SDN Talok 02 Aktualisasikan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan Jumat Kliwon

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:28 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalDetik.com — Tegal, 30 Oktober 2026.

Pendidikan pada hakikatnya tidak hanya berorientasi pada pengembangan kapasitas intelektual, tetapi juga pada internalisasi nilai-nilai spiritualSDN Talok 02 Aktualisasikan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan Jumat Kliwon, pembentukan karakter, dan penguatan dimensi sosial peserta didik. Berangkat dari paradigma tersebut, SDN Talok 02 menyelenggarakan pembiasaan Jumat Kliwon melalui kegiatan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh Ustaz Anggun Faiz Alfiansyah, dilanjutkan dengan santap bekal bersama di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merepresentasikan ikhtiar institusional dalam membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan nilai religiusitas dan pembentukan akhlak sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Pembacaan Surah Yasin menjadi medium pembiasaan spiritual yang diharapkan mampu menumbuhkan kedekatan peserta didik dengan Al-Qur’an sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bawah bimbingan ustadz Anggun Faiz Alfiansyah, para siswa mengikuti rangkaian pembacaan Surah Yasin dengan khidmat. Praktik keagamaan yang dilaksanakan secara kolektif ini juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual untuk menumbuhkan kedisiplinan, ketertiban, serta penghargaan terhadap nilai-nilai spiritual sejak jenjang pendidikan dasar.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santap bekal bersama. Dalam perspektif pendidikan karakter, aktivitas sederhana tersebut memiliki relevansi pedagogis karena membuka ruang pembiasaan sikap bersyukur, kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, proses pendidikan tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan secara kognitif, tetapi juga diarahkan pada pembentukan sikap dan perilaku melalui pengalaman nyata.

Pembiasaan Jumat Kliwon menjadi salah satu bentuk pendidikan berbasis habituasi, yakni proses penanaman nilai melalui aktivitas positif yang dilaksanakan secara berulang dan konsisten. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara pengetahuan moral, kesadaran spiritual, dan aktualisasi perilaku dalam kehidupan peserta didik.

Melalui kegiatan tersebut, SDN Talok 02 menegaskan pentingnya pendidikan yang holistik, yakni pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan kepekaan sosial. Orientasi ini sejalan dengan upaya membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berintegritas, berkarakter, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada akhirnya, pembiasaan Jumat Kliwon bukan sekadar agenda rutin sekolah, melainkan bagian dari ikhtiar pedagogis untuk menumbuhkan fondasi karakter sejak dini. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui kualitas kepribadian dan keluhuran akhlak yang tercermin dalam perilaku peserta didik.

Berita Terkait

Kajari Karo Ikuti FGD Optimalisasi Penyidikan Perkara Korupsi, Perkuat Komitmen Penegakan Hukum Berkualitas
Pesan dan Bayar Melalui Platform Digital, Momoyo Akui tidak bisa Scand Barkot 
Semarak Hari Jadi ke-821, Sebanyak 765 ASN Adu Kekompakan dalam Festival Olahraga Tradisional di GOR Lembu Peteng
TMMD Sengkuyung IV Kodim Boyolali Bekali Warga Wawasan Antiradikalisme dan Tertib Administrasi Kependudukan
Kemarau Panjang, BPBD Tulungagung Salurkan Air Bersih ke 409 KK di Kalibatur
Universitas Dharma Wacana Metro Menerima Bantuan Beasiswa KIP dari Anggota DPR RI dari Partai PKS
Diduga Pemkab Tanggamus Tahan Tunjangan Sertifikasi PPPK, Anggota DPRD Tanggamus Angkat Bicara
Progres Pembangunan Air Tumpah Kabupaten Batanghari Mencapai 90 Persen

