Pacitan,Jatim,Nasionaldetik.com-Proyek yang dibangun dengan semangat ‘asal jadi’, tanpa papan nama, tanpa material yang jelas tersembunyi sebuah ironi pembangunan. Sebuah proyek Talud yang menelan anggaran luar biasa kini menjadi monumen kegagalan.
Tanpa identitas yang jelas, tanpa papan nama yang memadai, proyek ini seperti anak yatim piatu yang terlantar. Pengerjaan yang tergesa-gesa, material yang kualitasnya dipertanyakan, menjadi bom waktu yang akhirnya meledak.
Eko (58) Warga Tulakan “Baru juga berapa bulan selesai, sudah begini. Dulu pas dibangun, saya lihat sendiri materialnya kayak kurang bagus,”saat melewati talud yang ambrol,ucapnya.
Sementara itu warga lain juga sama mengatakan
“Kita khawatir lewat sini, takut tiba-tiba ambruk. Mana nggak ada yang tanggung jawab.”
Sementara itu Mesri selaku anggota Dprd provinsi jatim dapil V dari partai Demokrat angkat bicara.
“Dari visual yang ada, terlihat jelas penggunaan material yang tidak sesuai standar. Pengawasan yang lemah juga menjadi faktor utama.”
Sebagai anggota DPRD Provinsi dari Daerah Pemilihan 5, saya merasa sangat prihatin dan terpanggil untuk menindaklanjuti temuan terkait proyek pembangunan Talud yang berada di desa Bodak Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan tersebut, yang tidak memiliki papan nama yang jelas,tegasnya.jumat (21/11/2025)malam

Keberadaan proyek tanpa identitas yang memadai ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan. Papan nama proyek adalah informasi publik yang krusial, yang seharusnya memuat detail penting seperti,
Jenis proyek
Nilai anggaran
Jangka waktu pengerjaan
Nama kontraktor
Nomor kontrak
Informasi kontak pihak yang bertanggung jawab
Ketiadaan informasi ini bukan hanya melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga menghambat pengawasan publik dan berpotensi membuka celah terjadinya praktik-praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Oleh karena itu, saya akan mengambil langkah-langkah dan
Meminta klarifikasi resmi dari dinas atau instansi terkait yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Saya akan menanyakan status proyek, apakah masih dalam tahap pengerjaan oleh pemborong, pekerja, atau sudah disahkan,pungkasnya.
(Yuan,Red)







































