Polsek Sumbergempol Bongkar Perakitan Petasan Ilegal Libatkan Dua Remaja,Warga Diimbau Waspada

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:40 WIB

50289 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Di tengah Bulan suci Ramadan ini, aparat dari Polsek Sumbergempol berhasil mengungkap praktik perakitan petasan tanpa izin di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Jumat (27/2/2026). Dalam pengungkapan tersebut, dua remaja yang masih berstatus anak di bawah umur telah diamankan.

Kedua remaja berinisial AD (14) dan MF (12) tersebut diduga memproduksi petasan berdaya ledak tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang mencurigai adanya pembelian bubuk mesiu dalam jumlah tidak wajar menjelang Ramadan.

Kapolsek Sumbergempol, Moh. Anshori, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi tersebut, Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penggerebekan di salah satu rumah terduga pelaku sekitar pukul 15.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di lokasi kami menemukan sekitar satu kilogram bubuk mesiu serta sejumlah gulungan petasan yang telah dipersiapkan untuk dirakit,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Selain bubuk mesiu, petugas juga menyita lima kilogram kertas pembungkus, sepuluh selongsong petasan kosong, dua batang pipa, gunting, lakban, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi terkait aktivitas tersebut.

Menurut Kapolsek, perakitan bahan peledak di lingkungan permukiman sangat berisiko karena dapat memicu ledakan sewaktu-waktu. Dampaknya tidak hanya mengancam keselamatan pelaku, tetapi juga warga sekitar, termasuk potensi kebakaran dan kerusakan bangunan.

Saat ini kedua remaja tersebut menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur peradilan anak. Penanganan perkara dilakukan dengan melibatkan orang tua serta instansi terkait guna memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi.

Menjelang Ramadan, tradisi menyalakan petasan memang kerap muncul di tengah masyarakat. Namun aparat keamanan kembali mengingatkan bahwa euforia tersebut tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan. Ledakan dari petasan rakitan dapat menyebabkan luka serius, bahkan korban jiwa, serta mengganggu ketertiban dan kekhusyukan ibadah.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengawasan keluarga memegang peranan penting dalam mencegah kasus serupa. Orang tua diminta lebih aktif memantau aktivitas anak, terutama jika terdapat tanda-tanda penyimpanan atau perakitan bahan petasan di rumah.

“Peran keluarga sangat menentukan. Pengawasan yang kurang bisa berujung pada kejadian yang merugikan dan membahayakan banyak pihak,” tegasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli, menjual, maupun memproduksi petasan ilegal dalam bentuk apa pun. Aparat akan terus meningkatkan patroli serta melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan.

Ramadan sejatinya menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah serta menjaga ketenangan dan ketertiban lingkungan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayah masing-masing, sehingga suasana bulan suci tetap damai, nyaman, dan penuh berkah.

Reporter : Evan

Editor : Admin

Berita Terkait

Modus Isi Ulang Gas Portable Pakai LPG Subsidi 3 Kg Terbongkar, Seorang Pemuda Diamankan Polres Tulungagung
Cegah Kriminalitas, Polisi Intensifkan Patroli Dialogis di Sejumlah Titik di Kendal
SD N Pamulihan & SMK Nurul Huda Gugat LSM Trinusa ke PN Kalianda, Ferdy Saputra : Itu Intimidasi, Kami Siap Hadapi
Sumber Air Dekat Mempermudah Satgas TMMD Reg ke-128 Kodim 0725/Sragen
DPC LSM Trinusa Laporkan Dua Sekolah di Lampung Selatan ke Kejaksaan Negeri Atas Dugaan Korupsi Dana BOS 2021-2025
Pemkab Kediri Intensifkan Sosialisasi Perda KTR, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Nyaman Bebas Asap Rokok
DPC Projamin Kabupaten Melawi Merasa Prihatin Atas Kejadian di Kecamatan Sayan.
Simulasi Sispamkota Digelar di Kendal, Polisi Siap Amankan Aksi May Day 2026

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:01 WIB

Cegah Kriminalitas, Polisi Intensifkan Patroli Dialogis di Sejumlah Titik di Kendal

Kamis, 30 April 2026 - 17:09 WIB

SD N Pamulihan & SMK Nurul Huda Gugat LSM Trinusa ke PN Kalianda, Ferdy Saputra : Itu Intimidasi, Kami Siap Hadapi

Kamis, 30 April 2026 - 16:32 WIB

Sumber Air Dekat Mempermudah Satgas TMMD Reg ke-128 Kodim 0725/Sragen

Kamis, 30 April 2026 - 13:57 WIB

DPC LSM Trinusa Laporkan Dua Sekolah di Lampung Selatan ke Kejaksaan Negeri Atas Dugaan Korupsi Dana BOS 2021-2025

Kamis, 30 April 2026 - 12:43 WIB

Pemkab Kediri Intensifkan Sosialisasi Perda KTR, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Nyaman Bebas Asap Rokok

Rabu, 29 April 2026 - 23:25 WIB

DPC Projamin Kabupaten Melawi Merasa Prihatin Atas Kejadian di Kecamatan Sayan.

Rabu, 29 April 2026 - 19:52 WIB

Simulasi Sispamkota Digelar di Kendal, Polisi Siap Amankan Aksi May Day 2026

Rabu, 29 April 2026 - 19:33 WIB

Isi Kekosongan Struktur Organisasi, M. Fatkhul Arafat Resmi Dilantik sebagai Kaur Perencanaan Desa Kepuh  

Berita Terbaru

NASIONAL

Warga Lingkungan IX Geruduk Kantor Walikota

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:11 WIB