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

8 SURAT KE 8 INSTANSI NEGARA DINYATAKAN SAMPAI, PH RIKI AGASI: BUKTI PERJUANGAN RAKYAT KECIL MENCARI KEADILAN SAMPAI ISTANA Medan, 31 Oktober 2026 – Menindaklanjuti 8 surat resmi yang telah dikirimkan sebelumnya ke 8 instansi negara tertinggi, Penasehat Hukum RIKI AGASI, Datuk Nikmat Gea, S.H., menyampaikan bahwa kedelapan surat tersebut telah dinyatakan SAMPAI (DELIVERED) semua berdasarkan sistem pelacakan resmi Pos Indonesia. “Alhamdulillah, perjuangan klien kami dari Medan tidak sia-sia. Delapan surat kami kirim, delapan-delapannya sampai. Tidak ada yang kembali, tidak ada yang gagal. Ini bukti kami serius mencari keadilan sampai ke Istana,” ujar Datuk Nikmat Gea, S.H., di Medan, Sabtu (31/10). Adapun 8 bukti pengiriman tersebut berdasarkan data resmi Pos Indonesia per 30 Oktober 2026: 1. KAPOLDA SUMUT – DELIVERED 28 Okt 2026 2. KOMNAS HAM RI – DELIVERED 29 Okt 2026 3. KETUA MAHKAMAH AGUNG RI – DELIVERED 29 Okt 2026 4. PRESIDEN RI – DELIVERED 29 Okt 2026 5. KPAI – DELIVERED 29 Okt 2026 6. KOMISI III DPR RI – DELIVERED 29 Okt 2026 7. KAPOLRI – DELIVERED 30 Okt 2026 8. OMBUDSMAN RI – DELIVERED 30 Okt 2026 Seluruh surat tercatat diterima oleh Bagian Persuratan / Mailroom / Piket Resmi masing-masing instansi. Datuk Nikmat Gea menegaskan, dengan sampainya 8 surat tersebut, maka secara resmi Presiden RI, Kapolri, Ketua MA, Komisi III DPR, Komnas HAM, Ombudsman, Kapolda Sumut, dan KPAI telah mengetahui fakta bahwa kliennya Riki Agasi telah MENANG Praperadilan No.62/Pid.Pra/2024/PN.Mdn tanggal 19 November 2024, namun putusan tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya. “Putusan Praperadilan jelas, penetapan tersangka TIDAK SAH, penahanan 44 hari TIDAK SAH, pemulihan hak, harkat dan martabat harus dilaksanakan. Tapi sampai hari ini motor klien kami masih dikuasai terduga pelaku, dan tidak ada proses hukum terhadap pelaku pemukulan terhadap klien kami yang sedang bersama 2 anak di bawah umur sepulang Sholat Jumat tanggal 5 Januari 2024 lalu,” tegasnya di Medan. Dengan telah diterimanya surat di 8 instansi, pihak keluarga kembali menegaskan 4 tuntutan utama yang sebelumnya telah disampaikan. Namun di akhir, PH kembali memohon dengan kerendahan hati. “Pada akhirnya, setelah kami mengetuk 8 pintu keadilan dari Medan, keluarga dengan kerendahan hati memohon perlindungan hukum dan keadilan kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto. Kami rakyat kecil dari Medan, hanya ingin hak kami dikembalikan sesuai putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum,” tutup Datuk Nikmat Gea, S.H. CATATAN REDAKSI: Seluruh data tersebut berdasarkan sistem tracking resmi PT Pos Indonesia (Persero) yang dapat diverifikasi publik. Red..

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Usai Menjaga Kedamaian di Kongo, Prajurit Yonif 412 Kostrad Pulang Membawa Kehormatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Biasanya Pegang Senjata, Kini Pegang Batu Bata, Inilah TNI Rasa Tukang dalam TMMD ke-130 Kodim 0818 Kabupaten Malang

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:05 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0818 Malang-Batu, Rabat Beton Jalan Kampung Desa Taji Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Dukung Kelancaran Aktivitas Warga.

