12 Barcode Solar Subsidi Dikaitkan dengan Istri Geuchik Ujong Sikuneng, Solar Diduga Mengalir ke Tambang Emas Ilegal

KABIRO SUBULUSSALAM

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 11:10 WIB

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

NAGAN RAYA | DETIKNASIONAL.COM — Distribusi BBM bersubsidi jenis solar di wilayah Kuala, Nagan Raya, Aceh, menjadi sorotan. Sejumlah barcode BBM subsidi disebut-sebut digunakan oleh istri Geuchik Ujong Sikuneng untuk memperoleh solar bersubsidi.

Informasi yang dihimpun DetikNasional.com, sedikitnya terdapat 12 barcode yang disebut berkaitan dengan pengambilan solar subsidi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rinciannya, 7 barcode berasal dari SPBU Muko, sementara 5 barcode lainnya berasal dari SPBU Suak Puntong.

Jumlah barcode tersebut menjadi pertanyaan publik karena kebutuhan usaha pertanian yang disebut hanya didukung sekitar dua unit mesin bajak sawah.

Solar Subsidi Diduga Mengalir ke Tambang Emas

Dugaan semakin menjadi perhatian karena solar yang diperoleh menggunakan sejumlah barcode tersebut disebut-sebut tidak seluruhnya digunakan untuk kepentingan pertanian.

Solar tersebut diduga kembali dijual kepada pihak yang melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Nagan Raya.

Informasi di lapangan menyebut dugaan praktik tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Sejumlah jeriken berukuran besar juga terlihat berada di lokasi dan diduga digunakan sebagai wadah penampungan BBM.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: untuk apa solar subsidi dalam jumlah tersebut jika kebutuhan alat pertanian hanya sekitar dua unit mesin bajak sawah?

7 Barcode dari Muko, 5 dari Suak Puntong

Dari informasi yang diperoleh, penggunaan barcode tersebut disebut berasal dari dua SPBU.

– SPBU Muko: 7 barcode
– SPBU Suak Puntong: 5 barcode
– Total: 12 barcode

Data tersebut penting untuk diverifikasi karena setiap transaksi BBM subsidi seharusnya dapat ditelusuri melalui sistem pencatatan yang tersedia.

Aparat dan instansi terkait dapat mencocokkan identitas pemegang barcode, kendaraan atau alat yang digunakan, volume pengisian, frekuensi transaksi, serta waktu pengambilan BBM.

Jika benar terdapat penggunaan banyak barcode untuk memperoleh solar subsidi, publik berhak mengetahui siapa pemilik masing-masing barcode dan untuk kepentingan apa solar tersebut digunakan.

Ke Mana Solar Subsidi Itu Berakhir?

Dugaan penjualan kembali solar kepada pihak yang melakukan aktivitas pertambangan ilegal menjadi persoalan yang lebih serius.

Jika benar terjadi, maka perlu ditelusuri rantai distribusinya, mulai dari SPBU → pemegang barcode → pengangkutan → hingga pengguna akhir.

Karena itu, pemeriksaan terhadap data transaksi kedua SPBU dinilai penting untuk mengungkap apakah dugaan tersebut memiliki dasar atau tidak.

Pertanyaan publik kini mengarah pada tiga hal:

Siapa pemilik 12 barcode tersebut?

Berapa volume solar subsidi yang telah diambil menggunakan barcode tersebut?

Apakah solar tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan pertanian atau justru dijual kembali?

Minta SPBU dan Aparat Berikan Klarifikasi

Pengelola SPBU Muko dan SPBU Suak Puntong serta instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai penggunaan barcode tersebut.

Aparat penegak hukum juga diharapkan melakukan verifikasi apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi, terlebih jika terdapat dugaan keterkaitan dengan aktivitas pertambangan emas ilegal.

DetikNasional.com masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak yang disebut dalam informasi tersebut, termasuk mengenai kepemilikan dan penggunaan 12 barcode.

Pihak terkait tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab guna menjelaskan fakta sebenarnya.(tim inv.).

Berita Terkait

Ketua DPRK Nagan Raya Terpergok Istri Sah Berduaan dengan Perempuan Lain di Dalam Kamar Rumah Dinas yang Dibiayai Uang Rakyat
Manajemen RS SIM Nagan Raya Disorot, Staf Diduga Ambil Alih Fungsi Pejabat
Manajemen RS SIM Nagan Raya Disorot, Staf Diduga Ambil Alih Fungsi Pejabat
Penindakan di Karyan Baru Permukaan, Ratusan Alat Berat PETI Diduga Masih Bebas Beroperasi di Pedalaman Nagan Raya
Bupati Ganti Plt Direktur RSUD SIM, Rekam Jejak Pejabat Baru Dipertanyakan — Relawan TRK Minta Penunjukan Dijelaskan
Kasus BBM Bersubsidi di Nagan Raya Berkembang, Dua Operator SPBU Resmi Ditahan
Luar Biasa TRK Bupati Nagan Raya Berhasil Lobi Investasi 200 Triliun DPD APDESI Aceh Berikan Apresiasi
Ustat Romi Mahendra.LC Bertindak Sebagai Khatib Shalat Idul Adha di Masjid AL Ikhlas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:55 WIB

Tak Kenal Lelah,TNI dan Warga Kompak Kejar Target Pengecoran Jalan TMMD di Desa Wates

Selasa, 3 November 2026 - 21:40 WIB

Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat! Babinsa Koramil Gesi Turun Pastikan Data Perlinsos Tepat Sasaran 

Selasa, 3 November 2026 - 21:21 WIB

*Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis di Mabes dan Kewilayahan Berganti*

Selasa, 3 November 2026 - 21:02 WIB

Mosi Tidak Percaya: Ada Apa di Balik “Masuk Angin” Pemkab Jombang Terhadap CV JPN?

Selasa, 3 November 2026 - 20:15 WIB

​Janji Manis Tenggat 3 Bulan Gagal, Korban Kebakaran Rita Pasar Raya Beri Ultimatum Terakhir ke Manajemen

Selasa, 3 November 2026 - 16:52 WIB

Tuntas 100 Persen, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang Rampungkan Pengaspalan Jalan di Dusun Umbutlegi

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Cor Jalan Desa, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818 Kabupaten Malang Hadirkan Akses Lebih Baik

Selasa, 3 November 2026 - 16:39 WIB

Wujudkan Hunian Sehat dan Layak, Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang Pasang Ventilasi Rumah Bapak Khodir

Berita Terbaru