Akademisi Kritik Kebijakan Pembatasan JKA: “Aceh Berisiko Mundur di Tengah Kemajuan Daerah Lain”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:06 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional detik.com,BANDA ACEH – Kebijakan pembatasan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) menuai kritik tajam dari kalangan akademisi. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah mundur yang kontradiktif dengan semangat awal perlindungan sosial bagi masyarakat Aceh, di saat provinsi lain justru tengah gencar melakukan modernisasi dan inovasi layanan kesehatan.

Iskandar Ahmaruddin, Akademisi Universitas Abulyatama sekaligus Sekjend Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (IMKB), menyatakan bahwa pembatasan akses layanan kesehatan ini mencederai hak dasar rakyat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Di saat provinsi lain berlomba-lomba berinovasi mempermudah akses pelayanan kesehatan dan modernisasi rumah sakit, Aceh justru menunjukkan arah sebaliknya. Jika JKA terus dibatasi, maka yang sesungguhnya dibatasi adalah harapan rakyat untuk hidup sehat,” ujar Iskandar dalam keterangan tertulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataannya, Iskandar menyoroti beberapa dampak krusial dari kebijakan tersebut :

Aceh berisiko tertinggal jauh dari daerah lain yang mulai menerapkan digitalisasi dan perluasan layanan kesehatan.

Pembatasan dilakukan saat masyarakat masih menghadapi persoalan kemiskinan, ketimpangan sosial, serta beban sosial akibat penyalahgunaan narkotika.

JKA yang dulunya merupakan pelopor jaminan kesehatan di Indonesia kini dianggap kehilangan esensi keberpihakannya kepada rakyat kecil.

Iskandar menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar masalah regulasi teknis, melainkan masalah arah keberpihakan politik dan keberanian pemimpin dalam mengambil keputusan di masa krisis.

Ia menambahkan bahwa akses kesehatan seharusnya diperkuat sebagai instrumen perlindungan bagi warga yang masih trauma akan konflik masa lalu dan ancaman bencana alam yang kerap melanda wilayah Aceh.

“Ini soal arah keberpihakan. Kebijakan ini hadir di tengah masyarakat yang masih bergulat dengan berbagai beban sosial nyata. Akses layanan kesehatan seharusnya diperkuat, bukan dipersempit,” tutup Mahasiswa Doktoral FK Universitas Syiah Kuala tersebut.

 

Red.

Berita Terkait

Ironi Bantuan Pusat: Kapal KM Nelayan 2016 Terbengkalai di Lampulo, DPRK Simeulue Soroti Pengelolaan
Mualem Tegaskan Penyesuaian JKA Tak Ubah Nilai Perjuangan, Enam Poin Kebijakan Jadi Landasan Perlindungan Rakyat Aceh
SEKDA Aceh Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA
Yahdi Hasan Apresiasi Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Narkoba, Tegaskan Komitmen Lindungi Generasi Muda
Yahdi Hasan Desak Polisi Tangkap Dalang Pengeroyokan di Polda Metro Jaya, Soroti Runtuhnya Kepercayaan Publik
Yahdi Hasan Kecam Pengeroyokan Haji Faisal di Polda Metro Jaya, Minta Negara Tegakkan Keadilan untuk Warga Aceh
Polda Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Babuttaqwa
Rehabilitasi Gedung Rawat Jalan Lama RSJ Aceh Telan Anggaran Rp4,8 Miliar, Diharapkan Tingkatkan Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pastikan Layak Huni, Dansatgas TMMD Abdya Pantau Rehab Rumah Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:37 WIB

Dari Sungai ke Puncak Gunung, Komitmen Dansatgas TMMD Abdya Kawal Pembangunan Jalan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:53 WIB

Kolaborasi TNI dan Masyarakat Percepat Pembangunan MCK di Abdya

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:13 WIB

Kompak! TNI-Warga Bersihkan Masjid Demi Khusyuknya Salat Jumat

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:08 WIB

Aksi Nyata TMMD ke-128, Jalan dan Pengairan di Gunung Cut Dibersihkan Bersama

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:47 WIB

Satgas TMMD Kebut Pekerjaan, Jalan Pegunungan Gunung Cut Mulai Terbentuk

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:06 WIB

Tingkatkan Sanitasi Desa, Satgas TMMD Mulai Semenisasi Balok MCK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:38 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga, Rumah Tak Layak Huni di Gunung Cut Direhab

Berita Terbaru