Dugaan Suap Pengatur Aksi,Usut Apakah untuk Menghentikan atau Melanjutkan Demo, Bongkar Semua Fakta Agar Seluruh Rakyat Indonesia Tak Bertanya-tanya

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:33 WIB

5082 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com,— 23 Juni 2026 Sejumlah pertanyaan mendasar mencuat usai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bhinneka Kayangan (BEM FH UBK), Muhammad Abdimaludin, secara terbuka mengakui menerima uang sebesar Rp20 juta. Menurut pengakuannya, dana tersebut diduga berasal dari pihak kepolisian dan dikaitkan dengan upaya pengalihan lokasi aksi mahasiswa.

Terkait peristiwa ini, muncul pula informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya dugaan pertemuan antara sejumlah pihak dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dikaitkan dengan dugaan pembagian dana kepada sejumlah elemen mahasiswa. Informasi ini menjadi perhatian tersendiri meski hingga saat ini belum ada bukti resmi maupun klarifikasi yang terverifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan.

Uang yang diakui diterima tersebut kemudian dibagikan kepada beberapa pihak: Muhammad Rafi Bastian (Rp2 juta), Mubarak Tuasamu (Rp2,5 juta), Pujiono (Rp2 juta), Rafly Malona Akbar (Rp2,5 juta), serta dua senior kampus, Safrudin dan Amiruddin, masing-masing menerima Rp2,5 juta. Pengakuan ini memicu gelombang reaksi di lingkungan kampus, hingga BEM FH UBK mengeluarkan sepuluh butir tuntutan, di antaranya pengunduran diri pihak yang terlibat dan pembentukan tim investigasi independen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi peristiwa ini, Wisnu alias Roger, wartawan vokal dan kritis, memberikan tanggapan tegas. Ia menegaskan kasus ini harus ditelusuri secara menyeluruh hingga ke akar permasalahan.

“Peristiwa ini menyangkut marwah demokrasi, kebebasan menyampaikan aspirasi, dan integritas seluruh elemen bangsa. Jika benar ada praktik suap-menyuap, apakah tujuannya untuk menghentikan aksi demonstrasi atau justru agar aksi tetap berlangsung dengan kepentingan tertentu, maka hal itu harus dibongkar secara total dan diusut tuntas setuntas-tuntasnya agar seluruh rakyat Indonesia mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dan tidak terus bertanya-tanya tanpa jawaban yang jelas. Hal ini dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

“Apabila terbukti ada biaya yang dialokasikan untuk mengatur jalannya demonstrasi, maka budaya semacam ini harus benar-benar dibumihanguskan hingga ke akar-akarnya. Kebebasan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi harus dijaga kemurniannya, tidak boleh ternoda oleh transaksi finansial yang mengubah gerakan aspiratif menjadi sarana kepentingan sesaat. Demonstrasi mahasiswa seharusnya lahir dari kesadaran berpikir kritis dan kepedulian terhadap nasib bangsa, bukan digerakkan oleh iming-iming materi yang dapat merusak kredibilitas perjuangan intelektual itu sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyelesaian perkara ini berada di tangan lembaga yang memiliki kewenangan dan tugas jelas dalam penegakan hukum:

Kepolisian Republik Indonesia berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan secara objektif, sementara Propam Polri secara khusus bertugas memeriksa keterlibatan oknumnya serta menjatuhkan sanksi disiplin hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) jika terbukti bersalah.

Kejaksaan Republik Indonesia bertugas melanjutkan proses hukum, menyusun dakwaan, dan melimpahkan perkara ke pengadilan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki wewenang mengambil alih penanganan jika ditemukan unsur keterlibatan pejabat negara atau tindak pidana korupsi.

Pengadilan yang nantinya akan memutus perkara berdasarkan bukti dan hukum yang berlaku.

Ia mendesak seluruh lembaga tersebut bersinergi tanpa pandang bulu. “Jika terbukti ada keterlibatan oknum polisi atau pihak lain, maka harus ditindak setegas-tegasnya. Jangan biarkan praktik semacam ini merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara dan proses demokrasi,” tegas Wisnu.

Ia menambahkan, penegakan hukum yang adil dan transparan menjadi kunci agar kebebasan berekspresi tetap terjaga, tidak disalahgunakan, dan kebenaran dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Tim Redaksi

Berita Terkait

PRAJURIT KODIM 0210/TU: “KAMI SAYANG SAMA KALIAN, JANGAN LEPAS MASKER SAAT BEPERGIAN DAN BERAKTIVITAS DI LUAR RUMAH”
KORAMIL JAJARAN KODIM 0210/TU GERAK CEPAT SEBAR SELEBARAN PENERIMAAN CALON PRAJURIT TNI
Satukan Langkah Membangun Negeri, Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 0206/Dairi Fokus Buka Akses Desa
Dari Sibongkaras untuk Indonesia, TMMD ke-130 Hadirkan Pembangunan yang Menyentuh Desa
Empat Hari di Sibongkaras, Satgas TMMD Ke-130 Terus Berpacu Membuka Akses Jalan Desa
Baru Empat Hari, Pembukaan Jalan TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Capai 530 Meter di Sibongkaras
Keroyok Pengerjaan RTLH, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0206/Dairi Bergerak Cepat di Sibongkaras
Gerak Cepat Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0206/Dairi, Rumah Warga Hampir Siap dalam Hitungan Jam

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Polsek Kutabuluh Laksanakan Subuh Keliling, Perkuat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Polri Bersama Masyarakat, Polsek Berastagi Sapa Warga dan Bantu Pendataan Masyarakat Kurang Mampu

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Diduga Hendak Tawuran Sambil Bawa Parang Panjang, Pemuda 18 Tahun Diamankan di Berastagi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Green Policing – Cegah Tanah Longsor, Polres Karo Tanam 100 Pohon di Desa Sukandebi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Waka Polres Karo Gelar Jumat Keliling di Masjid Al Ikhlas, Ajak Jemaah Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Polsek Barusjahe Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Masyarakat Desa Tangkidik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Polsek Tigabinanga Gelar Green Policing, Bersihkan Lingkungan dan Pangkas Ranting Pohon

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Dukung Program 8 Quick Wins Kapolri, Polres Karo Gelar Patroli Gabungan untuk Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Berita Terbaru