Membangung Basis Gerakan Literasi Dari Kota Ke Dusun

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:38 WIB

50170 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Angginak Sepi Wanimbo

Nasionaldetik.com,— 28 januari 2026 Suatu perubahan tentu membutuhkan kesatuan yang kuat untuk memulai gebrakan sehingga Midiles Kogoya dan kawan – kawan berkomitmen untuk memulai gerakan kebangkita literasi dari kota Karubaga keluar ke dusun – dusun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen yang mulia ini saya Angginak Sepi Wanimbo salah satu pegiat literasi Papua Pegunungan sampaikan apresiasi besar kepada ketika guru ini. Sebab seseorang yang sedang bergerak di gerakan literasi ini hanya panggilan dan kerja suka rela di seluruh tanah air ini.

Bagi yang sedang bergerak di gerakan literasi ini kerja – kerja tanpa upa dari sapa – sapa sehingga komitmen yang diambil ketika guru ini tentu didukung oleh berbagai elemen terutama pemerintah daerah, gereja, OKP, tokoh, intelektual, kader, pegiat serta kita semua.

Melalui gerakan ini saya berpikir akan sangat membangtu pemerintah daerah untuk memajukan pembangunan manusia yang berkemampuan kritis, bijaksana dan cerdas.

Salah satu langkah awal gerakan literasi sudah memulai di ibu kota Tolikara. Dan dari kota akan keluar ke dusun – dusun namun saya melihat menjadi kendala bagi mereka adalah buku baca oleh karena itu bagi pegiat, dan mempunyai hati besar untuk kemajuan daerah boleh memberikan sumbangsi buku bacaan.

Seluruh tanah Papua. Saya melihat mendidik anak di setiap sekolah saja tidak cukup olehnya setiap daerah memulai membangkitkan gerakan baca untuk mencerdaskan anak negeri Papua.

Bagi kabupaten kota lain di luar Papua. Sarana dan prasarana juga tetapi tenaga mengajar sangat lengkap sesuai kebutuhan sekolah tetapi bagi Papua, ini sarana dan prasarana, kurang memadai lalu tenaga mengajar juga sangat terbatas karena itu gerakan literasi ini salah satu cara untuk mencerdaskan anak negeri Tolikara Papua.

Hari ini kita anak Papua banyak yang sedang korbang melalui berbagai penyakit sosial seperti Seks bebas, Minuman keras “Miras” isap ganja, isap lem aibon, dan banyak penyakit lainnya? Ini semua terjadi karena lemahnya orang tua, intelektual, tokoh, pemerintah dan gereja kurang perhatian, membuat angka korbang melalui berbagai penyakit itu terus meningkat.

Hal ini terjadi disebabkan ketidaktahuan informasi, pengetahuan yang benar untuk membedakan baik dan tidak baik sehingga ini menjadi tugas bagi setiap anak daerah yang sudah selesai studi tanggungjawab moril, intelektual mengambil langkah – langkah penyelamatan bagi setiap manusia.

Ilmu yang didapat dari setiap perguruan tinggi lalu pulang ke daerah tidak berbuat sesuatu sedikit saja untuk rakyat berarti hidup sia – sia dimuka bumi ini. Tetapi ilmu yang didapat dari kota studi itu menggunakan untuk berbuat baik sedikit saja untuk rakyat akan menjadi bermanfaat besar bagi sesama manusia.

Sering terjadi ilmu yang didapat dari setiap kota studi lalu balik ke daerah asalnya tujuan hanya untuk membangung daerah tetapi realitas dalam kehidupan sehari – hari ilmu itu jadikan sebagai senyata untuk mempersulit, mencuri, menciptakan konflik dan lainnya?.

Kecerdasan yang TUHAN berikan kepada setiap orang hanya untuk berbuat baik bagi sesama manusia sehingga hidup sehat, kuat ini jadilah lilin kecil nyalakan ditengah – tengah kegelapan dimanapun kita berada di kota maupun di kampung.

Dalam gerakan kebangkitan literasi tentu membutuhkan solidaritas yang kuat maka saatnya anak negeri bangkit bersatu hati lalu maju untuk kemajuan pembangunan berkelanjutan.

Bangkit membudayakan baca dan tulis disetiap waktu dimana saja kita berada sebab kita membaca saat itu juga kita sedang keliling dunia sebaliknya jika tidak membaca maka sedang ada di tempat kegelapan.

“Bersatu kita kuat, bersatu kita maju, bersatu kita menentukan masa depan”

Karubaga, 26 Januari 2026
Ketua DPD – PPDI Provinsi Papua Pegunungan

Tim Redaksi

Berita Terkait

Kopi Arabika Usia 1 Tahun Mulai Berbuah, Babinsa Ikut Dampingi Panen Perdana Petani
Sosok Hisar Rumapea, Dinilai Memiliki Kapabilitas dan Integritas Tinggi Sebagai Kasi Penegakan Hukum UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Sumut
Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.
Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Aktivitas Mencurigakan di SPBU 14.202.113 Tanjung Mulia Terpantau Bebas Beroperasi
Polsek Candipuro Ungkap Curanmor di Trimomukti, Tiga Pelaku Ditangkap, Satu Buron
Kasus BBM Bersubsidi di Paluta, Klarifikasi Kapolres Tapanuli Selatan Dinilai Terkesan “Buang Badan” dan Anti Kritik Publik
KONFLIK AGRARIA DI LAMBAR, BUPATI : “HARUS DISELESAIKAN DAN MENDAPAT KEPASTIAN HUKUM”
Diduga Gunakan Solar Ilegal Polres Metro Bekasi Hentikan Proyek Irigasi SS Kalibutek Senilai Rp 43 Miliar di Sindangjaya

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 19:08 WIB

*Ketua DPW PW FRN Sumut Minta Polda Sumut Periksa Dekan UISU*

Senin, 25 Mei 2026 - 18:40 WIB

Polres Karo Kembali Gelar Patroli Skala Besar, Sasar Kabanjahe dan Tigapanah

Senin, 25 Mei 2026 - 18:29 WIB

Kapolres Karo Kedepankan Pendekatan Persuasif Redam Ketegangan Antar Kelompok Remaja di Tigapanah

Senin, 25 Mei 2026 - 18:17 WIB

Polres Karo dan Dishub Gelar Penertiban Parkir di Pusat Kota Kabanjahe

Senin, 25 Mei 2026 - 18:08 WIB

Kapolres Karo Bentuk Tim Lingkaber, “Kelelawar” Penjaga Malam Cegah Kejahatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:55 WIB

HUT ke-76 IGTKI-PGRI Karo: Bunda PAUD Ny. Roswitha Antonius Ginting Tekankan Kesejahteraan Guru dan Sinergi Pendidikan Sejak Dini

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Bupati Karo Hadiri Pentahbisan Gedung Gereja Pentakosta Tabernakel “Kristus Gembala”

Senin, 25 Mei 2026 - 11:57 WIB

Pendekatan Persuasif, Oleh Kapolres Karo, Berhasil Redam Ketegangan Antar Kelompok Remaja di Tigapanah

Berita Terbaru