Infrastruktur Tanggamus Berwajah Bobrok: LPAKN PROJAMIN RI Endus Aroma ‘Permainan Mata’ dan Proyek Pengondisian

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:36 WIB

50159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggamus – NasionalDetik .Com

Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tanggamus kini berada di bawah mikroskop kritik tajam. Lembaga Pemantau Aset dan Kekayaan Negara (LPAKN) PROJAMIN RI Kabupaten Tanggamus secara blak-blakan menyoroti kualitas pengerjaan proyek fisik yang dinilai jauh dari standar, tidak transparan, hingga terindikasi menjadi ajang ‘bancakan’ oknum tertentu.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Realisasi Jauh dari Harapan, Proyek ‘Asal Jadi’ Menjamur

​Ketua LPAKN PROJAMIN Tanggamus, Helmi, menegaskan bahwa potret pembangunan di Bumi Begawi Jejama saat ini sangat memprihatinkan. Menurutnya, banyak kegiatan pembangunan yang secara administratif tercatat berjalan, namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapan masyarakat.

 

​Dari hasil pantauan tim di berbagai kecamatan, ditemukan sejumlah proyek yang kondisinya sangat mengenaskan, meliputi:

​Jalan dan Jembatan: Baru seumur jagung sudah mengalami kerusakan serius.

 

​Irigasi/Drainase: Pengerjaan terlihat asal jadi dan tidak berfungsi optimal.

​Sarana Pendidikan & Kesehatan: Banyak gedung yang mangkrak dan pengerjaannya melampaui batas waktu kontrak tanpa sanksi yang jelas.

 

​”Kami menemukan banyak proyek yang terlihat dikerjakan asal-asalan. Bahkan, ada yang mangkrak melebihi durasi kontrak. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi kegagalan sistemik dalam menjaga amanah anggaran rakyat,” ujar Helmi dengan nada tegas.

 

​Helmi menuding, rusaknya kualitas pembangunan di Tanggamus merupakan dampak langsung dari mandulnya fungsi pengawasan. Ironisnya, dugaan ‘main mata’ antara pihak dinas terkait dengan kontraktor kian menguat.

 

​LPAKN PROJAMIN menemukan fenomena di mana pihak dinas cenderung bersikap pasif dan santai meski laporan mengenai kegagalan proyek sudah terpampang nyata.

 

​”Pihak dinas tetap santai menanggapi di balik meja, seolah tidak punya rasa malu selaku penanggung jawab. Yang lebih memprihatinkan lagi, ada indikasi oknum wakil rakyat yang seharusnya mengawasi, justru ikut ‘bermain’ di dalam berbagai paket proyek tersebut,” ungkapnya.

 

​Sektor pengadaan barang dan jasa juga tak luput dari sorotan. Helmi mencium adanya aroma tidak sedap dalam proses lelang. Meski secara administrasi terlihat transparan melalui sistem elektronik, ia mensinyalir adanya ‘pengondisian’ pemenang tender sebelum proses lelang dimulai.

 

​”Transparansi itu hanya bungkus. Di lapangan, pemenang tender diduga sudah dikondisikan sejak awal. Ini jelas mencederai nilai kompetensi dan kejujuran dalam pembangunan daerah,” tambahnya.

 

​LPAKN PROJAMIN RI memperingatkan bahwa jika karut-marut infrastruktur ini terus dibiarkan tanpa evaluasi serius, maka kepemimpinan Saleh Asnawi – Agus Suranto akan mendapatkan rapor merah dari masyarakat.

 

Ketidakpuasan publik diprediksi akan terus meningkat seiring dengan rusaknya fasilitas umum yang dibiayai dari pajak mereka.

 

​Menutup pernyataannya, Helmi mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) tidak tinggal diam. Ia berharap pihak kepolisian maupun kejaksaan segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam terhadap proyek-proyek yang terindikasi gagal konstruksi dan sarat akan praktik korupsi.

 

​”Kami berharap penegak hukum bertindak tegas. Jangan biarkan anggaran daerah habis hanya untuk membangun ‘proyek sampah’ yang menguntungkan segelintir oknum kontraktor dan pejabat,” tutup Helmi. (tim)

Berita Terkait

Air Mata Pengiring Kepergian Camat Kedondong, Sosok Pemimpin yang Dekat di Hati Warga
Gasak Motor di Halaman Masjid Saat Salat Subuh, Pelaku Curat Diringkus Tekab 308 Polsek Gedong Tataan Bersama Warga
Rutan Ambon Akhiri Program Magang HUB Batch II Dengan Apresiasi
Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.
Lepas Control Peredaran Rokok Ilegal di Pekanbaru, Ketua DPC GRIB Berikan Sorotan Tajam Kinerja Kepala Bea Cukai
Apresiasi Tinggi Kinerja Sat Reskrim Polres Tanggamus, Lpakn RI Projamin Dan Forum Wartawan Limau Bersatu: Kinerja Gemilang Dalam Pemberantasan Kejahatan
Aset Disita Paksa, PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Tak Berkutik Pasca-Putusan Inkrah MA
Bakti Sosial IPeKB Provinsi Banten Tahun 2026 Salurkan Bantuan GENTING bagi Keluarga Berisiko Stunting di Kecamatan Balaraja

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:00 WIB

Miris..!! Hendak Pulang Kerja Pengendara Motor Dibegal di Cikarang Selatan, Motor Raib Dibawa Pelaku

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:32 WIB

IWO Indonesia Somasi DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Terkait Dugaan Menghalangi Tugas Wartawan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:55 WIB

Panitia Pelaksana Pemilihan Calon BPD Desa Karangbahagia Disinyalir Pungli

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:24 WIB

Soroti Anggaran Rp 66 Miliar, IWO Indonesia Desak Audit Diskominfosantik Bekasi Terkait Pertemuan Mewah Influencer

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:16 WIB

Gimmick Komunikasi Plt Bupati Bekasi: Influencer Dimanja di Hotel Mewah, Pers Formal ‘Dianaktirikan’

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:28 WIB

Kawasan SGC Amburadul, Nyali Plt. Bupati Bekasi Dipertanyakan : Menata Pusat Kota Saja Gagal, Apalagi Pelosok

Kamis, 30 April 2026 - 09:47 WIB

Reaksi Anti Transparansi: Kades Sindangjaya Kecamatan Cabangbungin Tantang UU Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 28 April 2026 - 07:50 WIB

Insiden Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: Gerbong Wanita Ringsek Dihantam Lokomotif

Berita Terbaru