Gus Beqi: Warga Nahdliyin Inginkan Duet KH Asep Saifuddin Chalim Rais ’Aam dan KH Imjaz Ketua Umum Tanfidziyah Pimpin PBNU

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:38 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rembang, nasionaldetik.com

Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama, berbagai aspirasi dari kalangan warga Nahdliyin terus mengemuka mengenai figur-figur yang dinilai layak memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode mendatang. Salah satu aspirasi tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmu Asy’Syar’i (MIS) Sarang Rembang, KH Muhammad Baihaqi (Gus Beqi).

Menurut Gus Beqi, dinamika yang berkembang di akar rumput menunjukkan bahwa banyak warga Nahdliyin menghendaki hadirnya kepemimpinan PBNU yang mampu memadukan kapasitas keilmuan, keteladanan akhlak, pengalaman organisasi, serta kemampuan menjaga persatuan jam’iyah dan jamaah Nahdlatul Ulama.

“Aspirasi yang banyak kami dengar dari warga Nahdliyin terutama dari santri kultural menginginkan duet KH Asep Saifuddin Chalim sebagai Rais ’Aam Syuriyah PBNU dan KH Imam Jazuli sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Kombinasi ini dinilai dapat menghadirkan keseimbangan antara kepemimpinan ulama dan kepemimpinan organisatoris dalam mengabdi kepada Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Beqi.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Nahdlatul Ulama, posisi Rais ’Aam merupakan supremasi tertinggi kepemimpinan organisasi yang bertugas menjaga arah keagamaan, manhaj, serta khittah perjuangan NU. Sementara Ketua Umum Tanfidziyah menjalankan roda organisasi dengan tetap berpedoman pada arahan Rais ’Aam serta para masyayikh.

Selain pasangan tersebut, Gus Beqi menyebut terdapat sejumlah nama lain yang juga dinilai memiliki kapasitas apabila mendapat amanah sebagai Rais ’Aam. Di antaranya adalah Buya KH Said Aqil Siradj, KH Kafabihi Mahrus, KH Roghib Mabrur Sarang, KH Muhammad Zaim Lasem, sementara Untuk Ketua Umum atau Ketua Tanfidziyah PBNU Gus Abdul Salam Shohib, Gus Yusuf Chudlori, dan Gus Muhaimin Iskandar (Gus Imin).

“Nama-nama tersebut dikenal sebagai kiai-kiai sepuh yang zuhud, faqih, alim, serta memiliki dedikasi panjang dalam mengawal ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Sosok Rais ’Aam PBNU harus benar-benar menjadi rujukan moral, keilmuan, dan kebijaksanaan bagi seluruh warga NU,” katanya.

Untuk posisi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, lanjutnya, sosok yang dibutuhkan adalah santri tulen yang memiliki loyalitas tinggi terhadap jam’iyah, mampu mengonsolidasikan organisasi hingga tingkat ranting, serta siap berkhidmat sepenuhnya kepada warga Nahdliyin dengan menjalankan arahan Rais ’Aam dan para Masyayikh Pondok Pesantren NU.

“Kepemimpinan NU harus dibangun di atas semangat khidmah, bukan semata-mata kontestasi. Yang terpenting adalah bagaimana PBNU ke depan mampu memperkuat ukhuwah, menjaga marwah organisasi, memperkokoh moderasi beragama, serta terus menjadi benteng Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Gus Beqi berharap Muktamar NU berlangsung dengan penuh kesejukan, menjunjung tinggi musyawarah, serta menghasilkan kepemimpinan terbaik yang diterima seluruh warga Nahdliyin. Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu menjaga persatuan, mengedepankan nilai-nilai keulamaan, serta melanjutkan tradisi khidmah yang selama ini menjadi kekuatan utama Nahdlatul Ulama, pungkasnya.

Red.

Berita Terkait

Grand Opening Sate Tegal “Ortega” Siap Digelar, Hadirkan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan H. Fa’ank
Rapat Paripurna: Plt Bupati Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Umumkan Pergantian Pimpinan
AMI Desak Usut Tuntas Dugaan Kamar Premium di Lapas Kelas IIB Blitar, Minta Ditjenpas Bertindak Tegas*
PNIB : Marak Pelarangan Peribadatan dan Pendirian Rumah Ibadah, Indonesia Darurat Intoleransi Terorisme, Negara Wajib Tegas!
KH Zaim Lasem : Regenerasi PBNU di persimpangan zaman, Membaca jejak pengabdian Gus Gudfan sebagai penerus tradisi ulama
Ketua Umum SWI H.Iskandar S.Sos., Turut Hadir Dalam Acara Audensi dengan Dewan Pers
ASDP Layani 2,05 Juta Penumpang Selama Libur Sekolah, Merak – Bakauheni Masih Jadi Lintasan Terpadat
Babinsa Abdul Halim Dampingi Petani Desa Tetaan, Wujudkan Pertanian yang Mandiri dan Produktif

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:12 WIB

Grand Opening Sate Tegal “Ortega” Siap Digelar, Hadirkan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan H. Fa’ank

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

AMI Desak Usut Tuntas Dugaan Kamar Premium di Lapas Kelas IIB Blitar, Minta Ditjenpas Bertindak Tegas*

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:38 WIB

Gus Beqi: Warga Nahdliyin Inginkan Duet KH Asep Saifuddin Chalim Rais ’Aam dan KH Imjaz Ketua Umum Tanfidziyah Pimpin PBNU

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:36 WIB

PNIB : Marak Pelarangan Peribadatan dan Pendirian Rumah Ibadah, Indonesia Darurat Intoleransi Terorisme, Negara Wajib Tegas!

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:33 WIB

KH Zaim Lasem : Regenerasi PBNU di persimpangan zaman, Membaca jejak pengabdian Gus Gudfan sebagai penerus tradisi ulama

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:46 WIB

Ketua Umum SWI H.Iskandar S.Sos., Turut Hadir Dalam Acara Audensi dengan Dewan Pers

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:14 WIB

ASDP Layani 2,05 Juta Penumpang Selama Libur Sekolah, Merak – Bakauheni Masih Jadi Lintasan Terpadat

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Babinsa Abdul Halim Dampingi Petani Desa Tetaan, Wujudkan Pertanian yang Mandiri dan Produktif

Berita Terbaru