adalah kesepakatan penyatuan berbagai ideologi yang ada sebelumnya. Semua itu menyatu dalam Pancasila. Agenda “Ngaji Pancasila dan Kirab Merah Putih” yang dilakukan PNIB diberbagai daerah sebagai upaya menekan ego ideologi. Kami melakukannya secara intensif dalam kesadaran sebagai bagian dari sejarah mempertahankan keutuhan bangsa. Indonesia tanpa intoleransi, khilafah radikalisme dan terorisme menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi” pungkas Gus Wal

( Red )

 

Esit

Berita Terkait

Hari Belajar Guru KKG Pangeran Diponegoro Perkuat Profesionalisme dan Transformasi Pembelajaran
Reorganisasi Takmir Masjid Sabillul Muhtadin, Langkah Kemajuan untuk Ibadah dan Kebersamaan
DPP SWI, Secara Resmi Menggandeng Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam Penyelenggaraan UKW.
Siswa SDN 3 Way Urang Antusias Ikuti Simulasi Kebakaran, Belajar Gunakan APAR Sejak Dini
Plt. Bupati Tulungagung Buka Pelatihan Paskibraka 2026, Tekankan Disiplin dan Jiwa Patriotisme
Pemerintah Desa Sukabanjar Salurkan BLT-DD Tahap III 2026 kepada Lima KPM
DPRD Pesawaran Setujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
Lacak Keberadaan Pelaku Hingga Way Ratai, Tekab 308 Polsek Padang Cermin Ringkus Tersangka Curat Motor Vari

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:35 WIB

ADA APA POLRES KEDIRI…?Penegakan Hukum Polres Kediri Dipertanyakan Warga;Kalangan Ayam Judi Tidak Diberantas Dengan Serius

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Proyek Irigasi Rp 4,8 Miliar Disorot, CV Adiloka Khatulistiwa Diduga Sarat Korupsi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:33 WIB

Edukasi Babinsa Perkuat Dukungan Masyarakat Terhadap Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Babinsa Koramil 07/Salak Hadiri Pembentukan Panitia HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Salak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Edukasi Pelajar Agar Bijak Menggunakan Handphone dan Jauhi Pergaulan Bebas

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:53 WIB

Seleksi Paskib Kecamatan Tigalingga Berlangsung Ketat, Babinsa Tekankan Semangat Bela Negara

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:27 WIB

Perda LAD Dinilai Gerus Eksistensi Adat, Akademisi Dukung Keluarga Kerajaan Gowa Tuntut Pencabutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:16 WIB

Daftar Kepala Daerah di Jawa Tengah yang Tersandung Kasus Hukum KPK Beserta Landasan Pasal Tuntutan Hukumnya

Berita Terbaru