Nasionaldetik.com,— 1 Juni 2026.
Sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Merangin mengeluhkan keterlambatan pencairan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) atau Dana BOS. Hingga awal Juni 2026, dana untuk triwulan pertama (Januari-Maret) belum juga diterima, menyebabkan operasional sekolah terganggu signifikan.
Keterlambatan ini memaksa para kepala sekolah kesulitan memenuhi kebutuhan mendesak. “Kami sudah tidak ada tempat untuk berutang lagi. Apalagi bulan Juni ini kelas 1 sampai 5 akan ujian. Kami bingung mau memperbanyak soal, malu dengan orang toko,” keluh seorang kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya. Situasi ini mengganggu kegiatan penting lainnya, termasuk ujian akhir semester dan partisipasi dalam perlombaan seperti O2SN tingkat kabupaten.
Keterlambatan pencairan ini memicu berbagai spekulasi. Salah satu isu yang santer beredar adalah kaitannya dengan pelantikan sekitar 140 kepala sekolah baru. Dugaan ini muncul karena rekening BOS yang semula menggunakan spesimen tanda tangan kepala sekolah lama, perlu diperbarui dengan rekening atas nama sekolah dan kepala sekolah baru, yang diduga memerlukan SK pelantikan. Informasi dari beberapa sumber juga menyebutkan bahwa Kabid Dikdas,
Muhammad Tabri, S.Pd., pernah menyatakan pencairan dana BOSP menunggu pelantikan kepala sekolah baru. Namun, saat dikonfirmasi,
Tabri menyanggah hal tersebut, “Idak bang,” jawabnya singkat melalui chat WhatsApp, menyarankan konfirmasi lebih lanjut kepada Kadis Pendidikan.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin, DR. Misrinadi., S.Pd, MM,
memberikan penjelasan resmi. Beliau menyatakan bahwa tertundanya pencairan dana BOS bukan karena isu pelantikan, melainkan adanya relaksasi dalam proses pencairan itu sendiri. “Relaksasi ini terkait penyesuaian penggunaan Dana BOS dengan pembayaran gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) melalui sistem Arkas (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah),” ujar Misrinadi.
Ia menambahkan, “Insya Allah, pencairan akan kami usahakan dilakukan pada awal Juni ini, bahkan diupayakan merata hingga triwulan kedua.”
Menyikapi situasi ini, para kepala sekolah mendesak Dinas Pendidikan Merangin untuk memberikan penjelasan yang lebih detail dan resmi. Mereka berharap agar tidak ada lagi kesalahpahaman dan spekulasi yang berkembang. Kekhawatiran utama mereka adalah jika dana triwulan 1 tidak segera cair bulan ini, maka dana tersebut berisiko harus dikembalikan ke kas negara, yang tentu akan semakin memberatkan operasional sekolah.
Reporter: Gondo irawan







































