Tragedi Kecelakaan di Perumahan Mitra Berdikari Asri: Pengurus Diduga Lari dan Penanganan Terlambat

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 06:33 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,Makassar – Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 10.30 WITA di kawasan Perumahan Mitra Berdikari Asri, RT 1 RW 8, kini menjadi sorotan luas, tidak hanya dari warga setempat tetapi juga kalangan lembaga masyarakat. Kejadian ini meninggalkan kesan mendalam dan kekhawatiran, terutama karena ada dugaan ketidaktanggungjawaban pihak yang seharusnya dapat bertindak cepat, serta lemahnya sistem keamanan dan penanganan darurat di lingkungan tersebut.

Menurut informasi yang terhimpun, saat kecelakaan berlangsung, terdapat tiga pengurus Pamsimas sekaligus warga setempat yang berada di lokasi, yaitu Darwin, Hamsa, dan Irwanto yang akrab disapa Anto. Namun, yang menjadi hal yang sangat disayangkan dan menimbulkan kemarahan warga, ketiganya diduga langsung meninggalkan tempat kejadian perkara sesaat setelah insiden terjadi. Tindakan ini membuat proses penanganan awal menjadi terhambat, sementara korban masih membutuhkan pertolongan segera.

Masalah menjadi semakin rumit dan menyakitkan karena informasi mengenai kejadian ini baru diterima oleh pihak berwenang sekitar satu jam setelah peristiwa berlangsung. Akibat keterlambatan pelaporan tersebut, evakuasi dan penanganan medis yang seharusnya dilakukan dengan cepat dan sesuai prosedur — di mana korban seharusnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjutan — menjadi terlambat jauh dari batas waktu yang wajar. Warga merasa hal ini bukan sekadar kesalahan biasa, melainkan kegagalan sistem dan sikap yang tidak bertanggung jawab yang membahayakan nyawa orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat situasi yang memilukan ini, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Poros Rakyat Indonesia, Andis, SH, CLA, turut angkat suara dan menyampaikan pendapatnya dengan tegas. Menurutnya, kejadian ini adalah bukti nyata adanya kegagalan besar dalam penerapan standar keamanan serta kurangnya kesadaran tanggung jawab sosial di lingkungan tersebut. “Apa arti jabatan dan kepercayaan masyarakat jika saat keadaan darurat tiba, orang-orang yang diharapkan membantu malah lari dan meninggalkan korban? Ini bukan hanya soal kesalahan individu, tetapi menunjukkan bahwa sistem penanganan darurat di sana hampir tidak ada atau tidak berfungsi sama sekali,” ujar Andis dengan nada tegas.

Ia juga menekankan bahwa setiap orang, terlebih mereka yang memegang jabatan atau tanggung jawab di lingkungan masyarakat, memiliki kewajiban moral dan sosial untuk memberikan pertolongan pertama serta memastikan informasi disampaikan dengan cepat kepada pihak yang berwenang. Kegagalan melakukannya, menurutnya, adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan harus dipertanggungjawabkan, baik secara etika maupun hukum.

Selain itu, Andis juga mendukung harapan warga agar pihak berwenang melakukan penyelidikan mendalam terkait tindakan para pengurus yang meninggalkan lokasi, serta menuntut penjelasan yang jelas dan terbuka dari pihak terkait. Ia juga menegaskan perlunya perbaikan sistem penanganan darurat di seluruh lingkungan pemukiman, agar tidak ada lagi nyawa yang terancam atau hilang hanya karena kelalaian dan ketidaktanggapan pihak yang berwajib maupun pengurus lingkungan.

Sampai saat ini, warga masih menunggu penjelasan resmi dari para pengurus Pamsimas dan tindakan nyata dari pihak berwenang. Masyarakat berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga, sehingga keamanan dan keselamatan warga benar-benar menjadi prioritas utama, bukan sekadar janji atau tulisan di atas kertas.

 

Baramakassar_

Berita Terkait

Satgas TMMD dan Warga Tengganau Bersinergi Bangun Drainase di jalan Bunta
Dugaan Korupsi Sistemik di Dinas BMBK Lampung, LSM FOKAL Desak Penegak Hukum Bertindak
Teror terhadap Simbol Pemuda Pancasila? Pengerusakan Plank di Tanjung Selamat Hebohkan Warga
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026,Jayalah Guru Sebagai Pelita Bangsa
SOPIR MOBIL KAMPAS BARANG CAMPURAN DILAPORKAN DUGAAN PENIPUAN, TEGASKAN DIPAKSA BUAT KWITANSI FIKTIF OLEH GUSTI AYU KD PARWATI
SKANDAL TENDER PUPR MUARA ENIM: Bukti Ketidakprofesionalan Pokja dan Dugaan Manipulasi Dokumen Terbongkar!
Harmoni May Day di Boyolali, Buruh, Pemerintah dan Aparat Bersatu dalam Semangat Kebersamaan
*Pekerjaan Sumur Bor Dikebut, Air Bersih Segera Mengalir ke Rumah Warga*

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:26 WIB

Bahan Baku, PSDH, dan SKSHHBK PT Rosin Dipertanyakan LIRA, Pemeriksaan Menyeluruh Dinilai Mendesak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:06 WIB

Miris, Warga Pasir Putih Meninggal Dunia di Tengah Jalan karena Akses Kesehatan dan Jalan Utama Terputus

Kamis, 23 April 2026 - 19:52 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Gelar Rekonstruksi Kasus Curat Dokter Wanita, 25 Adegan Diperagakan Tersangka

Kamis, 23 April 2026 - 00:26 WIB

Antisipasi Karhutla, Polres Gayo Lues Sebar Imbauan di Titik Rawan

Senin, 20 April 2026 - 01:26 WIB

Aksi Kemanusiaan, SMA Negeri 1 Blangkejeren Bantu Warga di 3 Desa Sekaligus Bersihkan Fasilitas Umum

Selasa, 14 April 2026 - 19:09 WIB

Rabusin Soroti Penegakan Hukum di Pengadilan Negeri Blangkejeren, Tegaskan Fakta Hukum dan Kepastian Hak

Jumat, 10 April 2026 - 00:35 WIB

Rabusin Tegaskan Pentingnya Peran DPR, Komisi Yudisial, dan Kejaksaan Agung dalam Mengawal Keadilan di Daerah

Kamis, 9 April 2026 - 22:33 WIB

Dakwaan Dipertanyakan, Rabusin Tegaskan Unsur Pidana Tak Terpenuhi dalam Kasus Dugaan Pencurian Kayu

Berita Terbaru