Reses DPRK Subulussalam Meriah Diwarnai Curhatan Warga Soal Banjir, Drainase hingga UMKM

KABIRO SUBULUSSALAM

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:44 WIB

50109 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Subulussalam, l.Persoalan bantuan pasca banjir menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga Kecamatan Sultan Daulat dalam kegiatan Reses II DPRK Kota Subulussalam masa sidang II tahun 2026. Warga berharap bantuan bagi korban banjir dapat disalurkan lebih merata, termasuk kepada masyarakat yang kebunnya terdampak banjir beberapa waktu lalu.(14/03)

Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada anggota DPRK Subulussalam dari Partai Hanura dapil Sultan Daulat, Ade Rizky Noviani br Bintang dalam kegiatan reses yang turut dihadiri Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, sejumlah tokoh masyarakat, Camat, perwakilan Partai Hanura, serta unsur Sekretariat DPRK Subulussalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah mereka. Selain soal bantuan banjir, warga juga menyoroti pentingnya pembangunan drainase di sejumlah titik yang dinilai rawan genangan air.

Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan sejumlah program pembangunan lain yang dinilai penting bagi kepentingan sosial dan ekonomi warga.

Di antaranya pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sekalondang beserta peningkatan akses jalan menuju lokasi tersebut.

Warga juga berharap pemerintah dapat menghadirkan fasilitas pendukung bagi pelaku UMKM, termasuk sarana bagi kegiatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan agar masyarakat lebih mudah mengembangkan usaha kecil.

Sementara itu, masyarakat dari Kampong Subulussalam Timur turut menyampaikan aspirasi berupa rehabilitasi masjid, pembangunan sanitasi, hingga pembangunan balai TPU yang dinilai penting bagi kebutuhan sosial masyarakat.

Selain itu, warga juga berharap adanya kemudahan akses bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan tempat berdagang sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih baik.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ade Rizky Noviani menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme DPRK.
“Reses ini adalah wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Semua usulan yang disampaikan akan kami tampung dan akan kami bawa dalam pembahasan di DPRK untuk diperjuangkan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRK Subulussalam Ade Fadly Pranata Bintang menegaskan bahwa reses merupakan mekanisme resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan kepada wakil rakyat.

“Melalui reses ini masyarakat dapat menyampaikan usulannya secara sah kepada DPRK. Semua aspirasi yang masuk akan kami bahas dan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan dalam program pembangunan daerah,” katanya.

Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan dialog terbuka antara masyarakat dan anggota DPRK, di mana berbagai persoalan pembangunan desa, kebutuhan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi topik utama yang dibahas.

Ketua DPRK Subulussalam Ade Fadly Pranata Bintang menyampaikan arahan dalam kegiatan Reses II DPRK Subulussalam masa sidang II tahun 2026 yang dihadiri masyarakat Kecamatan SIMPANG KIRI DAN Sultan Daulat.

Anggota DPRK Subulussalam Ade Rizky Noviani br Bintang menyampaikan sambutan saat kegiatan reses bersama masyarakat Sultan Daulat yang menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan daerah.//Salman

Berita Terkait

Program Wifi Desa Dinilai Dibutuhkan, LSM Suara Putra Aceh Bantah Isu Titipan APH
Kunker”Kapolda Aceh Disambut Tarian Dampeng di Polres Subulussalam
Kepala SMAN 1 Simpang Kiri Apresiasi Prestasi Khaisya Arasi Solin, Motivasi Siswa Terus Ukir Prestasi untuk Subulussalam
Saksi Fakta ” Desak Ketua Apkasindo Aceh Dicopot, Sengketa Lahan Transmigrasi Longkib Kian Memanas
Program Peremajaan Sawit di Subulussalam Disorot, Warga Nilai Pekerjaan “Asal Jadi”
Maladministrasi di Ujung Barat: Dugaan Pelanggaran HAM Berkedok Peraturan Desa di Subulussalam*
Warga Lae Saga Bantah Jual Lahan Transmigrasi, Skandal Longkib Kian Melebar
Dua Kasus Lahan Transmigrasi Mengemuka, Dugaan Mafia Tanah Longkib Kian Terang namun Sulit Terurai

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:21 WIB

OBJEK PBB P2 DIDUGA KUAT MASUK KAWASAN HUTAN, BAPENDA LAMBAR : “KAMI TIDAK TAHU!”

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:14 WIB

JIKA INDONESIA INGIN MAJU, BELAJARLAH DARI NEGARA YANG SUDAH MAJU, PESAN KIAI IMAM JAZULI MELEPAS 300 SANTRI KE CHINA

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:10 WIB

Pemuda dan Mahasiswa Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Program MBG Melalui Diskusi Publik di Banten

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:06 WIB

Kemenduk Bangga/BKKBN Banten Peringati Satu Tahun Program TAMASYA

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

Sertipikat Tanah Hilang? Berikut Panduan Cara Mengurusnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:51 WIB

Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:46 WIB

Kodim 0206/Dairi Rampungkan Rehabilitasi Jembatan Gantung di Pakpak Bharat

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Bantu Pascapanen Jagung Milik Petani di Pakpak Bharat

Berita Terbaru