Nasionaldetik.com,—- 2 Desember 2025 Masyarakat pengguna jalan Kabupaten Malang mengecam keras kegagalan Pemerintah Daerah dan aparat keamanan dalam mengatasi krisis kemacetan yang terus berulang di musim giling tebu. Persoalan ini bukan lagi bencana alam, melainkan sebuah kelalaian struktural yang merugikan publik secara masif.
Kemacetan parah hingga 5 km di jalan utama, disebabkan oleh truk tebu yang menutup separuh badan jalan. Dampaknya: hilangnya jam produktif, ancaman keselamatan, dan terganggunya aktivitas harian
Karena tidak adanya tindakan tegas dari aparat serta minimnya fasilitas parkir yang memadai di Pabrik Gula (PG) Krebet Bululawang. Ini menunjukkan kelemahan pengawasan dan penegakan hukum
Sepanjang jalan utama Malang-Gondanglegi, dengan titik terparah di akses keluar-masuk Pabrik Gula Krebet Bululawang.
Terjadi pada Selasa (2/12/2025) selama musim giling tebu. Krusial karena ini adalah masalah tahunan yang menunjukkan tidak adanya solusi permanen.
Pemerintah Kabupaten Malang (Bupati, Dishub), Polres Malang (Satlantas), dan Manajemen Pabrik Gula Krebet Bululawang sebagai operator penyebab utama antrean.
Kami, masyarakat Malang, mendesak pihak-pihak bertanggung jawab untuk segera mengimplementasikan solusi yang tidak hanya bersifat tambal sulam, melainkan bersifat struktural dan permanen:
Sanksi Tegas dan Audit Lahan PG:
Berikan sanksi tegas kepada truk yang melanggar dan Pabrik Gula (PG) yang antreannya meluber ke jalan.
Lakukan audit wajib terhadap lahan PG Krebet Bululawang dan PG sekitarnya. Wajibkan PG menyediakan buffer area atau kantong parkir yang mampu menampung seluruh antrean truk tebu di luar badan jalan utama.
Kepemimpinan Publik yang Hadir:
Bupati Malang, Kepala Dishub, dan Kapolres Malang wajib turun langsung ke lokasi macet (bukan hanya petugas lapangan) untuk mengawasi dan memastikan penertiban hari ini juga.
Terapkan skema pengaturan lalu lintas 24 jam selama musim giling, termasuk pembatasan operasional truk tebu pada jam padat.
Kajian Transportasi Jangka Panjang:
Segera memulai kajian teknis untuk mengaktifkan kembali atau memodernisasi jalur lori tebu (kereta pengangkut tebu). Ini adalah satu-satunya solusi permanen untuk memindahkan beban logistik tebu dari jalan raya.
Mitigasi Tol Malang-Gondanglegi:
Berikan rilis resmi dan transparan mengenai rencana mitigasi dampak lalu lintas selama dan pasca pembangunan Tol. Jangan sampai proyek infrastruktur nasional justru memperparah krisis mobilitas
Masyarakat menuntut agar kemacetan ini tidak lagi dianggap sebagai risiko musiman, melainkan sebagai indikasi kegagalan manajemen kota dan pelanggaran hak publik atas kelancaran dan keselamatan berlalu lintas.
Hormat Kami,
Masyarakat dan Pengguna Jalan Kabupaten Malang Terdampak
Tim Redaksi







































