Skandal Arogansi DPRD Bekasi, Misbahudin dan Anaknya Permalukan Lembaga Negara, Presiden Prabowo Didesak Pecat Kader Cacat Moral

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:55 WIB

50211 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—11 Agustus 2026 Panggung terhormat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi benar-benar ternoda dan jatuh ke titik nadir akibat ulah memalukan seorang anggota dewan bernama Misbahudin dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Alih-alih mengemban amanah rakyat untuk mengawasi kebijakan publik, institusi legislatif justru disulap secara biadab menjadi alat intimidasi dan pelampiasan ego personal demi membela masalah remeh-temeh keluarganya sendiri.

Skandal konyol ini berawal dari drama keluarga Misbahudin di Unity School. Anak dari sang anggota dewan berinisial Misbahudin sempat histeris dan mengaku-ngaku menjadi korban perundungan di sekolah. Namun, betapa memalukannya ketika pihak sekolah bertindak transparan dengan membuka rekaman CCTV. Bukti visual tersebut mengungkap fakta mutlak yang mematahkan seluruh kebohongan: botol minum atau termos milik anak sang dewan murni pecah karena terjatuh sendiri dari tangannya, bukan akibat perundungan pihak lain.

Alih-alih menggunakan akal sehat, berjiwa besar mengakui kesalahan, atau sekadar memeriksa rekaman CCTV sebelum bertindak, Misbahudin justru memilih menutup mata rapat-rapat. Kegagalan atau kesengajaan untuk mengabaikan fakta objektif ini membuktikan betapa arogansi kekuasaan telah merusak kejernihan berpikir keluarga tersebut. Merasa posisinya kuat dan didukung oleh backing kekuasaan, fasilitas negara dan panggung kedewanan dikerahkan secara serampangan.

Pada 30 Juli 2026, Komisi IV DPRD Kota Bekasi mendadak digerakkan untuk menggelar audiensi resmi memanggil Dinas Pendidikan, DP3A, KPAD, hingga pihak sekolah. Pertemuan sarat tekanan politik itu berujung pada ancaman brutal berupa peninjauan ulang dan evaluasi izin operasional sekolah. Ini adalah bentuk pelecehan wewenang jabatan yang nyata-nyata memalukan. Anggaran rakyat, waktu lembaga, dan fasilitas negara dipertaruhkan hanya untuk memuaskan syahwat kekuasaan personal Misbahudin dan anaknya yang tidak siap mental menghadapi kenyataan objektif.

Tindakan sewenang-wenang ini juga menelanjangi betapa lemahnya penegakan hukum dan pengawasan birokrasi lokal. Sikap lamban serta adanya pembiaran dari instansi terkait seolah mengonfirmasi bahwa hukum bisa ditekuk demi melindungi kepentingan elite.

Menyikapi bobroknya mentalitas dan pelanggaran etika berat ini, publik mendesak Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Menteri Pendidikan, serta otoritas pusat untuk segera turun tangan melakukan pembersihan total. Otoritas pusat didesak untuk mengalihkan penanganan dan membuka rekaman CCTV seluas-luasnya secara terang-terangan guna mempermalukan perilaku Misbahudin dan keluarganya yang terbiasa menggunakan intimidasi politik.

Desakan Pemecatan oleh Prabowo Subianto: Presiden Prabowo Subianto dituntut untuk tidak tinggal diam dan segera memecat Misbahudin dari keanggotaan partai dan dewan. Partai Gerindra harus segera membersihkan barisannya dari kader yang cacat moral, arogan, serta memanfaatkan jabatan publik demi kepentingan pribadi.

Buka CCTV Secara Terang-Terangan: Mendesak otoritas pusat dan independen untuk mempublikasikan rekaman CCTV secara transparan agar publik tahu persis bagaimana anak Misbahudin menjatuhkan barangnya sendiri, sekaligus menelanjangi kebohongan dan drama murahan yang diciptakan keluarga tersebut.

Evaluasi Total Intervensi Politik: Meminta Kementerian Pendidikan dan aparat pusat mengambil alih pengawasan untuk menghentikan tekanan politis busuk yang dilancarkan pihak-pihak tertentu terhadap institusi pendidikan yang tidak bersalah.

Kritik Tajam Penegakan Hukum: Lemahnya penegakan hukum dan pembiaran atas arogansi ini menandakan runtuhnya marwah keadilan di Bekasi, di mana pihak sekolah dan Dinas Pendidikan yang tidak bersalah justru dipukul balik oleh kekuasaan yang salah arah.

(Redaksi)

Berita Terkait

Kapolresta Malang Kota Dorong Sinergi Lintas Elemen Redam Polarisasi dan Disinformasi di Ruang Digital
Satgas Gulbencal Kodam I/BB Perbaiki Jembatan Gantung Penghubung Desa Sisalean dan Jorang Balanga
Warga Bangun Purba Segera Nikmati Akses Jembatan yang Lebih Aman
Progres Positif, Pembukaan Jalan 5.300 M di Desa Sijarango Tahap Finishing Akhir, Progres Capai 100 Persen
Silaturahmi Hingga Ranah Minang! Wartawan Merangin Tour de Painan 2026: Sarapan di Taplau, Nginap di Carocok
MANGKRAK? DUGAAN PENIPUAN JUAL BELI MOBIL DI LAMONGAN MELEMPEM, KINERJA POLRES LAMONGAN DIPERTANYAKAN!
Kyai Imjaz : Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Kyai Imjaz : Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Kapolresta Malang Kota Dorong Sinergi Lintas Elemen Redam Polarisasi dan Disinformasi di Ruang Digital

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Satgas Gulbencal Kodam I/BB Perbaiki Jembatan Gantung Penghubung Desa Sisalean dan Jorang Balanga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Warga Bangun Purba Segera Nikmati Akses Jembatan yang Lebih Aman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Progres Positif, Pembukaan Jalan 5.300 M di Desa Sijarango Tahap Finishing Akhir, Progres Capai 100 Persen

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Silaturahmi Hingga Ranah Minang! Wartawan Merangin Tour de Painan 2026: Sarapan di Taplau, Nginap di Carocok

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Kyai Imjaz : Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Kyai Imjaz : Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Di duga ada upaya menghilangkan barang bukti, Kayu milik terduga marsianus di alihkan ke sawmil sawmil

Berita Terbaru