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:56 WIB

PERJUANGAN DI BALIK ASPAL, SATGAS TMMD KE-130 HADIRKAN JALAN HOTMIX UNTUK KEMUDAHAN WARGA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Perkuat Gotong Royong, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang Bersama Warga Lanjutkan Pembuatan Tugu Prasasti di Desa Taji

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Wujudkan Hunian Layak, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang Gotong Royong Angkut Batu Hebel untuk RTLH Milik Bapak Khodir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:43 WIB

500 METER ASPAL, SEJUTA HARAPAN! TMMD KE-130 KODIM 0818/MALANG-BATU HADIRKAN JALAN LEBIH MULUS UNTUK RAKYAT

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Biasanya Pegang Senjata, Kini Pegang Batu Bata, Inilah TNI Rasa Tukang dalam TMMD ke-130 Kodim 0818 Kabupaten Malang

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

8 SURAT KE 8 INSTANSI NEGARA DINYATAKAN SAMPAI, PH RIKI AGASI: BUKTI PERJUANGAN RAKYAT KECIL MENCARI KEADILAN SAMPAI ISTANA Medan, 31 Oktober 2026 – Menindaklanjuti 8 surat resmi yang telah dikirimkan sebelumnya ke 8 instansi negara tertinggi, Penasehat Hukum RIKI AGASI, Datuk Nikmat Gea, S.H., menyampaikan bahwa kedelapan surat tersebut telah dinyatakan SAMPAI (DELIVERED) semua berdasarkan sistem pelacakan resmi Pos Indonesia. “Alhamdulillah, perjuangan klien kami dari Medan tidak sia-sia. Delapan surat kami kirim, delapan-delapannya sampai. Tidak ada yang kembali, tidak ada yang gagal. Ini bukti kami serius mencari keadilan sampai ke Istana,” ujar Datuk Nikmat Gea, S.H., di Medan, Sabtu (31/10). Adapun 8 bukti pengiriman tersebut berdasarkan data resmi Pos Indonesia per 30 Oktober 2026: 1. KAPOLDA SUMUT – DELIVERED 28 Okt 2026 2. KOMNAS HAM RI – DELIVERED 29 Okt 2026 3. KETUA MAHKAMAH AGUNG RI – DELIVERED 29 Okt 2026 4. PRESIDEN RI – DELIVERED 29 Okt 2026 5. KPAI – DELIVERED 29 Okt 2026 6. KOMISI III DPR RI – DELIVERED 29 Okt 2026 7. KAPOLRI – DELIVERED 30 Okt 2026 8. OMBUDSMAN RI – DELIVERED 30 Okt 2026 Seluruh surat tercatat diterima oleh Bagian Persuratan / Mailroom / Piket Resmi masing-masing instansi. Datuk Nikmat Gea menegaskan, dengan sampainya 8 surat tersebut, maka secara resmi Presiden RI, Kapolri, Ketua MA, Komisi III DPR, Komnas HAM, Ombudsman, Kapolda Sumut, dan KPAI telah mengetahui fakta bahwa kliennya Riki Agasi telah MENANG Praperadilan No.62/Pid.Pra/2024/PN.Mdn tanggal 19 November 2024, namun putusan tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya. “Putusan Praperadilan jelas, penetapan tersangka TIDAK SAH, penahanan 44 hari TIDAK SAH, pemulihan hak, harkat dan martabat harus dilaksanakan. Tapi sampai hari ini motor klien kami masih dikuasai terduga pelaku, dan tidak ada proses hukum terhadap pelaku pemukulan terhadap klien kami yang sedang bersama 2 anak di bawah umur sepulang Sholat Jumat tanggal 5 Januari 2024 lalu,” tegasnya di Medan. Dengan telah diterimanya surat di 8 instansi, pihak keluarga kembali menegaskan 4 tuntutan utama yang sebelumnya telah disampaikan. Namun di akhir, PH kembali memohon dengan kerendahan hati. “Pada akhirnya, setelah kami mengetuk 8 pintu keadilan dari Medan, keluarga dengan kerendahan hati memohon perlindungan hukum dan keadilan kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto. Kami rakyat kecil dari Medan, hanya ingin hak kami dikembalikan sesuai putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum,” tutup Datuk Nikmat Gea, S.H. CATATAN REDAKSI: Seluruh data tersebut berdasarkan sistem tracking resmi PT Pos Indonesia (Persero) yang dapat diverifikasi publik. Red..

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:37 WIB