Paradoks Sitiarjo — Investasi Mitigasi yang Terjebak dalam Formalitas Administratif

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:08 WIB

50135 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– 17 Januari 2026 Status Desa Sitiarjo sebagai “langganan” bencana banjir di Kabupaten Malang kini menghadapi kritik tajam. Alokasi dana besar dan label Desa Tangguh Bencana (Destana) dinilai gagal menjawab akar permasalahan, menyusul masih tingginya kerugian materiil dan stagnasi efektivitas mitigasi setiap tahunnya.

Pemerintah Desa Sitiarjo dan pemangku kebijakan terkait berada di bawah sorotan. Ketidakmampuan otoritas desa dalam mengintegrasikan Alokasi Kinerja (AK) dengan strategi pengurangan risiko bencana yang konkret menjadi titik lemah utama. Selain itu, lemahnya pengawasan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap pemeliharaan infrastruktur fisik yang mangkrak turut memperparah keadaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terjadi inefisiensi anggaran dan “kesalahan arah” dalam pembangunan. Pembangunan fisik (tanggul dan drainase) dilakukan tanpa edukasi budaya sadar lingkungan yang kuat. Akibatnya, infrastruktur tersebut sering kali tersumbat sampah atau rusak karena kurangnya pemeliharaan, menjadikannya investasi yang sia-sia (mubazir) saat debit air Sungai Penguluran meluap.

Kegagalan ini paling nyata terlihat pada titik-titik krusial di sepanjang aliran Sungai Penguluran dan area pemukiman padat. Meskipun peta evakuasi tersedia, pada realitasnya, jalur-jalur tersebut sering kali tidak steril atau tidak didukung oleh logistik yang mandiri, memaksa warga terus bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal (BPBD/Relawan).

Masalah ini muncul secara repetitif setiap memasuki siklus musim penghujan. Namun, yang lebih kritis adalah “tidurnya” manajemen bencana pada musim kemarau—saat di mana seharusnya normalisasi saluran dan penguatan kapasitas warga dilakukan secara intensif, bukan sekadar simulasi seremonial setahun sekali.

Ada kecenderungan “Mitigation Fatigue” (kelelahan mitigasi). Masyarakat dan pemerintah desa terjebak dalam rutinitas bencana tanpa ada inovasi kebijakan, seperti asuransi pertanian atau pengalokasian dana abadi bencana yang taktis. Alokasi Kinerja yang diterima desa cenderung digunakan untuk pembangunan fisik yang kasat mata (pencitraan administratif) daripada penguatan resiliensi ekonomi warga pasca-bencana.

Sitiarjo harus berani melakukan audit total terhadap penggunaan dana Alokasi Kinerja.

Menggeser fokus dari proyek fisik ke sistem peringatan dini yang terintegrasi secara digital dan real-time.

Menindak tegas pelanggaran tata guna lahan di sempadan sungai.

Memastikan setiap rupiah dari Alokasi Kinerja memiliki indikator output yang jelas terhadap penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB), bukan sekadar habis untuk rapat koordinasi.

“Sitiarjo tidak butuh lebih banyak simulasi; Sitiarjo butuh keberanian untuk memutus rantai ketergantungan pada bantuan dengan cara mengelola dana desa secara transparan dan solutif.”

Tim investigasi

Berita Terkait

Dikabarkan Truk Diamankan, Alat Berat Tak Diamankan, Disinyalir Oknum APH Diduga Beking Galian C Ilegal di Deli Serdang.
Jalan Tani Tertutup Semak, Babinsa dan Kades Turun Tangan Ajak Warga Gotong Royong di Lau Mulgap
Babinsa Bantu Petani Jemur Biji Kakao, Bangun Semangat dan Dongkrak Ekonomi Warga
BLT-DD Tahap I Cair di Sukaramai, Babinsa Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kopi Arabika Usia 1 Tahun Mulai Berbuah, Babinsa Ikut Dampingi Panen Perdana Petani
Sosok Hisar Rumapea, Dinilai Memiliki Kapabilitas dan Integritas Tinggi Sebagai Kasi Penegakan Hukum UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Sumut
Pembina DPD IWO-IKabtang Monitor Sampah yang Menggunung; Mencerminkan Lemahnya Rensponsip Pemerintah.
Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Aktivitas Mencurigakan di SPBU 14.202.113 Tanjung Mulia Terpantau Bebas Beroperasi

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:20 WIB

Bupati Karo Terima Audiensi Calon Paskibraka Kabupaten Karo, Dukung Perwakilan Menuju Tingkat Provinsi dan Nasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:52 WIB

Diduga Lakukan Politik Beras Untuk Sabotase Pengelola Baru, Oknum KT alias C Dicap Manipulator Oleh Warga Desa Doulu Dan Desa Semangat Gunung

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:04 WIB

Bupati Karo Membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Tahun 2026, Dorong Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:35 WIB

Polres Karo Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawas Anak Pada Malam Hari

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:21 WIB

Hari Ke Empat Pencarian, Polsek Munte Sisir Aliran Sungai Lau Biang Cari Korban Laka Tunggal

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:04 WIB

Polres Karo Intensifkan Patroli Malam Skala Besar Jaga Kamtibmas, Pasca Blackout

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB

Sat Reskrim Polres Karo Perkuat Sinergi Bersama PPNS Dan JPU Dalam Implementasi KUHAP 2025

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:24 WIB

Swadaya Warga Kubu Simbelang Karo Buka Jalan Alternatif, Polres Beri Pengawalan Penuh

Berita Terbaru

JOMBANG

Keteladanan Yang Terkandung Dalam Makna Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:20 WIB